Versi ACI 2016 Dua Bandara Dikelola PT.Angkasa Pura I Raih Gelar Prestius Sebagai Bandara Terbaik di Dunia

357

Dua bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) meraih capaian prestisius tingkat dunia. Kedua bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali  berhasil meraih gelar “The 3rd World Best Airport 2016” untuk kategori bandara dengan 15-25 juta penumpang per tahun serta Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Raih  “The Most Improved Airport in Asia-Pacific 2016”.

Penilaian tersebut didasarkan hasil survei Airport Service Quality (ASQ) yang dirilis Senin, 6 Maret 2017. ASQ merupakan satu-satunya program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara, dilakukan  Airport Council International (ACI), sebuah organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia berbasis di Montreal, Kanada.

“Setelah Bandara Internasional Juanda Surabaya dinobatkan sebagai ‘The World Most Punctual Large Airport in 2016′ lembaga analis perjalanan udara asal Inggris OAG pada Januari 2017 lalu, Maret 2017 ini dua bandara kami, yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar kembali meraih penghargaan bertaraf internasional, “ ungkap Diretktur Utama PT. Angkasa Pura I ( Persero ), Danang S Basksoro.

Ia mengatakan, pengakuan ini merupakan bukti nyata atas kerja keras  terus menerus  yang  fokus  meningkatkan pelayanan kepada para penguna jasa bandara, sekaligus sebagai perwujudan visi perusahaan.Sedangkan Prestasi yang diraih  Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali  menyamai pencapaian tahun lalu, menjadi bandara dengan layanan terbaik ketiga di dunia.

“ Bagi Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, gelar ini merupakan  pertama kalinya, sekaligus mengukuhkan dominasi bandara dari Indonesia di ajang ini. Tahun lalu, “The Most Improved Airport in Asia-Pacific” diraih oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, “ imbuh Danang Baskoro.

Menurut Director General ACI World Angela Gittens, Bandara-bandara ini telah mendedikasikan dirinya memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan berkualitas dan menciptakan pengalaman pelanggan yang sangat baik, “  Menciptakan budaya pelayanan secara terus menerus, faktor penting dalam persaingan (competitive advantages), dapat mengoptimalkan kinerja bagi peningkatan pendapatan non-aeronautika,” jelas Angela.

Sejak 2006, survei ASQ telah melakukan penilaian kepuasan penumpang terhadap layanan bandara di lebih dari 250 bandara di dunia. Setiap tahun, program ini mewawancarai 600 ribu pengguna jasa bandara dalam 41 bahasa di 81 negara di dunia.

Program ini mengukur opini melalui 34 indikator kinerja, diantaranya akses bandara, check-in, security screening, fasilitas belanja dan restoran, serta toilet. Pertanyaan dan mekanisme survei dilakukan sama di semua bandara untuk menciptakan basis data industri yang memungkinkan setiap bandara membandingkan diri mereka dengan bandara lain di dunia.

Metodologi ilmiah, prosedur quality control yang ketat, serta komitmen untuk tidak berpihak dalam setiap penilaian survei ASQ ini menjadikannya sebagai standar global untuk mengukur kepuasan penumpang di bandara. ( Nani )