UWRF akan Mempertemukan Lebih dari 170 Penulis, Seniman, dan Pegiat dari Lebih dari 30 Negara

1

Rabu (03/07/2019),UWRF resmi mengumumkan 16 nama pembicara tahap awal yang akan bergabung dalam acara sastra, budaya, dan seni selama lima hari berturut-turut pada tanggal 23-27 Oktober mendatang. Tahun ini, UWRF akan mempertemukan lebih dari 170 penulis, seniman, dan pegiat dari lebih dari 30 negara, untuk berbagi kisah luar biasa dan gagasan-gagasan berani melalui tema Karma. Dengan bangga, Festival kembali menyambut Seno Gumira Ajidarma, sastrawan terkemuka Indonesia dengan karya-karya mutakhirnya. Ada pula para penulis dengan karya prosa yang berhasil meraih Kusala Sastra Khatulistiwa yaitu Azhari Aiyub dan Iksaka Banu. Turut hadir Laksmi Pamuntjak, novelis yang meyakini bahwa makanan sangatlah penting dalam perjalanan seseorang untuk menemukan jati diri, Rayya Makarim, penulis skenario dan produser di balik beberapa film Indonesia yang paling menakjubkan, Nirwan Dewanto, penyair, esais, dan aktor dalam film biografis Soegija (2012), Andreas Harsono, peneliti yang bertekad untuk mengangkat kaum minoritas dan terpinggirkan di Indonesia, dan Lala Bohang, seniman visual pencipta serial buku ilustrasi The Book of Siblings.

 

Selain delapan nama pembicara nasional tersebut, UWRF juga mengumumkan delapan nama pembicara internasional tahap awal yang tidak kalah menarik seperti Behrouz Boochani (akah hadir di Festival melalui Whatsapp), Jenny Zhang, Parag Khanna, Tara June Winch, Novuyu Rosa Tshuma, Richard Fidler, Susan Orlean, hingga Yotam Ottolenghi.

 

Pada kesempatan yang sama, UWRF juga resmi meluncurkan tiket tahap awal (early bird) yang dijual hingga tanggal 2 Agustus, sebelum deretan program UWRF akan diumumkan pada tanggal 13 Agustus. Deretan nama pembicara lainnya juga akan diumukan pada bulan Agustus. Informasi lengkap mengenai UWRF dapat dilihat dihttp://www.ubudwritersfestival.com/.  Foto-foto festival juga dapat diunduh melalui akun Flickr UWRF atauSocial Media Toolkit UWRF.bali inspirasi