The 26th ASEAN EXCHANGE CEOs MEETING Di Bali Regulasi dan Peraturan Berbeda Kendala Perkuat Komitmen Bangun Kapitalisasi Pasar Bursa di Asean

370

Dalam upaya meningkatkan    Komitmen bersama CEO dari 6 negara di ASEAN  bertemu dalam The 26th ASEAN EXCHANGE CEOs MEETING pertemuan antar CEO ini merupakan bentuk kerjasama dan persamaan persepsi dalam membangun kapitalisasi pasar, Hanya saja, kendala regulasi dan peraturan yang berbeda-beda masih menjadi batu sandungan pada kerjasama antar stock exchange di Asean.

“ Kami di sini meneguhkan komitmen bersama, agar bagaimana caranya ASEAN sebagai satu saudara, serumpun, bisa bekerjsama untuk saling membesarkan satu sama lain,” jelas  Tito Sulistio, Chairman of The 26th ASEAN CEOs Meeting,

Kepada sejumlah media, Jum,at ( 3/3 ) lalu di Kuta, Tito Sulistio menjelaskan   Sebenarnya number of listed company, atau daftar perusahaan di ASEAN itu mencapai 3.814 perusahaan dan ini terbesar di dunia. Sehingga kalau 6 negara ini menjadi stock exchange besok, jelas sangat besar,” imbunya.

Jumlah  ini  kata Tito, diprediksikan lebih besar dari New York Stock Exchange yakni sekitar 2.300 perusahaan, tetapi trading value-nya masih dibawah 1 persen dari total dunia. Market kapitalisasi hanya 3,1 persen, dan likuiditasnya hanya 40 persen,” jelasnya.

Apabila 6 negara ini tersegmentasi sendiri – sendiri, maka dirasa cukup sulit bersaing di dunia, BEJ  merasa bagaimana caranya ASEAN bisa bekerjsama untuk saling membesarkan satu sama lain.Karena dibutuhkan harmonisasi walaupun tetap terjadi di kompetisi, agar mimpi ini bisa terwujud menjadi lebih konkret.

Beberapa agenda menjadi pembahasan penting pada pertemuan,Pertama,  upaya mengharmonisasikan kerangka yang ada. Mengingat setiap Negara mempunyai peraturan perundang – undangan yang berbeda. Dibahas pula tata cara memfasilitasi isu – isu yang mungkin timbul pada produk ASEAN.

Terkadang  ada isu yang tidak boleh go public. Lalu bagaimana melakukan cross listing produk – produk di ASEAN, “ Juga  bagaimana standarisasi antar perusahaan terhadap profesionalisme, ada 4 hal utama yang dibahas,” imbuh Tito

Kolaborasi antar Negara di ASEAN ini bisa memberikan dampak positif bagi semua bursa yang berpartisipasi. “Semua bursa berkumpul, sehingga terjadi kapitalisasi pasar. Kemudian minat masyarakat investasi naik signifikan.

Kesepakatan di Bali diharapkan menjadi jembatan bagi Negara anggota, agar saling menjaga dan mendukung di lapangan. Tidak saling menjelekkan satu sama lain, apalagi menjatuhkan satu perusahaan tertentu. ( Nani )