Target Transaksi Tak Tercapai Menpar Arief Yahya Dorong BBTF Menjadi Market Place Seperti ITB Berlin

231

Sebagai tuan rumah Penyelenggara Event Bali and Beyond Travel Fair 2017 yang ke 4 kali nya, Association of The Indonesia Tours & Travel Agencies ( ASITA ), Bali mendapat kritik dari Menpar Arief Yahya, agar penyelenggaraan BBTF lebih terbuka kedalam dan luar negeri, untuk mewujudkan BBTF sebagai Market Place dunia, tempat dimana pembeli dan penjual ( Buyers dan Sellers ) paket wisata berkumpul untuk bertransaksi.
Menpar Arief Yahya mengatakan, hal itu saat penutupan BBTF 2017 yang sudah berlangsung 4 kali sabtu ( 10/6) di Nusa Dua, Bali.Kepada media dengan tegas semakin menurunnya jumlah peserta Pameran dan jumlah Buyers dan Sellers yang datang mengisyaratkan BBTF belum optimal mempromosikan untuk mengajak pelaku wisata datang ke BBTF.
“ Penyelenggara harusnya lebih terbuka dan tidak membatasi negara mana saja atau daerah mana saja yang diajak untuk menjadi peserta, saya harapkan BBTF bisa menjadi i Market Place Dunia seperti halnya ITB di Berlin, Jerman sebagai event paling sukses dalam pameran travel mart dunia, “ tandasnya, didampingi Ketua Panitia Ketut Ardana, dan sejumlah Panitia lainnya.
Ia mengatakan, pelaku wisata hendaknya khususnya pimpinan daerah lainnya jangan mempromosikan potensi wisata dengan berjalan sendiri sendiri, BBTF bisa menjadi event besar kalau semua daerah berkumpul di event Internasional ini, “ BBTF juga harus bisa outbound keluar, agar secara maksimal buyers dan Sellers bisa mengetahui destinasi wisata di Indonesia, “ tandas Menpar.
Ia mencontohkan ITB Berlin, yang sudah menjadi Market Place, dimana hampir semua negara bahkan Indonesia dan daerah lainnya datang ke ITB Berlin, “ Semakin terbuka justru kita semakin memiliki peluang besar memenangkan kompetisi.Saya berharap mengususaha lokal Bali harus banyak belajar lebih cepat, semakin terbuka dimata dunia , jika ingin maju harus siap bersaing, “ ujar Menpar.
Menurut Menpar, jika BTTF sudah menjad besar, maka seluruh provinsi di Indonesia akan datang berbondong bondong , mereka akan rugi, karena tidak menjual barangnya di BBTF, “ Jika kita mengundang para seller dari luar maka BBTF ini, akan jadi pasar market place, contohnya selan ITB Berlin, Negara yang menetapkan dirinya sebagai halp akan besar adalah Qatar, pendapatannya per kapitanya 10 ribu USD, “ jelas Menpar.
Di Indonesia contoh lainnya , Tanah Abang, disana semua ada. Ibu-ibu banyak berbondong-bondong kesana, karena Tanah Abang sudah jadi market place. Semua negara yang memposisikan sebagai hap menjadi , maka trade dan investmentnya bagus tourismnya piun bagus. Untuk Bali dalam skala kecil, saat ini sudah menjadi Hap taurism di Indonesia. Ketika jadi hap, tradenya jalan, apapun yang dibranding Bali selalu jalan.
Tapi kata Menpar, masih berlangsung alami belum sistematis.Diharapkan BBTF ini bisa menjadi market place. Kedepan, jika Bali ingin maju memenangkan Mice maka pemerintah pusat akan memenangkan biding, “ Bali sangat mendukung sebagai financial center, keuangan ada perbankan, insurance, pasar uang, dikumpulin jadi satu cukup ke Bali, Nusa Dua sangat memungkinkan kita set up seperti di Jakarta SCBD,” papar menpar, seraya berharap BBTF harus menjadi sebuah arena bisnis dengan mengundang penjual dari luar negeri.
Dari pengamatan koran Dialog, selama BBTF 2017, Bali masih berada di urutan puncak tujuan pariwisata yang diincar para buyers.Mereka sudah menunjukan ketertarikan luar biasa kepada tujuan-tujuan pariwisata di luar Bali, seperti stand Tanah Toraja dibanjiri pembeli diluar pertemuan yang sudah dijadwalkan di hari ke-2. Stan Propinsi Sumatera Selatan, dengan konstruksi perahu di tengah-tengah stan mereka, berhasil menarik banyak perhatian dan tentunya menarik pengunjung untuk datang.
Sesi negosiasi bisnis berlangsung lancar,menghasilkan banyak transaksi sekitar 5,6 triliun dibawah dari target 6,99 Triliun,” Walaupun hanya 196 pembeli yang hadir dari 264 pembeli yang telah melakukan registrasi.Kebanyakan pembeli yang batal hadir dari Timur Tengah, Hal ini mungkin dikarenakan sedang bulan puasa. BBTF tahun ini menghadirkan 188 eksibitor dari 19 provinsi,” jelas Ketut Ardana.
Merespon harapan Menteri, ia bertekad bersama stocholder industri pariwisata akan peningkatkan jumlah peserta buyers dan sellers, dengan menjadikan BBTF sebagai market place, “ Saat ini kami sedang memperkuat posisi BBTF di Indonesia,” ungkap Ardana. ( Nani )