Tampil Dalam Pagelaran Drama Klasik

148
Akting Gubernur Bali,yang berperan sebagai Mahaguru Drona dalam pentas Drama Klasik membuat ribuan penonton kagum.

Gubernur Bali Perankan Sosok Mahaguru Drona Mendapat Aplaus Penonton.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika memerankan sosok Mahaguru Drona dalam pagelaran drama klasik kolaboratif dipentaskan di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar (12/8). Pegelaran drama klasik kolaboratif mengangkat judul Mahaguru Drona merupakan persembahan dari Teater Agusts Disutradaria Gus Martin.Tampil dengan penuh percaya diri, Gubernur Bali, nampak sangat menghayati perannya sebagai Mahaguru.
Tak pelak lagi, pertunjukkan yang berlangsung sekitar 2,5 jam, aktingnya membuat decak kagum ribuan penonton yang menyaksikan pentas Drama Klasik.Mereka terbawa dalam alur cerita yang apik diperankan masing masing pemain.Dipilihnya sosok Gubernur Bali sebagai pemeran Mahaguru Drona menurut sang sutradara tidak terlepas dari kisah hidup Made Mangku Pastika , yang juga berasal dari keluarga tidak mampu ,namun dengan kegigihan telah menjadi seorang pemimpin yang menjadi panutan sebagaimana halnya kisah hidup Mahaguru Drona.
Kisah Mahaguru Drona diawali menceritakan perjalanan hidup Sang Mahaguru, yang merupakan anak dari Brahman Bharadwaja.Sejak kecil ditopang bakat alam telah mahir seni peperangan dan menggunakan senjata. Drona berteman baik dengan Drupada, seorang putra dari Kerajaan Panchala dan calon pemegang tahta Panchala. Drupada berjanji bahwa jika ia menjadi seorang raja kelak ia akan mengangkat sahabatnya Drona menjadi seorang pejabat penting di istana.
Namun yang terjadi sebaliknya saat Drupada menjadi seorang raja, Drupada tidak mengakui Drona sebagai sahabatnya karena Drona berpakaian lusuh dan miskin.Hal ini membuat Drona kecewa,ia pun pergi berkelana.Akhirnya Drona bertemu dengan para Pandawa dan Kurawa yang sedang kebingungan karena bola serta cincin milik Yudistira jatuh ke sumur sangat dalam.
Dengan kemahiran dan kepandaian Drona memanah, ia pun berhasil mengeluarkan bola serta cincin dari dalam sumur. Hal ini menimbulkan decak kagum para Pandawa dan Kurawa Mereka ingin berguru pada Drona.Diakhir pendidikan mereka, Mahaguru Drona memberikan ujian kepada para Kurawa dan para Pendawa untuk menangkap Raja Drupada dalam keadaan hidup.Dengan perjuangan yang gigih, Bima berhasil membawa Raja Drupada kehadapan Mahaguru Drona. Disana Mahaguru Drona mengingatkan Raja Drupada tentang arti sebuah persahabatan serta makna sebuah janji.
Sutradara Gus Martin ditemui sebelum pertunjukkan mengatakan, kisah Mahaguru Drona ini diangkat untuk mengingatkan kita semua, bahwa kita harus selalu menghargai orang lain,siapa saja tanpa membedakan penampilannya,golongan atau kekayaanya serta menghormati orang lain meskipun dia musuh atau saingan sekalipun,” Sahabat sejati adalah sahabat yang mendampingi dalam kesusahan, bukan saat kita menggelar pesta, dan berkomitmen dalam berjanji yang telah kita ucapkan, “imbuhnya.
Penampilan drama kolaboratif didukung sekitar 35 seniman ini ditampilkan serangakaian Bali Mandara Mahalango ke 4 tahun 2017. ini mendapat antusias luar biasa dari masyarakat umum .Turut hadir menyaksikan drama Ny. Ayu Pastika, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Sugawa Kory, Sekda Provinsi Bali Cokorda Pemayun, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, ASN di lingkungan Pemprov Bali serta para seniman dan pecinta seni. ( Nani )