Staccato Bali Perkenalkan Broadway Musical

1065

Baliinspirasi.com — Broadway musical (drama musikal) yang merupakan bentuk teater profesional sekaligus populer di  New York ,Amerika  coba diperkenalkan oleh Staccato Bali, ditengah ragamnya seni pertunjukan di Pulau Dewata.

Acara perdana yang bertajuk “Soundwafe in Paradise” di Pulau Dewata Sabtu (2/5) di di atas panggung Ballroom Padma Resort Bali, Kuta, Badung. Dalam salah satu adegan drama musikal tersebut, diatas panggung  beberapa anak remaja berbusana warna-warni cerah. Mereka   menunjukkan kecerian sembari menyanyikan lagu “Amerika”.  Dengan wajah penuh ekpresif, mereka “memainkan” kata perkata. Pesan  sedih, suka, duka, percintaan hingga konflik disuguhkan diantara penonton yang hadir.

Acara berlangsung mulai pukul 18.30-21.00 wita. Pertunjukan  dibuka dengan suguhan lagu Do Re Mi yang dibawakan oleh Heny, Darshan, Charles, Wilson, Ana, Diah, Aya, Laras, Serena dan Ebony. Acara drama musikal yang bertajuk Soundware in Paradise ini melibatkan 17 penyanyi, 2 penari dan 2 pengiring musik. Pertunjukan yang mengedepankan drama tersebut,  menghipnotis para penonton yang didominasi oleh sosialita, wisatawan asing dan mahasiswa. Mereka tertegun menyaksikan sentuhan drama dipadu dengan totalitas vokal yang prima.

Director Staccato Bali Heny Janawati didampingi Operation Manajer Ketut Suarma mengakui kegiatan ini merupakan perdana yang digelar di Pulau Bali. Pertunjukan Broadway Musical, kata Heni yang melibatkan anak didikannya tersebut dalam waktu singkat . Meski demikian, performs mereka  memukau. “Goal saya untuk memberikan panggung yang berbeda dalam men-showcase bakat mereka,”ujarnya. Lebih lanjut, tambah Heni yang memiliki latarbelakang Opera itu, ingin memberikan pengalaman unik untuk muridnya di Staccato Bali.

Kedepan, ia akan mengadakan konser dengan sentuhan yang berbeda. Pengajar Musik di Kampus ISI Denpasar tersebut memiliki mimpi  ingin  mengkolaborasikan seni pertunjukan Bali. “Sebenarnya sudah ada ide untuk mengumpulkan lagu-lagu daerah Bali yang bisa dikembangkan menjadi sebuah drama musikal. Semoga suatu saat saya dapat merealisasikannya,”harapnya.

Sementara Rektor ISI Denpasar  Dr I Gede Arya Sugiartha S SKar MHum yang hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi langkah Heni Janawati untuk mempopulerkan Broadway Musical .  Menurutnya jenis seni tersebut akan memperkaya Bali yang selama ini memiliki “koleksi” seni tradisional. Ia sendiri, mengaku tertarik dengan tampilan drama musikal yang dibawakan Heny beserta murid-muridnya tersebut. Menurutnya, selain totalitas panggung yang prima  antar personal Broadway Musical  malam itu, ia menilai ada unsur-unsur kesederhanan yang  bisa dicontoh untuk diterapkan dalam seni pertunjukan di Bali. “Konsep yang ditawarkan kesederhanaa. Baik dari  segi pakainnya, eksesoris, properti, dan  panggung yang  minimalis. Meskipun demikian hasilnya tidak sederhana tapi sangat menarik penonton,”ucapnya.

Sementara itu Andreas Sugeng Budiraharjo, selaku pengamat seni yang hadir malam itu mengaku puas dengan penampilan anak asuhan Heni Janawati. Totalitas para  penyanyi belia dinilai tak kalah dengan penyanyi dewasa.  Hal itu terlihat saat emosianal penyanyi yang didominasi pelajar tersebut bisa  menguasi panggung dengan kontrol emosional yang seimbang. “Penampilan mereka menunjukkan para peserta berlatih serius dengan treatment yang benar dari  pengajarnya,”tegas dia. IKAW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here