“SOLIDARITY FOR HUMANITY ” ; Peringatan Ulang Tahun Ke-4 IHGMA

7
           Pengurus DPD IHGMA Bali di Kantor BPBD Provinsi Bali

Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) yang berdiri sejak 20 April 2016 di pulau Bali memperingati ulang tahunnya yang ke-4 dengan sederhana di tengah pandemic COVID-19. Khusus untuk di Bali, DPD IHGMA Bali melakukan penggalangan dana dari para member sejak akhir Maret 2020 lalu dan dana yang terkumpul digunakan untuk membeli masker untuk masyarakat dan alat pengaman diri (APD) untuk para medis. Tampak pada hari Senin tanggal 20 April 2020 bantuan diserahkan kepada Satuan Tugas (SATGAS) Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali di Renon, Denpasar.

Menurut I Nyoman Astama, SE.,MM.,CHA (Ketua DPD IHGMA Bali), selain pengumpulan dana untuk sumbangan tersebut di atas, pihaknya juga menghimbau para anggota untuk membuat spanduk berisi ajakan untuk mengedukasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Kita semua dalam kondisi yang sangat sulit di tengah pandemic COVID-19, namun hal ini tidak menyurutkan semangat kita sebagai insan pariwisata yang selalu optimis dalam segala situasi. Beruntungnya di Bali ini kita cukup solid antar stakeholders khususnya bidang kepariwisataan. Hal ini memotivasi kita semua untuk melakukan hal terbaik untuk Bali. Wabah COVID-19 ini harus dilawan bersama-sama dengan semangat gotong royong, apalagi penyebaran virus ini sangat massive sehingga masyarakat di seluruh dimensi harus teredukasi dengan baik tentang bahaya dan tindakan pencegahan yang harus dilakukan. Kita ada 148 members di Bali ini dan sudah banyak juga yang memasang spanduk edukasi PHBS di lingkungan sekitar hotel dan juga jalan-jalan protocol khususnya Denpasar dan Badung. Kita manfaatkan momen ulang tahun ke-4 IHGMA ini dengan menunjukkan kepedulian pada bangsa” kata Astama.

DPD IHGMA Bali bersama Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, I Made Rentin

Dengan pemberlakuan protokoler kesehatan tingkat nasional, maka IHGMA secara nasional juga lebih mengedepankan aspek pencegahan tersebut selain upaya menyelamatkan perusahaan dan karyawan. Hal ini dijelaskan oleh Wakil Ketua Umum DPP IHGMA, DR.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA bahwa asosiasi pimpinan hotel yang telah memiliki anggota sebanyak 1300 orang tersebar di 34 provinsi ini senantiasa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya menghadapi pandemic COVID-19. Ramia Adnyana mengatakan, “Kami instruksikan seluruh DPD IHGMA di Indonesia memperhatikan faktor kesehatan dan keselamatan untuk banyak orang. Kami juga membantu dalam penyediaan kamar hotel baik untuk para dokter dan tenaga medis yang banyak dilakukan di pulau Jawa serta untuk para pekerja migran Indonesia seperti di Bali. Untuk ulang tahun di tahun 2020 ini tidak diadakan perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu mewah dan meriah di seluruh DPD, beberapa rekan di Indonesia melakukannya secara online dan seperti Bali dengan penyerahan bantuan kemanusiaan”.

Berbagai upaya dilaksanakan DPD IHGMA Bali serangkaian pandemic COVID-19 ini, sejak awal kasus ini muncul pengurus telah memperjuangkan usulan untuk keringanan biaya pajak PHR, bantuan urusan perpanjangan ijin tinggal turis,  listrik, pajak ABT, usulan bantuan pemerintah untuk karyawan, dan lainnya. Terakhir saat ini pengurus tengah mengupayakan usulan agar adanya bantuan pemerintah terkait permodalan melalui fasilitas kredit lunak. “Hotel banyak yang tutup karena tidak mampu lagi menanggung beban biaya dasar operasional di tengah nihilnya pendapatan. Sehingga kami butuh adanya injection fund untuk persiapan re-openinh kedepannya. Semoga pemerintah bisa membantu dengan pertimbangan besarnya kontribusi pariwisata selama ini untuk negara” tambah Ramia Adnyana.

Sementara itu upaya meningkatkan optimisme para General Manager hotel saat ini, serangkaian 4th Anniversary IHGMA juga dihimbau kepada semua member untuk membuat video kreatif hotel dan destinasi sekaligus sebagai ucapan ulang tahun kepada asosiasi tercinta. “Himbauan ini kami harapkan dapat memotivasi para GM untuk tetap kreatif dalam kondisi seperti sekarang, mereka bisa sekaligus mempromosikan hotelnya melalui video tersebut sembari menunjukkan soliditas anggota dalam berasosiasi. Dan ini bagus juga kita tunjukkan pada public bahwa Bali sebagai destinasi favorit di dunia selalu indah dan menyenangkan untuk dikunjungi. Bali dan Pariwisata adalah nafas bagi kami sebagai hotelier, kami akan berjuang terus untuk menguatkan posisi Bali sebagai world favorite destinations”, imbuh K. Swabawa, CHA (Wakil Ketua IHGMA Bali) yang tampak hadir dalam acara penyerahan bantuan tersebut.

Selain Ketua dan Wakil Ketua, beberapa pengurus lainnya yang hadir juga adalah Bp Drs I Gede Ricky Sukarta, MBA, DR.(C). Agus Yoga Iswara, BBA.,BBM.,MM.,CHA serta IGAN Darmayasuyasa, CHA. Sebagai Kabid CSR dan Sosial pada IHGMA Bali, Darma Suyasa mengorganisir kegiatan kemanusiaan ini dengan paparan “Dari dana anggota IHGMA yang berkenan berdonasi tersebut kami serahkan bantuan berupa masker untuk masyarakat sebanyak 2200 pcs dan alat pengaman diri untuk tenaga para medis sebanyak 100 set.”

IHGMA merupakan asosiasi para GM di Indonesia yang didirikan di Bali secara resmi dengan akte pendirian dari notaris dan terdaftar di Kesbangpolimas Kabupaten Badung dan di Kemenhukam RI di Jakarta. Ketika pertama kali diresmikan pada tahun 2016 saat itu IHGMA baru memiliki anggota sebanyak 312 orang secara nasional dan 83 orang diantaranya merupakan para GM di Bali. Dengan motto “Professional-Integrity-Networking”, IHGMA telah banyak berkontribusi dalam pembangunan SDM keparisataan dan perhotelan bekerjasama dengan Kemenparekraf RI seperti pembentukan dosen vokasi yang diperbantukan untuk mengadbi pada dunia pendidikan, pendampingan SMK, penyusunan kompetensi pekerja perhotelan, pembentukan tim assessor kompetensi, pelaksanaan uji kompetensi berstandar internasional bagi para GM, pembangunan kepariwisataan di daerah, promosi destinasi di luar negeri. Selain itu juga IHGMA sejak berdiri hingga sekarang selalu aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan seperti bantuan bencana banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, gempa bumi dan sebagainya.