Siap Hadapi MEA TKA Diawasi Ketat Badung Targetkan 2000 Tenaga Pariwisata Setiap Tahun Bersertifikasi Uji Kompetensi

763
Kepala Dinas Sosial Dan Tenaga Kerja kab.Badung DRS.Ida Bagus Oka Dirga di dampingi Kabag Humas&Protokol Setda Badung AA Raka Yudha,SE

Masyarakat Ekonomi Asean yang dimulai Awal  Januari 2016, dampaknya mulai terasa dengan semakin meningkatnya jumlah tenaga asing masuk ke Indonesia, khususnya Bali, yang mencatat setidaknya 1.365.Tenaga Asing ( TKA ), bekerja di Kab/.Badung.Mereka diakui memiliki kemampuan dan professional di berbagai bidang terutama kepariwisataan.

Namun hal itu, tidak merisaukan tenaga kerja lokal,yang siap berkompetensi di industri pariwisata sebagai lokomotif ekonomi Kab.Badung.Para TKA di Badung pun tidak bisa se enaknya masuk ke daerah ini, mereka diawasi dan direkrut sangat ketat.Terutama penempatan sesuai syarat yang harus dipenuhi

“ Persyaratan sudah tercantum dalam Mutual Recognizition Agremenet atau MRE , ada 8 profesi, yakni Insinnyur,arsitek,kepariwsataan,Auntan,Dokter Gigimtenaga survei, Praktisi medis, dan perawat, “ jelas Kadisosnaker Kab. Badung Oka Dirga, didamping Kab.Humas & Protokol Setda Badung, AA. Raka Yuda, SE, saat jumpa wartawan, Kamis ( 31/3) lalu di Puspem.

Ke 8 profesi atau ke ahlian ini, wajib memiliki Sertifikasi Uji Kompetensi jika ingin berkerja keluar negeri,atau sebaliknya khususnya ke negara Asean,“Dari ke 8 profesi ini,Kab. Badung baru memenuhi satu syarat yakni bidang kepariwisataan, dari 310.000 orang tenaga kerja, 35.624 sudah bersertifikasi, yang dibiayai dana APBD sebanyak 1.053 orang tenaga pariwisata.

“ Sisanya dilaksanakan Kementerian Pariwisata, BNSP< LPK dan Swadaya Perusahaan.Lima Tahun kedepan, kami mentargetkan 10.000 orang TK pariwisata bersertifikasi,minimal 2000 orang disertifikasi setiap tahun, “ tandas Dirga, menambahkan dana yang akan disiapkan sebesar Rp.12 miliar.Dibadung tercatat ada 340 assessor untuk pelatih setidaknya 1 assessor, mampu melatih 8 -10 orang TK.

Para Assessor ini, kata Oka Dirga sebenarnya bisa melatih  atau menguji 3.400 orang TK setiap tahunnya.Tetapi jadwal mereka padat, karena bukan hanya di Bali, tapi mereka juga menguji TK daerah lain, hingga di Badung hanya bisa di uji sebanyak 2000 TK saja.Selain itu, Assessor, juga komitmen menjaga kualitas TK setelah bersertifikasi.

Bagi tenaga kerja asing, yang masuk ke Badung tidaklah mudah, selain memiliki Uji Kompetensi Profesi Kepariwisataan, mereka juga wajib membayar retribusi  Ijin  Memperkerjakan Tenaga Asing ( IMTA ) sebesar 100 Dolar AS /orang/bulan.Setiap peruhasaan, minimal mempekerjakaan 1 TKA  di Badung, “ Sedangkan Kab. Badung sendiri sudah memiliki 37 Orang TK, yang lulus Uji Kompetensi Profesi Sektor Pariiwsata, diantaranya manager hotel, penerbangan, Katering, agent Tiket dan bidang lainnya, “ jelas Oka Dirga..

Saat ini tercatat, tenaga kerja asing (TKA) berasal dari 50 negara di dunia.Terbesar  berasal dari Negara Jepang (182 orang), menyusul Australia (164 orang), Amerika Serikat (159 orang), dan Prancis (142 orang), serta Inggris (107 orang). Mereka bekerja di wilayah Badung memang diatur sangat ketat.   .

Untuk menghadapi MEA, kata Oka Dirga Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung juga menggelar dan melaksanakan berbagai pelatihan dan keterampilan di bidang kepariwisataan dan bidang lainnya. Misalnya, melaksanakan pelatihan mekanik sepeda motor, pendidikan dan pelatihan Satpam, serta pelatihan Spa Therapist, yang sudah.banyak bekerja keluar negeri. ( Nani )Kadisosnaker, saat temu media terkait ketenagaan di   Badung