SESI BISNIS DIHARI KE-2 BALI & BEYOND TRAVEL FAIR 2017 Buyer dan Sellers Antusias Bertransaksi

264

Nusa Dua, 2017 – Bali & Beyond Travel Fair hari ke-2 berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Sesi negosiasi bisnis antara buyers & sellers berlangsung lancar dimana buyers yang hadir memenuhi seluruh janji pertemuan yang dibuat. Pada sesi tersebut kedua belah pihak memiliki waktu yang cukup untuk berdialog mengenai produk pariwisata dan melakukan negosiasi untuk kerjasama jangka panjang. “BBTF 2017 benar-benar berbeda dengan yang lalu dan terlihat banyak perkembangan. Pertemuan-pertemuan kami dengan buyers yang sudah dijadwalkan sebelumnya berlangsung dengan baik. Hari ini kami bertemu dengan buyers potensial,” ungkap Nanda Purnomo Samsul, Asisten Manajer Penjualan Discovery Kartika Plaza Hotel Bali. Diantara beberapa janji pertemuannya, Debby Hunter seorang delegasi dari Australia menyatakan,”BBTF 2017 sejauh ini luar biasa. Sebagai buyers, saya merasa penempatan stan-stan sangat baik dan memudahkan saya memenuhi pertemuan yang sudah dijadwalkan.”

Di hari yang sama, program lain juga berlangsung. BBTF 2017 menyediakan waktu dan tempat bagi eksibitor untuk mempresentasikan produk mereka dihadapan para awak media. Siang tadi Denpasar Tourism Board menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan kembali keunikan Kota Denpasar kepada dunia. “Saat ini kami merubah strategi promosi kami ke gaya promosi yang lebih muda dan trendi. Sebagai contoh, saat ini kami bekerjasama dengan Yayasan Pembangunan Sanur, dan juga memfasilitasi dan menjembatani komunitas, industry pariwisata dan pemerintah. Setiap dua tahun sekali kami mendapatkan hibah untuk pendaan promosi pariwisata dari pemerintah. Yang terakhir ini senilai 200,000 dolar Amerika. Tahun depan tentunya anggaran bertambah,” ungkap Ida Bagus Sidharta, kepala Denpasar Tourism Board.

Sesi presentasi kedua diisi oleh Kantor Manajemen Destinasi dari Flores, Tanjung Puting, Toraja dan Wakatobi didukungg oleh CBI memperkenalkan empat tujuan wisata baru. Keempat tujuan wisata tersebut pada dasarnya sudah menjadi tujuan kunjungan wisatawan manca negara beberapa tahun ini. Namun sulitnya akses, kurangnya infrastuktur dan promosi menyebabkan tujuan-tujuan wisata ini kurang popular. Sejak pemerintah mulai memberikan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur, mempermudah akses dan meningkatkan promosi, pariwisata di keempat daerah ini mulai berkembang dan menjai lebih popular. Keempat tujuan wisata ini saat ini dapat mudah diakses baik melalui udara, darat maupun laut.