Home Pendidikan Sekolah SMK PGRI 1Badung Bebaskan Uang Gedung

Sekolah SMK PGRI 1Badung Bebaskan Uang Gedung

789
Dr. Drs. I Gede Made Putra Wijaya, Kepala SMK PGRI 1 Denpasar

 

Dr. Drs. I Gede Made Putra Wijaya, Kepala SMK PGRI 1 Denpasar
Dr. Drs. I Gede Made Putra Wijaya, Kepala SMK PGRI 1 Denpasar

Baliinspirasi.com-Pendaftaraan siswa di SMK PGRI 1 Badung yang dibuka sejak minggu ke dua bulan April hingga  April 2016 ini, membludak mencapai 478 siswa. Sementara kuota peserta didik baru untuk sekolah yang terletak di Latu Gerih Badung ini, hanya 400 siswa yang akan dibagi ke dalam 10 kelas.
Antusias siswa yang ingin melanjutkan di sekolah ini bukan tanpa sebab. Selain bebas uang pendaftaran, di sekolah ini juga tidak memungut uang gedung dan yang paling menarik, siswa yang ikut dalam OSIS, berprestasi serta siswa miskin, bebas dari pembayaran SPP.

Sedangkan terkait uang praktek, sekolah juga membebaskan sebab sudah diambil dari dana operasional BOS pusat.

Komang Redipayasa anggota OSIS mengatakan, sebelum mendaftar, calon siswa diajak berkeliling untuk melihat fasilitas sekolah dan juga memperkenalkan lingkungan sekolah.

“Bisa dibandingkan dengan sekolah lain, baik dari segi murahnya administrasi maupun fasilitas lengkap yang sekolah kami miliki,” kata Komang seraya menjelaskan bahwa, sudah ada 19 sekolah dari 20 sekolah yang siswanya sudah mendaftar disini.

Desak Made Candra Dewi yang juga anggota OSIS menambahkan, nanti saat Masa Orientasi Siswa(MOS), peserta didik baru dikenakan biaya hanya Rp. 150 ribu dan itu sudah termasuk biaya pembelian baju.

“Di sekolah kami memiliki tiga jurusan sebagai pilihan. Yakni, Akomodasi Perhotelan, Tata Boga dan Teknologi Informatika dan dari catatan tahun kemarin, jumlah pendaftar ada peningkatan yang sangat signifikan,” tambahnya.

Sementara Dr. Drs. I Gede Made Putra Wijaya, Kepala SMK PGRI 1 Denpasar menjelaskan, dari jumlah pendaftar yang membludak tersebut, akan diseleksi secara tiga tahap. Yakni; kelengkapan dokumen, minat/bakat dan penampilan atau fisik siswa.

“Kita akan seleksi secara ketat dan ini untuk menjaga mutu serta kualitas lulusan kami,” tegasnya.

Sedangkan terkait bebasnya uang gedung, Putra Wijaya menegaskan bahwa ini untuk meringankan beban orang tua siswa mengingat gedung-gedung tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pusat.

“Tahun ini kami juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp. 950 juta untuk pembangunan ruang praktek siswa berupa kamar hotel lengkap dengan peralatannya,” ujaranya.

Kendatipun kuota hanya 400 siswa, pihak sekolah berjanji akan melakukan rapat dengan guru-guru jika terjadi penambahan dari jumlah yang ditentukan.

Untuk diketahui, saat ini, jumlah siswa SMK PGRI 1 Badung mencapai 1000 orang lebih dan dari jumlah tersebut lebih dari sebagian bebas biaya SPP. Yakni; OSIS, berprestasi dan siswa kurang mampu.alt