Home Pendidikan Sekolah Sarat Prestasi Kebanggaan Kab Bekasi

Sekolah Sarat Prestasi Kebanggaan Kab Bekasi

455

Winarni
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 1 Tambun Selatan

Biodata. Winarni Kelahiran Klaten Jawa Tengah 12 Desember 1968.
Tahun 1994-2002. Mengajar SMA Cendrawasih Yayasan Departeman Luar Negeri SMA Cendrawasih Cileduk Tangerang.
Tahun 2003 ikut Calon Pegawai Negeri Sipil di Bekasi diterima dan SK penempatannya di SMA 1 Tambun Selatan sampai sekarang.

“Yang diterima di perguruan tinggi negeri tahun kemarin ada sekitar tiga ratus siswa.”
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tambun Selatan atau dikenal dengan nama Bonlap, yang dipakai nama jalan yaitu Kebon Kelapa,adalah salah satu dari SMA Negeri yang berada di Kabupaten Bekasi Jawa Barat yang berpredikat sebagai Sekolah Berstandar Nasional (SBN). SMA 1 Tambun Selatan ini berdiri tahun 1987.Perkembangansekolah yang begitu cepat diiringi dengan meningkatnya secara fisik maupun prestasi akademis serta ketrampilan siswa membuat masyarakat yang tinggal di kabupaten Bekasi dan sekitarnya berminat untuk dapat menyekolahkan putra putrinya ke SMA 1 Tambun Selatan ini.
Seperti peringatan hari guru, petugasnya dari guru-guru di sekolah ini. Dan, kalau kegiatan Hari Pendidikan Nasional, petugasnya dari Paskibra SMAN 1 Tambun Selatan.
Demikian antara lain diungkapkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 1 Tambun Selatan Winarni, dalam wawancara dengan media online www.baliinspirasi.com, baru-baru ini di kantornya.
Untuk program kegiatan, di SMA 1 ini ada Almanira, yaitu pramuka baris berbaris yang akan dilaksanakan bulan April.Pesertanya ada tujuh puluh sekolah sejabotabek, termasuk peserta dari Kabupaten Subang. Kemudian, kegiatan Islamic Festival, dan lomba baris berbaris mantas sejabodetabek. “Itu sudah berlangsung kegiatannya,” ujar Winarni. “Ada juga kegiatan ekskul karya ilmiah remaja.Itu kompetisinya sudah berlangsung bulan kemarin.”
Untuk ekskul sendiri, Winarni mengungkapkan, kegiatanya berupa Bonlap English Club, Bahasa Jepang, IT Club, Jounalistic Organization Of Bonlap, Kelompok Ilmiah Remaja, Photography Club Of Smantas, Paskibra,Pramuka, Palang Merah Remaja, Red Ant, Rohis AL Jihat, Sanggar Seni Celoteh,Lingkungan Hidup, Pencinta Alam dan kegiatan eskul ini berlangsung setiap hari Jumat setelah pulang sekolah jam 15-17 wib. “Kalau ada kegiatan, acara diadakan hari Sabtu,” ujar Winarni.
Keberhasilan siswa dari kegiatan ekskul ini, kata Winarni, ada yang lulus BSI kemudian sekolah di Amerika dua tahun. Kemudian, sekarang melanjutkan kuliah hukum di Universitas Indonesia (UI). “Ada yang dari bahasa Jepang yaitu dari Ketua Umum Ekskul, kemudian ingin melanjutkan kuliah di Jepang. Ada juga prestasi yang dilakukan siswa Bonlap sebagai duta pelajar Indonesia dikirim ke Amerika Serikat tahun 2010. Kemudian, menjadi peringkat 32 dari 1600 peserta pra olimpiade sains tingkat nasional tahun 2010, peringkat 11 dari 59 perserta pada Olimpiade Fisika Tingkat Nasional di ITS tahun 2011, juara 1 Lomba Pidato Bahasa Jepang Tingkat Nasional di Universitas Persada dan belajar di Jepang, serta juara 1 Lomba Debat Tingkat Nasional SMENTION tahun 2015 SMAIT INSANTAMA Bogor,” beber Winarni.
Diluar kegiatan sekolah, Winarni bilang,ada pengarahan dan sosialisasi mengenai tindakan kriminal dan narkotika. Itu kerjasama dengan pihak Pemda dan CSR dari perusahaan-perusahaan terdekat. Sedangkan di dalam sekolah sendiri, ditekankan pada dua mata pelajaran, yakni pelajaran agama dan PPKN. “Pada kedua pelajaran tersebut selalu diingatkan etika dan norma pada seluruh siswa,” ujar Winarni. “Ada juga pengarahan bidang narkotika dari mantan pecandu dan pengedar tapi dia sudah sembuh dari ketergantungan memberikan sosialisasi terhadap bahaya narkoba ke seluruh siswa.”
Selama dirinya menjabat di Bidang Kesiswaan, kata Winarni, tawuran tidak pernah terjadi. Apalagi yang terlibat narkoba, tidak ada. “Tapi, seandainya ada siswa yang terlibat, ada sanksi tata tertibnya sampai dikembalikan kepada orangtuanya,” tegas Winarni.
Harapan selama ini, kata Winarni, siswa Bonlap prestasi akademik dan non akademik sudah berjalan bagus.“Semoga kedepannya lebih baik lagi. Yangditerima di perguruan tinggi negeri tahun kemarin ada sekitar tiga ratus siswa.Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak lagi yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri.Termasuk siswa Bonlap ada yang diterima di Akpol dan Kedinasan itu selalu ada, dari jumlah siswa SMA 1 sebanyak 1400 an,” beber Winarni.
Seperti diketahui secara geografis keberadaan SMA 1 Tambun Selatan ini merupakan penopang dan penyangga arus penduduk Ibukota dan melebarnya industrialisasi, teknologi serta budaya. Dewasa ini, arus globalisasi, urbanisasi dan teknologi telah merambah kehampir sebagian besar wilayah bekasi, terlebih lagi sekolah merupakan lembaga pendidikan dan sekaligus sebagai pelayan peserta didik.Keberadaan SMA 1 secara geografis berada ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Bekasi harus mampu menjembatani dan sekaligus menyesuaikan terhadap kebutuhan yang diperlukan masyarakat.(Bob/Anton)