SDM Perhotelan Harus Tetap Kreatif Dalam Situasi Pandemi COVID-19

4

Pandemi COVID-19 yang melanda sebagian besar belahan dunia mengakibatkan melemahnya sektor perekonomian secara global tak terkecuali pada industri pariwisata dan perhotelan. Bahkan khususnya hotel-hotel banyak yang menutup operasionalnya dengan alasan menghindari pertemuan banyak orang untuk menghentikan penyebaran virus hingga alasan biaya operasional yang tidak bisa dihindari menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Bali sebagai asosiasi profesi bidang pimpinan perhotelan telah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan koordinasi baik secara internal dan eksternal. Baik upaya mengkoordinasikan bantuan-bantuan maupun bersinergi dengan seluruh stakeholders terkait untuk mendapatkan keringanan-keringanan menyangkut biaya kewajiban perusahaan. Pada hari Rabu, 29 April 2020 pimpinan DPD IHGMA Bali yang terdiri dari I Nyoman Astama, SE.,MM.,CHA (Ketua), DR.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM.,CHA (Wakil Ketua I) dan I Ketut Swabawa, CHA (Wakil Ketua II) mengadakan pertemuan terbatas menyangkut beberapa hal terkait organisasi. “Kita upayakan dalam kondisi pandemic ini untuk tetap berupaya melakukan dan memikirkan hal-hal yang perlu dilakukan agar organisasi tetap eksis dalam keterbatasan jarak dan tempat sebagai implementasi protocol kesehatan dalam rangka menghentikan penyebaran virus corona. Kami berpandangan bahwa situasi ekonomi yang menyedihkan seperti saat ini perlu dipikirkan terobosan atau aktifitas yang sekiranya dapat mendorong semangat rekan-rekan kami. Sebelumnya sejak bulan Maret kami bersama stakeholders lainnya telah mengupayakan langkah-langkah koordinasi bersama pemerintah untuk kemungkinan-kemungkinan yang bisa ditempuh sehingga dapat meringankan beban biaya perusahaan untuk 3-6 bulan ke depan. Saat ini kami juga sedang mendata karyawan dari member kami yang terdampak COVID-19 seperti dirumahkan dengan tanpa gaji atau dengan potongan gaji. Pendataan ini untuk kami ajukan permohonan kepada pemerintah melalui Kemenparekraf seperti bantuan sembako ataupun bentuk lainnya termasuk juga rencana program Padat Karya bidang Pariwisata” jelas Astama kepada wartawan Bali Inspirasi.

Pengurus DPD IHGMA Bali Periode 2016-2020

Ditambahkan pula oleh Astama bahwa pihaknya juga mendapat laporan bahwa ada di antara member IHGMA Bali yang melakukan kreasi produk dan pemasaran untuk menyiasati lesunya bisnis saat ini. Seperti misalnya menyediakan produk makanan dan minuman dengan sistem delivery dan juga catering service. “Dan ada pula beberapa yang menyediakan paket Work from Hotel dimana masyarakat bisa tinggal dan bekerja dari hotel-hotel tertentu dengan biaya yang sangat terjangkau dan tetap memperhatikan ketentuan kesehatan pula”, kata Astama. Sementara itu Ramia Adnyana lebih banyak menyoroti tentang potensi yang bisa digarap untuk saat ini dari segi sumber daya manusia khususnya dalam peningkatan keterampilan dan keahlian para general manager serta jajaran manajemen hingga karyawan di unit perusahaannya. “Ini momen yang sangat bagus bagi seorang GM untuk belajar hal-hal baru terutama memperkaya wawasan risk management dan juga cognitive skills menghadapi situasi yang tidak pernah diduga seperti saat ini. Jadi GM yang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin manajemen perusahaan dan pemimpin bisnis perusahaan mesti belajar keras lagi agar tidak terlena saja, namun dapat menyusun strategi tindak lanjut atas kejadian ini. Sehabis COVID 19 harus bisa langsung tancap gas meraih bisnis yang modelnya pasti akan lebih baru, penuh dinamika dan tantangan. Di IHGMA juga kami diskusikan hari ini untuk membuat online learning untuk para member dan diharapkan segera bisa dimulai. Nanti Pak Swabawa yang akan handle hal itu karena sudah terbiasa dalam menangani online class sampai webinar juga.” Demikian dijelaskan oleh oleh pria yang akrab disapa Pak Ramia ini.

Selain hal tersebut di atas, Nyoman Astama juga sempat menyampaikan tentang diskusi terkait regenerasi kepengurusan IHGMA Bali yang berakhir pada tahun 2020 ini. Mereka bertiga sedang menyusun mekanisme Musyawarah Daerah (Musda) Pertama DPD IHGMA Bali yang rencananya akan berlangsung dalam waktu dekat secara online. “Setelah  ini kami akan sampaikan dulu ke semua pengurus dan setelah disepakati maka kita akan tentukan tanggal pelaksanaanya” tambah Astama. Di bagian berikutnya, Ketut Swabawa menyampaikan bahwa IHGMA Bali juga berperan dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 khususnya dalam mendukung pemerintah untuk pelaksanaan program stimulus bagi karyawan terdampak wabah virus corona. Menurutnya, program kartu pra kerja dan yang sedang dirancang dalam bentuk padat karya bidang pariwisata nantinya akan dapat mendorong peningkatan kualitas SDM pariwisata. “IHGMA juga mengambil peran disana, baik berpartner dalam upaya pembuatan LMS (learning management system), penyediaan konten pelatihan berbasis online, perumusan skema pelatihan, maupun langsung sebagai online trainer nya. Selain untuk menciptakan kegiatan yang positif agar tidak membosankan selama Work from Home, program-program tersebut kami harapkan dapat memberi peluang bagi rekan-rekan di industri menemukan hal-hal baru yang memang akan menjadi trend kedepannya setelah pandemic ini berakhir. Tentunya program ini sangat bergantung pada realisasi kebijakan pemerintah, namun sebagai professional kita harus optimis dan siap berkontribusi jika diminta” jelas Swabawa yang ikut juga bersama Ramia dan Astama sebagai founder Indonesia Tourism E-Learning (ITEL) yaitu sebuah platform online learning management system yang berpusat di Jakarta dan disiapkan untuk pelatihan secara online bagi pekerja pariwisata dan perhotelan.