Rumah Budaya Denpasar Fasilitasi Kreatifitas Anak-anak

474

DENPASAR – Libur sekolah biasanya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Sebab, saat musim liburan anak-anak jadi lebih leluasa untuk bermain bersama teman-teman.

Namun, anak-anak di Kota Denpasar justru mereka memilih mengisi hari libur sekolah dengan melakukan kegiatan seni dan budaya.

Minat tersebut pun didukung dengan fasilitas dan pelayanan pemerintah setempat karena Kota Denpasar menyediakan sebuah ruang seni dan budaya untuk anak-anak.

Tujuannya agar anak-anak bebas melakukan kegiatan yang sesuai dengan bakat dan kreativitasnya.

“Pada waktu libur sekolah, kami memberikan kesempatan anak-anak Kota Denpasar mengisi waktu luang sesuai dengan bakat dan minatnya,” ujar Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Denpasar, I Gusti Agung Laksmi, saat ditemui di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.

Ruang ini dinamakan dengan Rumah Budaya di mana anak-anak bisa melakukan kegiatan seni seperti menggambar, menari, menyanyi, membaca buku, dan kreativitas lainnya.

Anggita Muslimah
Anak-anak sedang berkumpul di Rumah Budaya Kota Denpasar, Selasa (27/12/2016).
Hal ini dilakukan oleh pemerintahan Kota Denpasar untuk memenuhi hak anak dalam edukasi dan kreativitas.

Selain itu, program ini juga bagian rangkaian Kota Denpasar menuju Kota Layak Anak (KLA).

Kota Denpasar juga saat ini sudah mendapatkan predikat nindya di mana terdapat lima tahap untuk mencapai Kota Layak Anak.

Tahapan dimulai dari yang terendah adalah pratama, madya, nindya, utama, dan Kota Layak Anak.

Hadirnya Rumah Budaya ini juga menurut Agung Laksmi sangat berkaitan dengan Bali.

Sebab, Bali sendiri sangat dekat dengan seni budaya, sehingga anak-anak pun dapat mengembangkan bakat dan kreativitas melalui seni.

“Waktu untuk bermain ada, selebihnya mereka mengikuti kegiatan sesuai minat dan bakat,” pungkasnya.

Penulis : Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja
Editor : Syafrina Syaaf
sumber : kompas.com