RSUD Bali Mandara Berstandar Internasional Beroperasi, Pasien Miskin Jadi Prioritas Pelayanan Bukan Bule atau Orang Berduit.

627
RSUD Bali Mandara, Agustus 2917 Siap Beroperasi

Ini janji  Pemprov.Bali

Pemerintah Provinsi Bali berjanji Rumah Sakit Bali Mandara, yang saat ini pembangunannya  sudah rampung.Kelak pelayanannya Tidak  Dikhususkan  Bagi Wisatawan dan Orang Berduit, tetapi lebih di prioritas  Pasien Miskin atau tidak mampu yang ingin pelayanan kesehatannya berstandar Internasional hasil kerjasama Pemrov. Bali dengan Rumah Sakit Royal Darwin  Hospital, Australia.

Janji ini akan dirasakan masyarakat miskin, baik pemegang Jaminan Kesehatan Nasional  atau Kartu Indonesia Sehat (KIS ), usai Grand Opening RSUD Bali Mandara ( RSUDBM ),  14 Agustus 2017 mendatang, bertepatan dengan HUT Pemrov Bali.RSUDBM   merupakan rumah sakit yang dirancang dengan perencanaan  sangat baik dan matang baik dari  bangunan, peralatan kesehatan serta sumber daya manusianya.

Untuk melihat lebih jauh kesiapan RS Bali Mandara, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, SH, MA mengajak sejumlah awak media baik media cetak maupun media elektronik meninjau langsung keberadaan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara yang sudah rampung pengerjaan proyek fisiknya, Jumat (20/1), lalu.

Kunjungan diterima  Plt. Direktur RSUD Bali Mandara dr. Gede Bagus Dramayasa,M.Repro,  jajaran Direksi RS  unggulan milik Pemprov Bali, hadir juga  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya,MPPM dan  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bali Ir. I Nyoman Astawa Riadi, M.Si.

“  Tak tanggung tanggung, RS ini dirancang  standar Internasional  kerjasama dengan Royal Darwin Hospital Australia khususnya penanganan emergency ( Kegawat daruratan ), dan   bangunannya, alat kesehatannya, pelayananannya berstandar Internasional. Kualitas layanan rumah sakit ini bisa setara atau bahkan lebih baik dari Royal Darwin Hospital, “ jelas Dewa Mahendra, mengingat saat ini Royal Darwin Hospital,masih menjadi benchmark pembangunan RSUD Bali Mandara .

Seperti ditegaskan Gubernur, kata Dewa Mahendra meski bertaraf Internasional, bukan berarti Rumah sakit ini diperuntukkan bagi orang asing melainkan  rumah sakit ini, tetap diperuntukkan bagi masyarkat miskin di Bali, “ Mereka akan dapat pelayanan kesehatan terbaik disini, “ imbuh Dewa Mahendra.

Saat ini pembangunan fisik telah rampung, tinggal  proses pengiisian alat kesehatan, evaluasi serta penyempurnaan   terus dilakukan sehingga rumah sakit Tipe B milik Pemprov Bali  ini akan benar benar siap menjadi rumah sakit dengan standar International baik dari segi bangunan, peralatan maupun pelayananya, “ Kita  mohonkan doa dari masyarakat dan teman media agar rumah sakit ini dapat beroperasi seperti yang diharapkan dan benar benar dirasakan betul manfaatnya bagi masyarkat Bali khususnya masyarakat kurang mampu, “  kata Mahendra .

Kendati RS Bali Mandara  memiliki fasilitas lengkap dan canggih, bahkan  cendrung mewah karena seperti yang terlihat bagian Lobby RS pasien atau pengunjung bisa menikmati ruang layaknya hotel berbintang, selain nampak bersih dibeberapa ruangan tersedia Cafe, Toko Souvenir, Spa dan Medical Taurism, sebuah perpaduan Ilmu kedokteran dengan pengobatan alternatif memanfaatkan Herbal.

“ Untuk ruangan depan lantai I, kita peruntukan untuk pasien umum, yang membayar pelayanan Medis sesuai standar Internasional. Sedangkan pelayanan  JKN da KIS pintu belakang bisa dilewati dari berbagai arah atau jalan di sekitar Sanur, “ jelas  Plt Direktur RSUD Bali Mandara, Gde Bagus Darmayasa.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menjelaskan,  RSUD Bali Mandara,yang pembangunannya dibiaya dari APBD Bali sebesar Rp. 215.893.000.000, berlantai 5 diatas lahan seluas  25.392 m2 ini, akan  menjadi RS rujukan bagi RS dari  Kab. se Bali. Tidak hanya itu, rumah sakit yang memiliki 49 bed untuk kamar perawatan kamar kelas III, 53 bed kamar kelas 2, dan 41 bed kamar kelas 1,plus  21 bed VIP,  11 bed VVIP, UGD, ICU , PICU , NICU   dilengkapi  fasilitas pendukung seperti radiologi, CT Scan, serta poliklinik dokter spesialis, “ RS Bali Mandara dicanangkan menjadi rumah sakit unggulan untuk pengobatan kanker, mengingat tendensi penderita kanker dari tahun ketahun terus meningkat,kita akan mempersiapkan gedung  khusus penderita kanker, “ imbuh  Suarjaya.

Poleklinik khusus kanker ini, kata Suarjaya , tahun ini Diskes sudah  menuntaskan Feasbility Study (FS dan DED, diharapakan 2018 nanti  proses pembangunan  terlaksana dengan rancangan anggaran sebesar Rp. 200 Miliar  untuk fisik dan sarananya lengkap dengan radiologidan Kemotrapi di gedung 4 lantai.

Gde Bagus Darmayasa menegaskan, pihaknya telah mempersiapkan beroperasinya rumah sakit ini, termasuk SDM, “ Saat ini kita sudah mengumumkan penerimaan karyawan non PNS dan PNS yang akan bekerja disini, kita terus  bersinergi dengan pihak  Royal Darwin Hospital,untuk mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas serta   penanganan situasi gawat darurat, “  jelas Darmayasa.

Dalam operasional, kata Darmayasa beberapa dokter spesialis dari Royal Darwin Hospial akan memberikan pelatihan/ Knowledge baik pengoperasian sarana medis yang canggih, juga ilmu kedokteran, “ Mereka bekerja tanpa dibayar, murni pengabdian untuk SDM di Bali, karena mereka tahu warga Australia tinggal di Bali, dan menjadi wisatawan, “ imbuh Darmayasa,seraya menambahkan ada 57 dokter spesialis yang akan melayani pasien, dibantu 200 orang perawat dan paramedis dari Bali.

Dalam peninjauan kali ini, para awak media juga berkesempatan meninjau langsung bangunan RSUD Bali  Mandara seperti Ruang ICU, UGD serta ruang rawat inap bagi  kelas 3 , dan kelas 2. Semua rungan dilengkapi AC  dan menggunakan Lift disetiap lantai di rumah sakit yang terletak di Jalan ByPass Sanur tersebut, “ Pelayanan pasien kelas 3 , jika ruang rawat inap penuh, maka akan dipidahkan ke klas 2, tanpa penambahan biaya. Disampin itu jika ruang inap membludak, maka Aula  yang berkapasitas 100 orang bisa dijadikan ruang rawat inap, “ jelas Darmayasa.( Nani )