Red Rafflesia, Primadona Batu Akik Khas Kota Sekundang Setungguan

1739
Batu Akik

JAKARTA – Bagi para pecinta batu mulia atau yang lebih dikenal denga batu akik sangat cocok bila berkunjung ke pameran batu akik nusantara yang digelar di Anjungan Bengkulu, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Pameran yang diselenggarakan dari tanggal 8 sampai 12 Juli 2015 tersebut menawarkan berbagai jenis batu khas Bengkulu.

Red Rafflesia menjadi jenis batu primadona dari kota Sekundang Setungguan ini. Nama Red Rafflesia sendiri merupakan fenomena dari cat eyes. “Sebenarnya dulu namanya cempaka, tapi setelah trend ganti jadi rafflesia, karena batu cempaka banyak macamnya di berbagai daerah, seperti Jawa, Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, sampai Sukabumi juga ada. Maka kita sepakat yang dari Bengkulu ini dibedakan jadi rafflesia. Itu juga karena ada fenomenanya dengan cat eyes, kalau di batu cempaka di daerah lain nggak ada cat eyes-nya hanya ada kayak air saja,” jelas Wahidin Warga Dalam salah satu penjajak batu akik di Anjungan Bengkulu, TMII, Kamis (9/07/2015).

Kualitas red rafflesia memang tidak berbeda jauh dengan jenis batu lainnya, hanya saja kekerasan batunya sekitar 7 sampai 8 skala mohs, kejernihannya lebih kristal, dan varian warnanya juga banyak, seperti merah, hijau, kuning dan kecokelatan. “Jenis batu akik dari Bengkulu ini sebenarnya banyak, cuma yang red rafflesia inilah yang membedakan dengan batu akik lainnya. Kualitasnya yang membedakan dengan batu lainnya dari kekerasan batunya saja, dan rafflesia ini lebih kristal. Memang yang terbaik itu yang berwarna merah, tapi sekarang sudah langka, susah ditemukannya,” papar Wahidin.

Jenisnya yang sedang naik daun dan digemari para pecinta batu membuat red rafflesia memiliki nilai jual yang tinggi, berkisar antara Rp 500.000,- hingga jutaan rupiah. “Bahan batu red rafflesia ini ada yang perkilonya 4 juta rupiah, ada juga yang sampai 10 juta rupiah tergantung kualitasnya. Kalau yang sudah jadi ya masih ada yang Rp 500.000,-. Namum untuk red rafflesia cat eye ini ada yang seharga Rp 6 juta rupiah,” ujar Wahidin.

Untuk mendapatkan bahan batu akik khas Bengkulu ini para penggali batu dapat menggali hingga ke kedalaman 10 meter, hal itu juga yang membuat harga batu akik asli Bengkulu terbilang mahal. “Para penggali di sana (Bengkulu) ada yang menggali sampai kedalaman 10 meter. Saya biasa nerima kiriman bahan batu sekitar sebulan sekali, kadang dua bulan sekali. Kasihan juga kalau para penggali itu diberhentikan untuk menggali, biar mereka juga ada kerjaanlah,” ucap pria yang juga kolektor batu akik tersebut.

Seperti yang sudah diketahui, fenomena batu akik saat ini memang sedang berkembang lagi. Berbagai masyarakat mulai dari kelas menengah hingga kelas atas berburu batu yang sempat booming di tahun 70-an ini. Namun, bagi pemula sebaiknya berhati-hati dalam memilih keaslian batu mulia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here