RAKERCAB BPC PHRI BADUNG : “Synergy and Harmony for Quality Tourism Development in Badung”

2

Menuju pembangunan kepariwisataan yang berkualitas dimulai dari pribadi, kelompok atau asosiasi serta bersinergi secara harmonis dengan masyarakat. Untuk rapat kerja kali ini BPC PHRI Badung akan menyerap usul saran para anggota melalui seminar yang bertema“Synergy and Harmony for Quality Tourism Development in Badung” untuk dijadikan program kerja yang akan disenergikan dengan para pihak terkait khususnya dengan Pemerintah Kabupaten Badung, ungkap Ketua Panitia Rakercab dan Seminar PHRI Badung, Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA.
Bupati Badung, Bapak I Nyoman Giri Prasta, S.Sos dalam sambutannya sekaligus membuka Rakercab dan Seminar PHRI Badung di Gedung Kerta Gosana memaparkan bahwa pembangunan kepariwisataan merupakan salah satu program unggulan pemerintah kabupaten Badung, sekaligus sebagai penyumbang PAD terbesar. Beliau mengingatkan agar steakholder pariwisata memperhatikan tren lama tinggal tamu di Bali yang diperkirakan terus menurun, jangan sampai nantinya Bali akan hanya dijadikan tempat transit saja, oleh sebab itu kualitas desa wisata sebagai “home base” nya daya tarik harus ditata dengan lebih baik, tentunya juga harus dibuat strategi pembangunan lingkup lain pembangunan kepariwisataan yang dijalankan secara harmonis satu dengan yang lainnya, seperti pembangunan industri, pemasaran dan pengelolaan dimana dalam hal ini peran semua asosiasi akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dipenghujung sambutannya Bapak Bupati berharap agar ada pertemuan khusus membicarakan bagaimana mewujudkan sinergitas semua steakholder kepariwisataan, sehingga satu kegiatan bisa terkait dengan kegiatan lainnya, karena pembangunan kepariwisataan tidak bisa dilakukan secara parsial, dimana PHRI Badung diharapkan bisa memotori usaha ini.
Ketua PHRI Bali yang akrab dipanggil Cok Ace, juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali juga sempat hadir dalam acara seminar terkait dengan rakercab PHRI Badung, mengatakan bahwa Badung adalah dapurnya pembangunan kepariwisataan Bali, serta menegaskan bahwa pola pembangunan pariwisata Bali dilandasi dengan konsep “Padma Bhuwana”, dimana masing-masing kabupaten kota di Bali yang memiliki dasar keunggulan masing-masing akan terus diperkuat.
I Gusti Agung Rai Suryawijaya, SE., MBA selaku Ketua PHRI BPC Badung memaparkan 7 Strategi Andalan Kabupaten Badung yaitu 1) Quality Tourism, 2) Badung Connectivity, 3) Act Local Think Global, 4) Integrated System, 5) Community Based Tourism, 6) Sustainable Tourism, dan 7) Single Destination, Single Management. Ketujuh strategi andalan tersebut akan membawa Badung sebagai destinasi yang berkualitas serta berkelanjutan. Agung Rai Suryawijaya menekankan bahwa Pariwisata Badung mendukung Pariwisata Bali sebagai single destination dan sudah seyogyanya menerapkan single management agar dapat melakukan perencanaan, tatakelola, serta promosi secara bersamaan dan terpadu, niscaya hasil dan manfaat yang akan didapatkan akan lebih maksimal.
Sinergitas yang sudah dilakukan oleh BPC PHRI Badung selama ini dengan Pemda Badung dan pihak lain adalah memberikan sosialisasi SMPH, sosialisasi Sapta Pesona, pengawasan dan pembinaan perijinan, menyalurkan sertifikasi kompetensi bantuan Pemda Badung, turut serta dalam tim Kabupaten Badung Sehat, menyalurkan keluhan anggota berkaitan dengan limbah dan kesehatan lingkungan, duduk dalam Tim Koordinasi Pemberdayaan Sumber Daya Air Bali-Penida, mendorong percepatan mekanisme sertifikasi usaha, menjadi narasumber kesekolah-sekolah, memfasilitasi bantuan bencana, membentuk FTJSP untuk menjaga pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan, dan lain – lain. Salah satu tantangan kedepan yang harus diubah menjadi peluang adalah dengan mulai adanya permintaan pasar China akan daftar perusahaan yang dinilai layak untuk diajak bekerja sama termasuk pelaksanaan perijinan OSS dimana mewajibkan semua perusahaan untuk diaudit sebagai persyaratan perijinan komersial atau operasional, jelas Executive Director PHRI Badung, Jro Mangku Sulasa.
Drs. I Gede Sukarta, MBA Sekretaris PHRI Badung, selaku Ketua Sidang Rakercab mengajak semua pihak untuk memulai pembangunan yang berkualitas dari hal-hal yang kecil yang seharusnya bisa dilaksanakan tanpa membutuhkan biaya besar, misalnya taat menjalankan aturan asosiasi, instrospeksi diri dalam bersosialisasi dengan sesama untuk menjaga net working yang baik karena pembangunan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan, bilamana ada perbedaan pendapat janganlah memutus pertemanan, namun turunkannya ego kita masing-masing. Hasil Rakercab dibacakan oleh I Made Ramia Adnyana, SE., MM., CHA selaku salah satu Pimpinan Sidang Rakercab dan sekaligus menjadi rekomendasi baik pada Rakerda PHRI BPD Bali yang akan diadakan pada tanggal 2 Feb 2019 serta Rakernas PHRI yang akan diadakan pada tanggal 11 Feb 2019 di Jakarta.
Rangkaian kegiatan berkaitan dengan Rakercab PHRI Badung juga bertujuan untuk mendapatkan arahan Bupati Badung, Bapak I Nyoman Giri Prasta, S.Sos tentang kapasitas PHRI Badung dalam mendongkrak pembangunan Kabupaten Badung. Pembicara kedua adalah Dr. Putu Saroyeni P., SE., MM., Ak , seorang akademisi yang memberikan pemahaman dalam bagaimana mewujudkan dan pentingnya sinergitas antara Swasta dan Pemerintah dalam sebuah pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan; dan Pembicara yang ketiga adalah perwakilan dari BPC PHRI Badung, I.G.A.N. Darma Suyasa, CHA yang mewakili BPC PHRI Badung menyampaikan tantangan yang dialami PHRI Badung selama ini serta bagaimana mengubah tantangan ini menjadi peluang agar keberadaan PHRI Badung lebih bermanfaat untuk pembangunan pariwisata yang lebih berkualitas. Narasumber lainnya yang hadir adalah Ketua PHRI BPC Badung, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perizinan, dan Kepala Dinas DLHK Kabupaten Badung, yang karena wajib mengikuti kegiatan lain, diwakili para Kabidnya. Acara seminar diarahkan oleh Ketut Swabawa, CHA sebagai moderator dan dihadiri oleh 400 peserta baik anggota PHRI Badung beserta undangan lainnya.(Ramia/BI)