Raja Salman Perpanjang Jadwal Libur,Gubernur Minta Pengamanan Ketat Tidak Ganggu Kenyamanan Wisatawan Lain

290

Meski belum ada konfirmasi akurat  dari pihak aparat dan managemen hotel tempat Raja Salman menginap  terkait Beredarnya Surat Kedutaan  Besar Arab Saudi  di Jakarta kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia tertanggal 7 Maret 2017, yang menyebutkan jika Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud bersama rombonganya memperpanjang liburannya 3 hari, yang sebelumnya dijadwalkan libur dari  tgl 4 – 9  menjadi sampai tgl 12 Maret mendatang.

Isi surat yang bersifatnya sangat segera. Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta menyampaikan salam hormatnya kepada Kanenterian Luar Negeri Republik Indonesia. Merujuk Nota Kedubes No. 211/645, tertanggal 11 Januari 2017, perihal Kunjungan Kenegaraan Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, Pelayan Dua Kota Suci, ke Indonesia pada tanggal 1-9 Maret 2017.

Dengan ini Kedubes memberitahukan bahwa Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud berkeinginan  memperpanjang masa liburannya di Bali sampai tanggal 12 Maret 2017. Demikian diberitahukan untuk dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Kedutaan Besar Kerajaan Saudi Arabia, mempergunakan kesempatan ini untuk sekali lagi menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Disisi lain, beredar kabar jika perpanjangan liburan tersebut, karena Yang Mulia Pelayan Dua Kota Suci itu kerasan (betah) liburan di Bali.

Saat sejumlah media  konfirmasi dari pihak Hotel ST. Regis yang menjadi tempat menginap Raja Salman selama di Bali terkait liburannya yang diperpanjang, belum ada penjelasan, demikian juga aparat berwenang sampai Senin sore , tidak ada jawaban.

Namun keluhan dan gangguan mulai muncul dari wisatawan, yang ingin berkunjung keberbagai objek wisata seperti kawasan GWK, Pantai Geger, Desa Ubud mereka mengatakan ketatnya penjagaan Raja Salman oleh Aparat, membuat mereka tidak nyaman. Walau tidak ada pelarangan, namun pengawasan dan pemeriksaan itu membuat tidak nyaman.

Menanggapi hal itu, usai sidang Paripurna DPRD Bali, Senin lalu, Gubernur minta Kehadiran Raja Arab  justri jangan sampai  mengganggu kenyamanan Wisatawan lainnya. Gubernur Bali Made menerima kabar  dari  elemen pariwisata mengeluhkan ketatnya pengamanan di beberapa obyek wisata yang dikunjungi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud.

Kepada Aparat Mangku Pastika meminta,  pengamanan selama Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz al Saud jangan sampai mengganggu kenyamanan wisatawan lainnya. Karena sebelumnya ia sudah tegaskan, agar membiarkan pariwisata Bali itu apa adanya. Jangan sampai pengamanan kunjungan membuat pengunjung pariwisata lainnya tidak aman dan nyaman.

“ Jika ada rencana kunjungan ke beberapa lokasi wisata, bukan berarti orang lain tidak bisa datang ke sana,tegasnya Senin (6/3). Ia menyoroti penutupan pantai dari akses publik yang dilakukan di sekitar Hotel St Regis, “ Seharusnya penutupan itu tidak ada,biarkanlah Bali dengan daya tarinya sendiri. Tidak usah direkayasa, “ imbuhnya.

“ Umumnya wisatawan menginginkan rasa aman dan nyaman. Jika pengamanan memang bisa membuat wisatawan merasa aman, tetapi belum tentu mereka merasa nyaman. Mereka ingin  aman, tapi harus  nyaman. Jika pengamanan  sangat ketat,sampai orang tidak bisa lewat, berarti sudah tidak nyaman,  kapan hari kan janjinya tidak begitu,“ jelasnya.

Sejauh ini, Radja Salman sendiri berdasarkan pantau awak media, belum nampak keluar dari area hotel St . Regis, kecuali beberapa keluarga atau rombongan lainnya, nampak berbelanja di pusat perbelanjaan bergengsi seperti Centro, itu pun tidak jelas apakah mereka dari keluarga Raja.Tetapi dilihat dari busana yang dikenakan bercirikan Arabia,dan adanya pengawalan yang tidak menyolok mereka berbelanja dengan santai, dan tidak terlalu menjadi perhatian warga Bali.

Bahkan Senin kemarin, rencana  Raja Salman mengunjungi Taman Budaya GWK di Kawasan Jimbaran, batal dilakukan.Di  beberapa obyek pariwisata di Bali yang rencananya akan dikunjungi raja, pengamanan super ketat. Beberapa titik seperti di Monkey Forest, Pasar Seni Ubud, Museum Ubud, Taman Budaya GWK, juga sangat ketat sampai-sampai mengganggu aktifitas wisata lainnya.

Aparat Amankan Perempuan Yang Ingin Beri Kado Laptop Ke Raja Salman

Ketatnya pengamanan di hotel St. Regis sempat dihebohkan dengan kemunculan,  seorang perempuan bernama Dewi Palapa (41), Senin (6/3/2017) sekira pukul 12.30 Wita.Polisi terpaksa mengmankan  perempuan mencurigakan ini

Anggota kepolisian Polda Bali yang tidak mau disebutkan  namanya ini mengatakan, perempuan tersebut akan memberikan sebuah kado kepada Raja Salman,”  Sebelum ia  masuk, sudah diamankan  petugas.

Saat ditanya wanita berbusana  dan berkerudung  putih bersyal warna warni merah,plus topi merah, dia mau memberi kado kepada Raja Salman. Ia mengaku  asal Datuk Bandar Timur, Sumatera Utara, “ Setelah dibuka kado yang dibawa,ternyata isinya laptop.Saat ini kado diamankan  tim gegana Polda Bali.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, membenarkan adanya perempuan  yang mau memberi kado kepada Raja Arab Saudi diamankan tim kami, “Perempuan itu saat ini sedang diperiksa, diambil gambarnya serta diambil sidik jarinya oleh tim inafis, juga  laptop sudah diamankan tim kami,”jelas  Hengky.Ia menambahkan, laptop  dibungkus dengan kardus, kemudian dilapisi plastik kresek warna putih.

“ Kami juga  akan melakukan  tes kejiwaan terhadap yang bersangkutan. Apakah mengalami ganguan jiwa atau bagaimana,” imbuhnya.( Nani )