PT Pelindo III Tidak akan Melanjutkan Perluasan, Namun akan Menata, Memitigasi Dampak, dan Merestorasi Kondisi Lingkungan di Kawasan dan Perairan Pelabuhan Benoa, Bali.

4

Bali Inspirasi.Denpasar-Bali,Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin, Minta Maaf, Atas Reklamasi Pelabuhan Benoa.

– Gubernur Bali Wayan Koster, bersama Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin dan Direktur Utama Pelindo Doso Agung bertemu untuk memberikan keterangan di hadapan media di rumah jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Sabtu, 7 September 2019.

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku lega dan bersyukur atas kesepakatan yang telah dicapai. Menurutnya, satu pemerintahan dalam konteks penyelengaraan pembangunan harus ada sinkronisasi.

“Jadi poin yang disampaikan sudah merespon surat Gubernur Bali yang disampaikan pada 26 Agustus lalu. Akibat keteledoran sudah disadari,” ujar Gubernur.

Sedangkan Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin bersama Direktur Pelindo III Doso Agung, meminta maaf atas kerusakan lingkungan akibat reklamasi di areal Pelabuhan Benoa.

“Sedangkan pernyataan itu disampaikan oleh Ridwan Djamaluddin bersama Gubernur Wayan Koster “jelasnya.

Dikatakan Ridwan Djamaluddin, terhadap kondisi yang berkembang, kami minta maaf kepada semua pihak, Satu tentunya kita tahu, kerusakan lingkungan adalah sesuatu yang semua pihak tidak ada yang mengharapkan, kesalahan mendasar, kesalahan teknis, kesalahan tata kelola ini akan kami perbaiki, “ungkapnya.

Sebelumnya, kata Ridwan, digelar Rapat Koordinasi Penanganan Masalah Pengembangan Pelabuhan Benoa, Bali di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, 2 September 2019. Rapat itu menghasilkan 5 poin untuk menyikapi surat Gubernur Bali.

Ridwan menambahkan, pemerintah menyadari penumpukan material dan pengerukan pelabuhan Benoa, mengakibatkan penyebaran sedimen ke luar area Dumping Site 2. Sehingga, mengakibatkan matinya tanaman mangrove di sekitar kawasan tersebut.

“Ada kesalahan dalam pelaksanaan proyek reklamasi dan pengembangan Pelabuhan Benoa,” jelasnya.

Sementara, untuk menangani masalah tersebut, PT Pelindo III tidak akan melanjutkan perluasan, namun akan menata, memitigasi dampak, dan merestorasi kondisi lingkungan di kawasan dan perairan Pelabuhan Benoa, Bali.

Selanjutnya, PT Pelindo III dengan KSOP Benoa akan meninjau kembali dokumen Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Benoa yang berlaku saat ini dan arahan Gubernur Bali.

Sedangkan pemerintah melalui Kemenko Maritim juga membentuk Tim Koordinasi Pemantauan yang terdiri dari para pejabat dan pakar dari Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan Perguruan Tinggi untuk mengumpulkan data dan informasi terkait masalah tersebut.

“Rekomendasi tindaklanjut akan disusun dengan memperhatikan kepentingan nasional,” kata Ridwan.bali inspirasi