PT.Mayora,Tbk Latih dan Bina Pemberdayaan Petani Kopi Arabika Kintamani

797

Sebagai salah satu dari 4 negara terbesar penghasil kopi terbesar dan terbaik di Dunia seharusnya  petani kopi Indonesia  hiduonya sudah makmur. Tetapi kenyataannya berbeda dengan negara penghasil kopi lainnya, Kesejahteraan petani kopi Indonesia belum  “sebaik” kopi yang mereka hasilkan.

Sebagian besar dari mereka  masih hidup di bawah garis kemiskinan. Harga 1 kg Kopi Arabika hanya berkisar Rp 7.000 /kg gram. Hal ini disebabkan se lain kurangnya  pengetahuan mengenai pasca panen, dan keterbatasa sarana pengolahan sesuai standar  perusahaan , sehingga kopi dalam kondisi nilai jual yang rendah,juga panjangnya rantai distribusi akibatnya petani mendapatkan sisa margin sangat  kecil dibanding harga se cangkir kopi ketika sudah dihidangkan dimeja Cafe, atau Hotel.

Menindaklanjuti Program  Kementerian Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah RI melalui Koperasi Nasional “Aku Mandiri” bekerja sama dengan Mayora Group produsen kopi Torabika dan AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) mengadakan pemberdayaan petani kopi Kintamani melalui pelatihan pascapanen dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Artha Graha yang berlansung di Kintamani dari tanggal 15,16,17,18 November 2016.

“ Program pemberdayaan petani kopi Kintamani bagian dari Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat (PSAER) dicanangkan Presiden Jokowi  April 2015  silam di Brebes.  Presiden menginstruksikan agar pemerintah pusat, daerah, BUMN, swasta untuk bersinergi dan bergotong royong  membantu  peningkatan taraf hidup pelaku usaha UKM,khususnya petani, “ jelas Ketua Umum Koperasi Nasional Reza Fabianus, saat membuka

pada khususnya. Kami juga mengapresiasi  para stakeholder khususnya AEKI dan Mayora Group  selaku produsen kopi Torabika yang telah sepenuh hati mendukung program pelatihan ini.” menurut Reza Fabianus selaku Ketua Umum Koperasi Nasional, saat Diskusi dan Penyerahan  Dana KUR  kepada 200 Petani Kopi di Desa Mangani, Kec. Kintamani Kab.Bangli Jum,at( 18/11 ) lalu.

Kegiatan pemberdayaan rangkaian pelatihan bagi petani. Mereka diberikan pengetahuan mengenai proses pasca panen kopi yang baik sehingga dapat menghasilkan produk kopi yang berstandar Industri dan Ekspor, “ Petani langsung mendapatkan pengetahuan dari tim AEKI (Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia) dan Mayora Group (Torabika) standar proses dan produk akhir kopi untuk memenuhi standar ekspor, “ tandas Reza.

Selain petani yang sebagian berusia muda mendapat pelatihan membangun kampung digital menciptakan koperasi dan UKM melek digital dan informasi dari PT Telkom Indonesia

Sri Linda selaku MarComm AEKI menjelaskan, Biji kopi terbaik berasal dari tanah vulkanis, seperti  alam Kintamani pegunungan vulkanik dan iklim berhawa  dingin, menjadikan biji Kopi Kintamani salah satu  terbaik di dunia.Untuk mendapatkan kualitas biji kopi terbaik  harus dilengkapi  proses pasca panen yang standar, sehingga cita rasa kopi bisa optimal tanpa kehilangan aroma terbaiknya.

“ Kami sangat bangga  bisa membantu Kementerian KUKM turut  memberikan wawasan proses dan standar kopi bagi para petani kopi Kintamani ,” jelas Senior Brand Manager PT. Mayora, Tbk, Muhamad Taufiqullah Assyaukani akrab disapa Kani,  “ Kami merasa beruntung terlibat dalam program pemberdayaan petani kopi ini, “ imbuhnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan sepenuh hati bagi Pecinta Kopi, salah satu nya  membantu kesejahteraan petani kopi. Mayora Group melalui kerjasama ini, Torabika berkontribusi mensejahterakan petani dan membantu konsumen kopi dan menggemarnya diseluruh dunia merasakan kopi berkualitas tinggi.

PT.Mayora yang memproduksi berbagai rasa kopi kemasan, menurut Kani, dalam setahun kedepan akan melihat hasil dari pelatihan dan binaan pengolahan Kopi Desa Mangani, dari penanaman, petik sampai pasca panen hingga siap diolah yang disesuaikan dengan standar perusahaan, “ Untuk sekarang kita belum bisa menentukan berapa banyak biji kopi yang akan dibeli,karena saat ini petani masih dilatih dan dibina.Jika hasilnya standar pasti kita beli sebanyak banyaknya, “ jelas Kani.

Untuk  memperkuat gaung pemberdayaan ini, Desember mendatang akan digelar Event Walk for Farmer  puncak rangkaian kegiatan sekaligus  mengajak masyarakat turut serta aktif  memajukan petani kopi Bali ,yang akan di Bali dihadiri  Presiden Jokowi.
Program Sinergi Aksi Pemberdayaan Kopi Arabica Kintamani di dukung  30 stake holders, antara lain Mayora Group (Torabika), Bank Arta Graha, Bank Mandiri, Bank BNI, Telkom , Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali di bawah Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, Dinas Perkebunan provinsi Bali dan Dinas Koperasi dan UKM Dinas terkait, Kabupaten,Kecamatan  dan desa, berjuang agar nilai komersial  kenikmatan Biji kopi Kintamani, juga dirasakan para petani kopi. ( Nani )