Program Pendampingan SMK Pariwisata

2
Tim Guru SMKN 3 Denpasar dan Tim Pendamping dari IHGMA Bali

Program One GM One SMK yang diluncurkan atas kerjasama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2019 ini di seluruh Indonesia melibatkan peranan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) sebagai tenaga pendamping di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang kepariwisataan dan perhotelan. Dengan menetapkan nama sub program “IHGMA Mentorship Program for SMK”, Ketua IHGMA Bali, I Nyoman Astama, SE.,MM.,CHA menjelaskan keterlibatan para GM di dunia pendidikan vokasional ini merupakan wujud pengabdian praktisi perhotelan pada dunia pendidikan untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil, siap pakai dan sesuai kebutuhan kualifikasi di industri.

Di Bali sendiri tahun ini ditetapkan 10 (sepuluh) SMK Negeri bidang pariwisata yang menyebar di 5 kabupaten / kota (Denpasar, Badung, Gianyar, Buleleng dan Karangasem) untuk mendapatkan pendampingan. Astama lebih rinci menjelaskan “Kebutuhan di industri khususnya perhotelan akan tenaga kerja terampil ini sangat besar di Bali. Walaupun secara nasional Bapak Presiden Jokowi sempat menyebutkan bahwa angka pengganguran di Indonesia termasuk 11% di dalamnya adakah lulusan SMK, kami di Bali yakin angka tersebut tidak relevan dengan kemajuan pariwisata di Bali. Kecuali yang dimaksud adalah SMK jurusan non pariwisata yang bukan bidang teknis kami geluti. Tetapi saya meyakini bahwa Bali harus menjadi barometer kepariwisataan secara nasional di segala bidang termasuk penyerapan tenaga kerja dan juga kualitas pendidikan vokasional nya”. Hal tersebut disetujui oleh Bapak Drs. Anak Agung Bagus Wijaya Putra, M.Pd, Ketua Asosiasi SMK Pariwisata Indonesia (ASMKPARI) Provinsi Bali. Dihubungi melalui sambungan telepon, Bapak Agung Wijaya menjelaskan bahwa ASMKPARI Prov Bali saat ini memiliki 53 anggota dari SMK Pariwisata baik negeri dan swasta di 9 kabupaten/kota di Bali. “Kami sangat bersyukur sekali bahwa program ini dapat direspon dengan sangat positif oleh rekan-rekan praktisi melalui asosiasi IHGMA khususnya untuk di Bali. Kami harapkan kendala-kendala yang kami hadapi selama ini terkait perkembangan dan kebutuhan di industri dapat semakin mudah untuk di akses dan secara kontinyu bisa kami masukkan dalam penyesuaian kurikulum pendidikan dan juga pada kegiatan-kegiatan tertentu.” Kata Bapak Agung Wijaya yang juga Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Denpasar ini.

589 siswa baru mengikuti MPLS hari kedua di SMKN 3 Denpasar

Pada periode saat ini dimana masuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah diselenggarakan penerapan kegiatan tersebut secara serentak di beberapa sekolah. Kegiatan berupa sesi motivasi Character Building misalnya di selenggarakan di SMK Negeri 3 Denpasar pada hari Selasa 17 Juli 2019, menampilkan 4 dari 6 GM yang bertugas di sekolah tersebut yaitu I Made Subrata, CHA (GM Anantara Vacation Club), IGAN Darma Suyasa, CHA (Director Six Signature Experiences), Yati Artini, CHA (GM Swiss Belin Legian) serta K. Swabawa, CHA (Director Swaha Hospitality / Vice Chairman IHGMA Bali). Pemateri pertama, Subrata memaparkan tentang pengenalan industri kepariwisataan serta etika kerja pada perhotelan. Dilanjutkan oleh IGAN Darma Suyasa dengan motivasi siswa dengan mini fun game bertema latihan fokus untuk menjadi sukses, lalu Swabawa menjelaskan tentang dimensi kompetensi karyawan bidang perhotelan yang berstandar ASEAN sesuai Mutual Recognition Agreement (MRA) antar negara ASEAN dan ditutup dengan materi dari Yati Artini yang membahas tentang peluang dan tantangan karir di dunia perhotelan. Sebanyak 589 siswa dari berbagai jurusan (tata boga, tata hidangan, tata graha, tata rias, tata busana dan lainnya) secara antusias mengikuti sesi motivasi character building tersebut. Kegiatan selama 2 jam ini diakhiri dengan penandatanganan MOU antara sekolah dengan pihak hotel terkait kerjasama penempatan siswa training dan juga kebutuhan informasi perkembangan industri.

I Made Subrata, CHA dalam pemaparan pengenalan industri pariwisata

Project Director One GM One SMK provinsi Bali. Ketut Swabawa, menyampaikan bahwa kegiatan perdana di tahun ini mengambil 10 sekolah dulu untuk menetapkan suatu platform dan standar pendampingan yang sesuai untuk SMK. Karena dikatakannya bahwa program ini masih sangat baru dan melibatkan dua bidang yang berbeda yaitu pendidikan dan industri, sehingga peran GM di dalamnya diharapkan dapat terlibat secara positif, sesuai target serta berkelanjutan. “Sekolah lainnya masih banyak yang meminta kepada kami di IHGMA untuk didampingi, kami mohon untuk bersabar dahulu karena tujuan kita semua sama yakni membuat program ini berkualitas di segala bidang dan bermanfaat, bukan hanya sekedar program seremonial belaka. Di pusat sendiri (Jakarta) pihak Kemenpar bersama para asosiasi sedang membahas mekanisme dan standar pelaksanaannya untuk di sekolah-sekolah. Kita di Bali justru sudah selenggarakan langsung secara swadaya dengan berlandaskan profesionalisme dan semua kegiatan dilengkapi dengan dokumen Berita Acara sehingga dapat dipertanggungjawabakan kedepannya”. Lebih lanjut Swabawa juga menjelaskan bahwa pelaksanaan swadaya yang dimaksud adalah dengan memberdayakan kemampuan, keahlian, potensi serta peluang secara sendiri-sendiri sesuai kesepakatan dengan pihak sekolah. “Ini yang kami masih tunggu panduannya dari pusat, agar ada suatu panduan yang sistemis sehingga program berjalan secara standar secara nasional. Contohnya adalah tidak adanya ketentuan anggaran dana yang dipakai baik sumber maupun alokasi, sehingga selama ini kami selalu menganggap ini sebagai wujud pengabdian. Namun kami juga harus mempertimbangkan kedepannya bahwa para GM yang bertugas ini mengorbankan waktu dan tenaga selain memberikan kecerdasan intelektualitas di dalam membuat materi, melakukan penelitian dan observasi, delivery dan sebagainya” pungkas Swabawa mengakhiri penjelasannya.