Premium Semakin Langka,Konsumen BBM Pertamax Meningkat di Bali

550
VP Corporate Communication PT Pertamina, Wianda A. Pusponegoro,

Kesadaran masyarakat Bali khususnya Denpasar, Badung, Gianyar dan Buleleng  terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM ) untuk kendaraan roda dua dan empat yang berkualitas tinggi dengan kadar Oktan rendah, saat ini semakin tinggi.Hal itu terlihat semakin  ditinggalkannya BBM jenis premium.Konsumen saat ini sudah mulai menggunakan Pertamax dan Pertalite.

“  Apalagi kesadaran masyarakat yang makin baik terhadap kualitas BBM, didukung dengan disparitas harga jual relatif  kecil bisa tetap terjaga, maka Pertamina optimis Premium akan terhapus dari pasaran, “ papar VP Corporate Communication PT Pertamina, Wianda A. Pusponegoro, didampingi Marketing Branch Manager Bali & NTB, I Ketut Permadi Aryaakumara dalam acara Media Gathering Pertamina, Selasa (31/1) di Denpasar.

Secara nasional kata , Wianda ,penggunaan pertamax cenderung naik, terutama di kota kota besar seperti Denpasar, Badung, Gianyar dan Buleleng, “ Komposisi penjualan BBM Premium 30%, Pertamax 28 % dan Pertaliet 22 persen, kita yakin trend konsumen menggunakan BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax dan Pertalite di Bali akan meningkat,sesuai dengan teknologi mesin kendaraan , “ imbuh  I Ketut Permadi Aryakumara.

Walaupun mayarakat belum begitu banyak mengetahui  fungsi dan manfaa Pertamax untuk  kendaraan  berteknologi canggih,  Pertamina  terus melakukan sosialisasi ke media sosial, media online, media konvensional seperti cetak, juga media elektronik.

Menurut  Wianda Pusponegoro,  secara nasional mengakui permintaan premium terus turun. Stok premium saat ini berada di atas 22 hari dari biasanya sekitar 18 hari,” Kita akan terus  adaptif terhadap trend konusmsi masyarakat, melemahnya harga minyak mentah, memicu rendahanya harga BBM nonsubsidi, konsumen mengubah pilihannya dari  premium menjadi pertalite dan pertamax series, “ jelas Wianda.

Namun, Pertamina saat ini masih mendistribusikan Premium ke  area Bali, NTT dan NTB karena bahan bakar jenis ini masih dibutuhkan didaerah itu, termasuk Papua yang sekarang sudah menikmati harga BBM sama dengan daerah lain nya di Indonesia.

Wianda mengatakan, Pertamina tidak akan menghilangkan Premium dari masyarakat. Konsumen dipersilahkan  menentukan pilihan terhadap BBM yang akan dikonsumsi, “ Kecuali, jika kebijakan penghapusan premium harus berdasarkan keputusan pemerintah dan persetujuan DPR, “ imbuh Wianda.

Selain menawarkan BBM jenis Pertamax dan Pertalite, Pertamina  memperkenalkan Pertamax Turbo, yang khusus dikonsumsi diperuntuk bagi kendaraan bermesinTurbo seperti Ferari, atau Amborigin, “ Baru diluncurkan September lalu   pengguna BBM jenis Pertamax Turbo di Bali dan daerah lain konsumsi meningkat 45 % sekitar 134 kilo liter /hari, “ imbuh Heppy Wulandari, Area Manager Communication & Relation Pertamina Jatmbainus.Angka ini melampaui rata-rata  produk Pertamax Plus sebesar 96 kilo liter per hari.

Pertamina Optimis, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Bali yang stabil dan meningkat , pasar Pertamax Turbo dengn  memperluas jaringan distribusi kewilayah lainnya diantaranya di Bali, yang menjadi daya tarik wisatawan  wisatawan dalam dan luar negeri daya  beli masyarakat, maupun pecinta dan komunitas otomotif di Bali, yang menonjolkan sisi teknologi mesin kendaraan  canggih seperti supercharger, turbocharger, dan gasoline direct injection,BBM jenis ini menjadi solusi utama unutuk mempertahankan kemampuan dan perawatan mesin mobil bertenaga Turbo, “ Kemajuan Teknologi kendaraan saat ini, yang semakin canggih  menuntut kebutuhan bahan bakar yang  beroktan tinggi, disinilah  saat  Pertamax Turbo hadir, “ tandas Heppy. ( Nani )