Persaingan Tak Sehat Pariwisata Bali Dijual Sangat Murah Gubernur Minta Tetapkan Standar Harga

298

Ketua BPPD Lapor Gubernur
Ketua Dewan Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si atau biasa dipanggil Cok Ace, Senin( 5/6) menghadap Gubenur Bali, Made Mangku Pastika di kantor Gubernur, khusus melaporkan terkait beberapa pelaku wisata bersaing tak sehat dengan menjual paket wisata sangat murah menomor duakan kualitas, berdampak buruk bagi citra pariwisata Bali.
Dihadapan di Gubernur Bali Made Mangku Pastika, saat audensi Cok Ace menjelaskan, kekhawatiran adanya dampak pariwisata Bali, yang kualitasnya semakin menurun, “ Kendati jumlah kunjungan meningkat baik wisatawan dalam dan luar negeri,namun disayangkan adanya persaingan tak sehat dengan menjual paket wisata sangat murah, yang tentunya berdampak buruk bagi Pariwisata Bali kedepannya, “ jelas Cok Ace, didampingi sejumlah pengurus dan Stocholder BPPD Bali.
Ia mengatakan,seiring dengan peningkatan jumlah kunjungan untuk memenuhi target 15 juta wisatawan luar negeri datang ke Indonesia, pelaku pariwisata Bali dituntut untuk dapat menyediakan pariwisata berkualitas bagi para wisatawan baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,“Tetapi jika persaingan dan penjualan paket murah terus dibiarkan berlarut larut, maka jangan kaget Bali jenuh dan ditinggalkan wisatawan sebab kualitas obyek wisata dan pelayanan menurun, “ tandas Cok Ace.
Menanggapi hal itu, Gubernur Pastika didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Gubernur mendorong untuk membuat aturan atau payung hukum yang jelas terkait standarisasi harga paket wisata Bali,agar kualitas pariwisata akan terjaga,“ Saya rasa solusinya dengan membuat payung hukum terkait standarisasi harga minimum untuk paket wisata.
Standarisasi, akan digunakan sebagai patokan dasar bagi pelaku industri pariwisata dalam menjual paket wisatanya, “ Jika travel menjual harga dibawah standar yang ditetapkan, kita siapkan sanksi tegas bagi yang melanggar. Semua komponen masyarakat,baik pelaku industri pariwisata maupun para akademisi agar membuat kajian terkait standarisasi tersebut, dengan cara ini kualitas pariwisata akan dapat terjaga, “tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terror yang akhir-akhir ini banyak terjadi, terlebih Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia sehingga kondusifitas keamanan menjadi sangat penting yang harus dijaga.Gubernur mengajak pelaku pariwisata untuk bersiap siap menyambut even akbar pertemuan IMF – World Bank, yang dilaksanakan di Nusa Dua Bali Oktober Tahun 2018.
Pertemuan IMF – World Bank, rencananya diikuti oleh 15 ribu peserta,dari 158 negara di dunia. “Tahun depan kita akan melaksanakan even akbar IMF – World Bank 2018, sebuah kesempatan emas membangun pariwisata Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya.Saya minta siapkan dari sekarang promosi, pertunjukkan seni serta destinasi pariwasata yang kita miliki. Kita berikan yang terbaik bagi kemajuan pariwisata kita, “imbuhnya. ( Nani )