Peluncuran Buku, Percikan Perenungan dari Jaya Sabha dan Cacatan Delapan Windu Made Mangku Pastika Menjawab Hak Jawab

1203

Made Mangku Pastika Gubernur Bali luncurkan buku “Percikan Perenungan dari Jaya Sabha” di rumah Dinas Geburnur Bali di Jaya Sabha Denpasar, Senin(22/6), yang kebetulan bertepatan dengan hari kelahiran nya yang ke 64. Dimana buku ini merupakan tulisan singkat ekspresi emosionalnya sendiri dan kata hati nya.

Mangku Pastika mengatakan, buku ini awalnya ditulis tangan sendiri, diilhami dari situasi yang dialami dalam setiap kegiatan yang ia laksanakan.

“Suatu saat, saya yakin tulisan ini akan berguna bagi orang lain, menjadi bahan diskusi bagi para pembaca, atau paling tidak bagi diri sendiri untuk diingat.” Kata Mangku Pastika.

Mangku menambahkan, ide penulisan buku ini, berangkat dari kecintaannya terhadap rakyat Bali. Dan buku ini ditulis tidak hanya dua periode kepemimpinannya sebagai Gubernur, tetapi sejak jenjang karier di Kepolisian.

Buku Made Mangku Pastika

“Disela-sela kesibukan tugas, saya ambil pena dan menggores apa saja dalam buku kecil, yang setelah beberapa waktu terkumpul dalam lima buku. Tidak perduli berada di ruangan kerja, kediaman, di mobil dalam perjalanan, atau saat diskusi dengan staf saya selalu menyempatkan diri menggoreskan pena” tambahnya.

Karena perbedaan situasi itulah, tulisan-tulisan dalam buku ini berbeda format maupun tuturnya, kemudian sebagian kecil diedit oleh wayan Ika(Sprinya), tanpa mengurangi substansi pesan dan nilai dikandung serta dilanjutkan dengan menyusun menjadi sebuah buku yang sederhana ini.

Selain peluncuran buku Percikan Perenungan dari Jaya Sabha, juga diluncurkan buku Cacatan Delapan Windu Made Mangku Pastika Menjawab Hak Jawab, yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Samsul Wahidin, SH.,M.H., yang berisikan tentang sengketa salah satu pers di Bali dengan Mangku Pastika.

“paparan buku ini merupakan hasil kontemplasi dari dua perjalanan, yakni; sengketa salah satu Pers di Bali dengan Mangku Pastika dan apresiasi sikap Mangku Pastika yang mengganggap sengketa ini sujatinya secara substansif sudah selesai di Pengadilan Negeri(PN).” kata Prof. Samsul.

Acara peluncuran buku ini, diakhiri dengan makan malam bersama dan beramah tamah sambil menonton tayangan film dokumenter tentang Bom Bali pertama dari Negeri Sakura Jepang.(alt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here