Paul Hadiwinata Chairman PKF Indonesia: Puluhan Negara Tertarik Investasi Di Indonesia.

768

Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk  ke lima terbanyak di dunia, Indonesia menjadi tujuan invetasi paling menarik dari investor berbagai negara, seperti Eropa, Amerika, Afrika, Australia, dan Asia, dan China khususnya Infrastruktur, SDA, Pariwisata.Indonesia dinilai salah satu negara yang mampu mengubah sistem birokrasi terkait insvestasi.

Sehingga sangat penting bagi Organisasi Konsultan Akuntan Publik, yang tergabung dalam Pannel  Kerr Foster ( PKF ), menyatukan visi memberikan Adviser bagi calon Investor untuk berivestasi di Indonesia,maupun negara lainnya dimana cabang PKF berada, yang anggota ribuan Akuntan, dari 150 negara.

Dalam Conference bertema “ The Power One “ dihadiri 200 delegasi dari 150 negara,diantaranya Asia,Australia,Eoropa,Amerika dan Timur Tengah, para akuntan Publik berkumpul membahas sekaligus mempromosikan potensi investasi masing negara, acara tahunan ini berlangsung selama 3 hari ( 27- 30/9 ) di Nusa Dua Bali, di Indonesia.

Managing Patner PKF Indonesia Drs.Paul Hadiwinata CA.CPA, menjelaskan,  oraganisasi kantor akuntan dan konsultan ( PKF ), merupakan  oraganisasi nonprifit dunia yang bergerak  di bidang perhotelan,perbankan,perkebunan,pertambangan serta perdagangan, “ Terlaksananya acara ini di Bali, merupakan kebanggaan kami dari Kantor Akuntan dan Konsultan Hotel Internasional, berpusat di London Inggris,di Ketuai Sebastian Worldort, di Indonesia pusatnya di Jakarta, “ jelas Paul, yang juga Ketua PKF Indonesia.

Paul menjelaskan, puluhan dari 150 negara, yang menjadi Klien Pannel Kerr Foster (PKF) menyatakan ketertarikan berinvestasi,di Indonesia terutama industri pariwisata, terutama kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung, Bali atau Medan, “ di Bali saja ada tiga negara  menguasai investasi pariwisata, yakni Australia, Singapura dan Tiongkok,alasan mereka Indonesia tidak berbeit-belit untuk ijin usaha dibanding negara Asia,seperti Thailand dalam hal kepastian hukum, “ ungkap Paul..

Didampingi Ketua PKF International,Sebastian Wohldorf dari Jerman dan Sajjad Akhtar dari Singapura ( Ketua Asia Pacific ) dalam Global Gathering and International Meeting,di Nusa Dua, mengatakan Indonesia  negara besar dan potensi bisnis terutama di sektor pariwisata sangat luar biasa, dibanding negara tetangga Asia lainnya, “ kami dari PKF banyak mengaudit perusahaan BUMN, dan publik juga aktif berperasn memberikan pelatihan akuntasi global, bahkan berencana membuka Training Centre di Ubud, Bali, “ jelas Paul..

PKF Internasional, menilai Indonesia punya posisi penting di dunia. Maka Bali adalah tempat strategis penyelengaraan Asia Pacific meeting dan International meeeting.Anggota PKF,” Kita  memperkenalkan seluruh potensi yang ada, baik dari sisi perekonomian, usaha, perdagangan maupun pariwisata, banyak investor luar memilih Indonesia ketimbang Jepang dan Tiongkok .Minat investasi asing  tersebar di bebagai daerah, “ jelasnya.

Bonus Demografi

Terlebih tahun 2020 Indonesia nanti akan mendapatkan Bonus Demografi.Dimana  Nilai jual dari Sumber Daya Manusia, pasar yang terbuka, “ Jadi kalau investasi di Indonesia, kita memilik Sumber Daya  besar, dan generasi  muda Indonesia saat ini  sudah  memiliki fasion  kedepan  dalam memanfaatkan teknologi,” tandasnya

Berbeda dengan Jepang saat ini ada  kekhawatiran terkait  rata-rata umur mereka makin tua, sekitar lima sampai enam puluh tahun, mengakibatkan produktivitas negara itu berkurang.China pun demikian, dulu  memiliki kebijakan satu keluarga satu anak, lalu  jika memasuki  tua bagaimana ?,. Kalau Indonesia  tidak punya masalah , sebab rata-rata usia penduduk kita saat ini dua puluh delapan tahun,” jelasnya.

Pertemuan kali ini, kata Paul  tak kalah penting untuk ditonjolkan  iklim investasi dikawasan Asia Tenggara.Kendati berpotensi besar, ia mengakui, belum banyak negara didunia  memperhitungkan kemampuan dan keberadaan ASEAN dikancah internasional. Untuk itulah  PKF ingin memperkenalkan lebih jauh dan dalam, mengenai berbagai potensi yang dimiliki 10 negara anggota ASEAN, “ Posisi ASEAN berada negara ke 7 diatas Amerika, China dari segi GDP,” imbuh Paul.

PKF Indonesia memiliki 400 Profesional Stafdengan 5 kantor Cabang Se Jabotabek,  satu cabang di Surabaya, dengan 30 patner, telah mengikuti standar Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI).Khusus untuk luar negeri,PKF menjalin kerja sama dengan anggotanya, baik di Asia, Australia dan Amerika.

Penilaian terhadap perusahaan yang diaudit, mencari kewajaran mengenai laporan keuangan,,selain  bersifat mutlak,ada juga yang bersifat taksiran. Hasil audit  diberikan perusahaan akuntan publik hanya opini menyatakan laporan keuangan perusahaan itu wajar atau tidak,tergantung pengaruh  pasar saham sebagai acuan para pialang.

Sementara Sajjad  Ahtar,Ketua PKF Asia Pasifik dan Singapura mengatakan investor yang dimiliki banyak mengundang perwakilan negara  seperti Eropa,Amerika, Afrika dan Tiur Tengah. Negara ini, paling tepat paling tepat memperkenalkan Indonesia. “ Karena banyak banyak anak-anak Indonbesia menjadi modal utama mempromosikan Indonesia. Selain sudah siap penguashaan bahasa Indonesia dalam berdemokrasi kian mennjol menjamin kepastian hukum,”kata Sajjad.

Ditambahkan Jhon Simm CEO PKF, mengatakan sudah 25 tahun Indonesia menjadi brandit Internasional. “ Jika dulu investor paling berminat berinvestasi negara Eropa,tetapi sekarang negara –negara di Asia khususnya Indonesia menjadi tempat   potensi besar.Selain populasi penuduk besar,juga hampir semua daerah memiliki SDA kaya dan diminati,” kata Jhon Simm sambil menambahkan merupakan kejutan besar berkumpul bersama investor tingkat dunia yang sangat sulit berkumpul,di Indonesia khususnya di Bali, ternyata mereka datang semua. ( Nani )