Pariwisata Berkembang Positif,Isu Global Kendala Penuhi Target 20 Juta Wisman

1887

Staf Ahli Kemaritiman KemenparPariwisata terus mengalami perkembangan positif, merupakan  salah satu  pendukug sektor ekonomi  terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia.Seiring dengan itu , destinasi dan investasi pariwisata, menjadikan sektor pariwisata sebagai faktor kunci tumbuhnya nilai ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur.

Staf Ahli Menteri Bidang Kemaritiman Kementerian Pariwisata, Hari Untoro Dradjat, usai membuka Semiloka Kajian  Sektor Pariwisata Daerah Bali,Selasa ( 22/3) diselenggarakan,Udayana di Kuta,  mengatakan tak bisa dipungkiri pembangunan pariwisata di berbagai daerah  dengan segala potensi wisata , saat ini  gencar melakukan promosi  mendatangkan wisatawan.

Kontribusi pariwisata terhadap PDB Global lebih dari dua kali lipat dibanding otomotif, dan hampir 40 persen lebih besar dari industri kimia global, “ Jasa traveller  wisata bernilai tiga per empat dari sektor pendidikan, sektor perbankan, sektor pertambangan dan sektor jasa komunikasi, “ tandasnya.

Pemerintah terus mengarahkan  kebiajkan pengembangan pemasaran pariwisata untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan mancanegara, dan mendorong peningkatan wisatawan nusantara, melalui promosi  mencakup tiga produk utama,yakni wisata alam , mulai  dari wisata bahari,  ekologi, dan wisata adventure,” Untuk  wisata budaya meliputi wisata sejarah dan relegi,  kuliner dan belanja serta city tour and village, “ imbuhnya menambahkan,wisata ciptaan seperti i wisata MICE, sport tourism dan wisata kawasan.

Provinsi Bali yang memiliki 16 kawasan pariwisata, lima kawasan daya tarik wisata khusus (KDTWK), serta 151 masih menjadi andalan pemerintah untuk pengembangan wisata daerah lain sebagai tujuan  wisata, “ Hanya saja, masalah keamanan, dan kenyaman, serta isu global lainnya seperti Bom,ancaman teroris dan bencana alam,masih menjadi kendala target mendatangkan wisatawan sebesar 20 juta, “ jelas Heru.

Hari Untoro menjelaskan,konsep kepariwisataan Bali berbasis  filosofi  Tri Hita Karana (keharmonisan dan keserasian) serta pariwisata berkelanjutan, yang berpedoman pada  hubungan harmonis manusia dengan lingkungan spiritual, sosial dan lingkungan alamnya, “ Landasan kuat ini sangat dibutuhkan  untuk mengembangkan pariwisata nasional,”  Hari Untoro.

Pesona  wisata Bali  menjadi keuntungan tersendiri dalam  promosi. Pulau ini,sudah ditetapkan salah satu pintu masuk utama kunjungan wisatawan,”  BPS dan Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Kempar  dalam  Maret 2016 menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 814,3 ribu, sebanyak 740,6 ribu  diantaranya wisman reguler,  “ Pertumbuhan wisman reguler  naik sebesar 2,19 persen, dibanding Januari 2016, mereka  masuk melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 343,7 ribu wisman atau 47 persen, “ jelas Heru. ( Nani