Pariwisata Bali di Titik Jenuh Wagub.Bali Ajak Pengusaha Ber inovasi Membangun Destinasi Baru Wisata Terpadu

408

Dibangunnya 10 Destinasi wisata di berbagai daerah Indonesia oleh Kementerian Pariwisata,menjadi perhatian serius sekaligus menjadi tantangan Pemprov.Bali untuk bekerjakeras mempertahankan keberlanjutan Bali sebagai destinasi utama Indonesia dan dunia.Karena saat ini kondisi pariwisata Bali, sudah masuk pada Titik Jenuh, dan terancam kolaps.

Tidak salah Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta mempertanyakan nasib pariwisata Bali ke depan. Sebab, kata dia, tantangan terhadap industri pariwisata Bali sangat berat.Salah satunya adalah dibangunnya sepuluh destinasi wisata baru oleh pemerintah, diantaranya Lombok, Labuan Bajo, Papua, Jojga . Batam, Sumatra Utara dengan kawasan Danau Toba, dan lainnya.

Bagi Pemprov. Bali , merasakan semakin menurun kegairahan wisatawan manca negara untuk menikmati ke Indahan Bali, terlihat masa tinggal mereka ( Long Of Stay ) di Bali hanya dua hari dari  sebelumnya lima hari tiap kali berkunjung, “Jika  biasanya long of stay lima hari, sekarang cuma 2 hari, lalu mereka ke Lombok,’ ungkap Wagub. Bali I Ketut Sudikerta, disela acara   Simposium Bela Negara bertema “ Optimalisasi Peran Serta Komponen Pariwisata dalam  Upaya Bela Negara” Sabtu (18/2) di Kuta.

Ia menjelasakan, ada empat komponen Pariwisata Bali,yakni  pertama  budaya yang harus diperkokoh dan dilestarikan, bahkan dibangun kembali agar tidak punah. Tetapi  tidak hanya sampai itu, “ Sesuai dengan tuntutan jaman, Turis datang bisa saja bosan dengan  suguhan budaya,tetapi dikemas, lestarikan secara dinamis, “papar Sudikerta.

Komponen kedua menurutnya, yakni keamanan.Aspek ini menjadi prioritas bagi Bali, “ Jika  peristiwa bom meledak, demo marak, kericuhan terjadi di sana-sini, percaya lah  pariwisata Bali  tidak akan berkembang.Semua yang harus menjaga ketertiban dan keamanan,” tandas Ketua DPD Golkar ini. Komponen ketiga,pada  aspek lingkungan dan kebersihan destinasi. Bali jangan pernah bermimpi wisatawan akan berduyun duyun datang berlibur,  jika objek wisata di Bali tak terawat, terkesan kumuh.

“ Seperti Pantai Kuta dan beberapa pantai lainnya di Bali,  yang diserbu sampah kiriman,sekarang banyak sampah, lalu siapa yang bertanggungjawab ? tentu tidak hanya pemerintah, tapi semua lapisana masyarakat bersinergi menanangi  sampah terus bertebaran, “ tegas.Karena ia melihat kurang gencarnya  stakeholder pariwisata menangani  sampah.

Sedangkan Komponen keempat,adalah aspek kesehatan. Pemrov. Bali berharap  tidak ada lagi   muncul wabah penyakit,diare, rabies dan lainnya, “ Saya mengajak sekaligus menantang,  harus ada terobosan baru dari pariwisata Bali, jangan  tinggal diam seperti ini saja, “  kata Sudikerta, menegaskan,kondisi Bali yang sudah titik jenuh dimanfaatkan untuk menggali potensi pariwisata lebih unik dan menarik ke depan.

Sudikerta menyarankan kepada pelaku industri pariwisata,agar menciptakan inovasi baru bagi tumbuh dan kembangnya destinasi yang tak membosankan bagi wisatawan. Sebab,selama ini, 80 persen PAD Bali dihasilkan dari sektor pariwisata. Jika keempat komponen  diabaikan, ia yakin pariwisata Bali bakal terjun bebas semakin tajam, “ Solusinya bagaimana ,  agar pariwisata Bali kembali bergairah,  yakni membangun destinasi baru dan memperbaiki destinasi yang telah ada. Jika tidak, Wagub Bali, memprediksi beberapa tahun lagi pariwisata Bali bakal kolaps.

Ia pun  menawarkan kepada investor,atau PHRI untuk mengelola lahan milik Pemprov Bali seluas 60 hektar di Bali bagian Barat, “ Silahkan bangun kawasan terpadu destinasi wisata, seperti  hotel, spa, lapangan golf dan fasilitas penunjang lainnya, agar wisatawan akan ke sana. Kita tidak boleh kalah dari daerah lainnya, “ jelas Sudikerta,

Namun ia juga tidak memungkiri,Bali mengalami peningkatan signifikan dari aspek pemasukan. Seperti pendapatan dari Indonesia Tourims Developmen Coorporate ( ITDC – Sebelumnya BTDC ) yang tiap tahunnya hanya Rp 800 juta, sekarang meningkat menjadi Rp36 miliar pertahun.Sumbangan Bali terhadap devisa negara juga meningkat tajam dari Rp41 triliun menjadi Rp 49 triliun, “ Dari jumlah itu, yang kembali dinikmati Bali senilai Rp 900 miliar saja,tahun ini saya ingin  tingkatkan menjadi Rp 2,5 triliun, yang bisa diterima Bali, “ terang Sudikerta.

Menurutnya, jika dari total devisa dari Bali,  diberikan 30 persen, maka sangat  banyak rakyat Bali mampu  meningkatkan taraf kesejahteraannya. Infrastruktur terbangun dengan baik,” Maka saya berharap masih dipercaya dan diberi kesempatan lima tahun lagi memimpin Bali,” Harap  Sudikerta, yang sudah mendeklasrikan dirinya menjadi Cagub. pada Pilkada tahun 2018 nanti.

Sementara itu, Ketua Forum Bela Negara Bali, Agustinus Nahak berharap komponen Pariwisata mau bekerja keras untuk meningkatkan kinerja mereka, “ Banyak sektor  pariwisata yang dikuasai warga asing,Pariwisata harusnya  memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal, misalnya General Manager hotel, coba isurvei, mayoritas orang luar semua, jarang orang lokal, “ jelas Agustinus, menambahkan di bisnis Travel, Guide dan penginapan hampir semua orang asing.Sedangkan warga lokal jadi pengantar atau supir, “ Semua harus dibenahi, karena potensi kerja dipariwisata merupakan aset menuju kesejahteraan rakyat, “ imbuh Agustinus.( Nani )