Panorama Indah Jembatan Ampera Hipnotis Wisatawan

2197

PALEMBANG – Jembatan Ampera yang merupakan ikon Kota Palembang, Sumatera Selatan memang menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang datang ke Kota Wong Kito itu. Baik masyarakat lokal maupun pendatang banyak yang mengunjungi Jembatan Ampera pada malam hari, karena sorotan dari lampu jembatan yang memberikan panorama indah di mata para pengunjung.

 Jembatan dengan panjang 224 meter, lebar 22 meter, dan tinggi 63 meter ini melintasi Sungai Musi yang menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Keistimewaan dari Jembatan yang dibangun pada April 1962 ini pada bagian tengah jembatan dapat diangkat ke atas sehingga kapal yang lewat dapat melintasi jembatan tersebut. Namun pada Tahun 1970 pengangkatan pada bagian tengah jembatan tidak dilakukan lagi, karena dikhawatirkan akan mengganggu perlintasan kendaraan di atas jembatan.

 Ampera sendiri merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat. Sebelumnya pada 1965, awal digunakannya jembatan ini diberi nama Bung Karno. Sampai pada saat terjadi guncangan politik pada Tahun 1966 ketika gerakan anti Soekarno sedang ramai maka nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

 Selain itu, yang membuat menarik saat mengunjungi Jembatan Ampera adalah pelataran di bawah jembatan yang dulunya sebagai pasar kini sudah direalisasikan sebagai taman. Dari taman inilah biasanya pengunjung datang untuk berfoto atau sekadar berbincang dengan kerabat.

 Benteng Kuto Besak (BKB) yang berada di depan taman juga menjadi daya tarik wisatawan sebagai destinasi wisata malam di Kota Palembang. Jembatan berwarna merah tersebut sempat menjadi pusat perkumpulan masyarakat untuk melihat fenomena Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016 lalu.

 jembatan amperaBagi traveler yang ingin berwisata ke Palembang, Sumatera Selatan jangan sampai melewati malam di Jembatan Ampera. Selain itu kalian juga bisa menyantap kuliner khas Palembang, seperti pempek dan martabak har.Nisa