Monumen Nasional, Monumen Sejarah Ikon Ibu Kota

yang tidak diketahui tentang monas

2334
Monas- Jakarta

BALIINSPIRASI.COM, JAKARTA – 17 Agustus 2015 lalu Indonesia baru saja merayakan hari kemerdekaan ke-70. Selain menggelar upacara penaikan bendera, tak sedikit masyarakat Indonesia yang mengenang kembali jasa para pahlawan kemerdekaan dengan berbagai perayaan. Ada yang merayakan dengan berbagai macam lomba, ada juga yang datang ke temapat-tempat wisata yang menyimpan cerita pada masa penjajahan hingga kemerdekaan masa lalu.

Salah satu wisata di Jakarta yang hingga kini masih menarik minat wisatawan untuk mengetahui sejarah Indonesia adalah Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan Monas. Monumen yang di puncaknya terdapat lidah api yang terbuat dari 14,5 ton perunggu dengan tinggi 14 meter, berdiameter enam meter dan dilapisi emas seberat 50 kilogram ini terletak di tengah pusat Ibu Kota.

Sebelum tiba di puncak Monas, para pengunjung akan diperlihatkan kurang lebih 51 diorama yang berada di Ruang Museum Sejarah yang mengabadikan perjuangan bangsa Indonesia sampai jama Orde Baru, di antaranya diorama pembacaan teks proklamasi oleh Presiden Soekarno, diorama Hari Kesaktian Pancasila, Gerilya Mempertahankan Kemrdekaan, Digul, dan Pembebasan Irian jaya.

Selain diorama, Monas juga memiliki Ruang Kemerdekaan yang didekorasi seperti theater, di ruangan ini terdapat empat atribut kemerdekaan Indonesia, seperti Lambang Garuda sebagai Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika, peta Indonesia, bendera merah putih sebagai bendera pusaka yang asli dijahit oleh Ibu Fatmawati, dan naskah Proklamasi yang disimpan di ruang khusus. Di dalam ruangan ini juga pengunjung dapat mendengar lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan rekaman suara Ir. Soekarno saat membacakan teks Proklamasi.

Tinggi Monumen Nasional dari halaman hingga puncak lidah api mencapai 132 meter. Jika ingin mencapai puncak para pengunjung akan menaiki lift terlebih dahulu, karena lift yang disediakan hanya satu, maka pengunjung diharapkan sabar untuk mengantri. Dari puncak Monas ini dapat terlihat lima wilayah DKI Jakarta dengan menggunakan teropong.

“Iya nih, ngantri hampir satu jam. Padahal ini bukan weekend tapi penuhnya sampai kayak gini. Saya datang dari Bandung, ke sini karena penasaran sama puncak Monas kayak gimana, katanya dari atas puncak ini bisa lihat ke lima wilayah Jakarta,” ujar Ranthi salah satu pengunjung.

Monas dapat dikunjungi dari hari Selasa sampai Minggu pada pukul 08.00-15.00 WIB, dan pada Senin monumen ini ditutup. Untuk masuk ke pelataran cawan, wisatawan cukup membayar tiket masuk Rp 5.000,- sedangkan sampai pada pelataran puncak tiket masuk yang harus dibayar Rp 15.000,-.

Jika pengunjung datang menggunakan transportasi kereta api bisa turun di Stasiun Juanda lalu jalan ke arah Monas dan masuk lewat pintu timur. Jika membawa kendaraan pribadi pengunjung dapat langsung masuk melalui pintu utama.