Menggagas Kampung Budaya di Kota Malang

Oleh: Ki Demang (Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang)

787

Peran serta Masyarakat

Cerita sejarah ini harus ditangkap oleh masyarakat sekitar bahwa keberadaan situs-situs budaya di Polowijen sudah semestinya dapat membangkitkan ekonomi kreatif sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang menjadi khasanah dan referensi pengembangan pariwisata di Kota Malang.

Sentra-sentra industri kreatif seperti kerajinan topeng, gerabah, seni pahat, desain, fashion, handycraft, seni pertunjukan serta kuliner dapat tumbuh seiring dengan meningkatnya sosialisasi dan informasi keberadaan situs Polowijen.

Dalam konteks ini, masyarakat harus bangkit untuk membangun gerakan budaya, mulai dari budaya berkesenian, budaya kerja kreatif, budaya hidup sehat, budaya lingkungan bersih, budaya gotong-royong, budaya kerja yang menjadi inti dan ruh kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat tak cukup mengerti cerita kebesaran dan kejayaan kampung Polowijen. Lebih dari itu, masyarakat perlu membangun kembali kesadaran masyarakat tentang arti penting berkebudayaan sehingga dapat menggali potensi, membangkitkan ekonomi, memunculkan inspirasi dan kreasi-kreasi baru yang menarik sebagai salah satu upaya melestarikan warisan sejarah, kebudayaan dan wisata budaya di Polowijen.

sumber : republika.co.id