Mengenal Kesenian Tradisional Di museum Wayang

2212

Mengenal Kesenian Tradisional di Museum Wayang

JAKARTA – Indonesia memang banyak menghasilkan karya budaya dan beberapa di antaranya  sudah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO. Salah satu karya budaya Indonesia adalah wayang yang pada Tahun 2003 ditetapkan UNESCO sebagai perwakilan warisan budaya takbenda. Wayang merupakan pertunjukkan seni yang terbuat dari bahan kulit atau kayu dan dimainkan oleh seorang dalang.

Wayang-wayang tersebut memiliki berbagai karakter dari tokoh-tokoh cerita perwayangan, seperti cerita pada Mahabarata dan Ramayana. Untuk menambah atmosfer dari pertunjukkan wayang, seorang dalang dibantu oleh sinden dan para pemain musik gamelan. Wayang sendiri awalnya diperuntukkan berkomunikasi dengan roh leluhur, namun saat ini wayang berkembang menjadi sarana hiburan, pendidikan, dan ajaran moral.

Pertunjukkan wayang biasanya digelar saat ada kegiatan seni budaya. Namun jika ingin melihat koleksi wayang masyarakat dapat mengunjungi MuseumWayang yang terletak di pelataran Museum Fatahillah atau yang dikenal dengan Kota Tua di Jalan Pintu Besar Utama Nomor 27, Jakarta Barat. Museum wayang ini diresmikan oleh Gubernur Jakarta Ali Sadikin pada 13 Agustus 1975.

Museum Wayang ini menyimpan berbagai jenis wayang, seperti Wayang Kulit Tokoh Gatotkaca, Wayang Kulit Bali, Wayang Golek Sunda, Wayang Kardus, Topeng, Boneka Si Gale-Gale, Boneka Si Unyil, Gundala-Gundala, Gamelan, dan berbagai koleksi wayang lainnya yang mencapai kurang lebih 4.000 wayang dari berbagai daerah. Selain wayang, museum ini juga menyimpan peralatan perwayangan.

Museum Wayang ini ramai dikunjungi setiap Selasa-Minggu mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Untuk melihat koleksi wayang pengunjung akan dikenakan tiket masuk Rp 5.000,- untuk dewasa, dan Rp 2.000,- untuk anak-anak.

Wanti, salah satu pengunjung mengaku datang ke museum wayang karena ingin mengisi waktu luang dengan melihat koleksi wayang di museum ini. “Sebelumnya saya sudah pernah ke sini, namun baru masuk di Museum Fatahillah saja. Ini baru ada kesempatan buat masuk ke Museum Wayang. Awalnya sih karena penasaran sama wayang dan pengin banget nonton pementasan wayang,” ujarnya.

Pementasan wayang bukan saja berupa kesenian tradisional, namun juga sebagai wadah pembelajaran dan media filsafah hidup. Banyak ilmu mengenai kehidupan sosial yang disampaikan dari pementasan wayang.Ns