Home Budaya Lebih Dekat Dengan Indahnya Keseragaman Desa Penglipuran

Lebih Dekat Dengan Indahnya Keseragaman Desa Penglipuran

3170
Desa Wisata Penglipuran Bangli,Bali
Desa Wisata Penglipuran Bangli,Bali

Lebih Dekat dengan Indahnya Keseragaman Desa AdatPenglipuran
Ada banyak sekali tempat indah di Bali yang dapat dipilih untuk menghabiskan waktu. Biasanya pemilihan tempat ini juga berkaitan dengan ketertarikan pengunjung untuk mengenal Bali dari sudut pandang tertentu. Salah satu sudut pandang indah yang patut dinikmati tentu saja “budaya Bali”. Pulau kecil ini punya berbagai macam budaya unik. Bahkan dari satu daerah dengan daerah lainnya yang berdekatan bisa menyajikan suasanayang berbeda. Salah satu pemandangan uniknya budayayang dapat kita nikmati adalah “Desa Penglipuran”.
Desa adat Penglipuran terletak di Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini dekat dengan objek wisata Gunung Batur dan untuk mencapainya kira-kira membutuhkan waktu dua jam dari Kota Denpasar. Tiket masuk ke desa wisata ini juga relatif murah, yaitu Rp 7.500,- untuk pengunjung domestik dan Rp 10.000 untuk pengunjung mancanegara.
Mula-mula pengunjung akan disambut oleh gapura selamat datang. Di desa ini juga sudah menyediakan lahan parkir yang cukup luas. Pemandangan selanjutnya yang Anda akan temukan adalah “balai banjar” yang bentuknya tidak jauh berbeda dengan balai banjar di daerah Bali lainnya. Di balai banjar ini kerap kali diadakan latihan bermain gamelan dan pementasan kesenian.
Lalu, pengunjung dapat memilih rute yang dikehendaki. Rute ke kiri berakhir di Tugu Pahlawan dan rute ke kanan berakhir di kawasan hutan bambu yang cukup rimbun serta sejuk. Di area Tugu Pahlawan terdapat beberapa makam pahlawan yang berasal dari Bangli, juga beberapa patung pahlawan. Satu hal yang perlu dikembangkan dari bagian ini adalah adanya Guide untuk menjelaskan atau papan informasi mengenai tugu pahlawan ini. Hal ini akan membantu pengunjung untuk lebih menghayati suasana dan mengenal lebih jauh sejarah Bali.
Di sepanjang rute, baik kanan maupun kiri terdapat rumah-rumah warga yang berjejeran dan seragam. Inilah salah satu hal unik dari Desa Panglipuran, dimana bagian depan rumah-rumah warga disini memili bentuk bahkan warna cat yang sama. Kemudian, ketika memasuki area rumah juga masih ada bagian-bagian yang masih kental masa lampaunya, seperti dapur. Selain itu, hal unik lainnya adalah antara satu rumah dan rumah lainnya terhubung oleh jalanan kecil di samping rumah.
Warga di desa ini sudah sangat terbuka oleh kedatangan wisatawan. Di beberapa tempat kerap kali digelar aksi pementasan kesenian, bahkan anak-anak pun juga dilibatkan. Keramahan juga terlihat karena warga disini biasanya duduk di depan rumah dan mempersilakan pengunjung untuk masuk serta melihat-melihat bagian dalam rumah. Warga juga begitu terbuka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung. Keterbukaan inilah yang mengundang beberapa sekolah atau rumah belajar membawa anak-anak untuk study tour ke Desa Wisata Penglipuran ini. Dari observasi maupun proses tanya-jawab dengan warga, pengunjung dapat memperoleh banyak informasi mengenai perkembangan budaya di desa ini.
Dijadikannya Desa Adat Penglipuran sebagai desa wisata mendorong peningkatan pendapatan warga. Biasanya di setiap rumah menyediakan berbagai kerajinan khas Bali untuk oleh-oleh. Harganya pun relatif murah dan sesuai dengan kualitas barang yang dijual. Pengunjung juga dapat menikmati jajanan khas Bali, loloh cem-cem, dan santapan lainnya dengan harga yang murah.
Desa Adat Penglipuran sebagai desa wisata menunjukkan pada kita bahwa budaya tradisional dapat eksis hingga kini walaupun banyak hal-hal modern yang mewarnai kehidupan. Bahkan, budaya ini menjadi hal yang sangat unik dan dipilih banyak orang untuk berwisata. Jadi, bukan hal yang perlu dipertanyakan lagi bahwa kita harus mengenal dan menjaga budaya tradisional yang kita miliki agar kekayaan ini tidak pudar dan generasi berikutnya dapat belajar bahkan mengembangkannya.
Salam budaya! (np)