Launching Hakteknas Di Bali

3

Bali Inspirasi.Launching Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 akan diselenggarakan di Denpasar Bali, 21 Februari 2019 di Lapangan Niti Mandala Renon (Pusat Pemerintahan Denpasar) Kota Denpasar, Provinsi Bali. Launching akan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menristekdikti Mohamad Nasir dan Gubernur Bali I Wayan Koster, penabuhan gendang baleganjur, pelepasan balon udara bertuliskan Hakteknas Ke-24, pemutaran perjalanan Hakteknas dan dilanjutkan dengan senam bersama Poco Poco dan Maumere yang diikuti 50 ribu lebih mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Bali dibawah koordinasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII.
Hakteknas ke-24 tahun 2019 ini mengambil tema “Iptek Dan Inovasi Dalam Industri Kreatif 4.0” dengan sub tema “Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa” dengan tagline : “Inovasi, Bangun Bangsa”. Dari tema ini, kami menterjemahkan dengan rangkaian kegiatan Hakteknas diantaranya Bakti Inovasi, Gerak Jalan Sehat, & Lomba, Kegiatan Ilmiah, Talkshow Series (Tv & Radio), Welcome Dinner, Acara Punca Malam Apresiasi, Anugerah Inovasi, Pameran Inovasi Anak Negeri (Eye Catching) dan Ritech Expo.
Menristekdikti Mohamad Nasir menjelaskan, Provinsi Bali dipilih karena memiliki potensi wisata, budaya, industri kreatif, enterpreneur, dan berkelas internasional. Ini cocok untuk dan sesuai dengan tema yang diambil terkait pengembangan industari kreatif 4.0 untuk kemendirian dan daya saing daerah.
Mohamad Nasir menjelaskan, pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan, adalah suatu bentuk usaha guna mendorong terwujudnya iklim inovasi daerah yang semakin maju. Ini adalah untuk ketiga kalinya gelaran peringaan Hakteknas dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Sebelumnya Hakteknas digelar di Pakanbaru (2018) dan Makassar (2017). Produk-produk utama yang ditampilkan, adalah produk inovasi teknologi tepat guna yang siap diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hadirnya RiTech Expo, diharapkan inovasi dapat menjadi budaya dan solusi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.
Rangkaian acara launching Hakteknas ke-24 tahun ini akan dimulai dengan senam 50 ribu mahasiswa se-Bali di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar. Selain itu juga akan diisi persembahan tari daerah Bali, laporan Ketua Panitia Jumain Appe, sambutan Gubernur Bali I Wayan Koster, arahan dan kuliah umum oleh Menristekdikti Mohamad Nasir.Haktekteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Hakteknas merupakan tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia, yang diawali dengan penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Hasil karya anak bangsa ini menjadi bukti bahwa negara kita telah berhasil mengembangkan jiwa Iptek yang inovatif yang kemudian menghasilkan produk inovasi nasional yang membanggakan sampai ranah internasional. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menanamkan perhatian, minat, dan kesadaran seluruh komponen bangsa terhadap pengembangan iptek dan inovasi dalam pembangunan nasional yang berkesinambungan.
Peringatan Hakteknas diselenggarakan untuk menghargai seluruh komponen bangsa dalam menguasai, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, membangkitkan daya kreasi dan inovasi anak bangsa serta menunjukkan keberhasilan dan prestasi anak bangsa yang membanggakan di bidang iptek dan inovasi berbasis digital yang dihasilkan oleh lembaga litbang, perguruan tinggi, dunia usaha/industri dan komunitas atau pegiat Iptek dan inovasi.
Puncak acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 akan digelar di Denpasar Bali, pada 8 Agustus 2019. Acara puncak ini harusnya dilaksanakan pada 10 Agustus 2019, namun karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha pada 11 Agustus 2019, sehingga acaranya dimajukan. Di setiap peringatan Hakteknas, Kemenristekdikti selalu mengangkat dan mengelorakan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa. Prinsip-prinsip inovasi: seperti better, cheaper, faster tanpa melupakan kualitas dan keunikan sumber daya kita yang dikembangkan dengan memanfaatkan Iptek, yang memungkinkan kita untuk masuk kedalam persaingan global. Dengan terus menggelorakan inovasi diharapkan Indonesia menjadi negara maju, modern, dan sejahtera.

Hakteknas ke-24 pada dasarnya menggaris bawahi pentingnya peran iptek dan inovasi di bidang industri kreatif 4.0 sebagai ujung tombak penentu kemandirian dan daya saing bangsa. Beberapa ciri penting dari sebuah negara yang mandiri dan berdaya saing tergambar dari ciri inovatif yang dimiliki seperti tingkat produktivitas yang tinggi, pemasaran produk yang murah dan cepat, pelayanan administrasi publik yang transparan, terintegrasi dan efektif, namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan dan sumber daya alam yang dimiliki. Meningkatnya kemandirian bangsa pada gilirannya akan mengantarkan Bangsa Indonesia yang berdaya saing dan akan menganggkat harga diri serta kedaulatan bangsa sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Perkembangan teknologi Indonesia tumbuh dengan pesat menjadi negara nomor 2 di wilayah ASEAN. Seiring berkembangnya kemampuan infrastruktur pendidikan seperti perguruan tinggi dan lembaga litbang pemerintah maupun swasta khususnya dalam menginisiasi dan mengakselerasi riset pengembangan dan kemampuan melakukan transfer dan difusi teknologi tinggi. Salah satu tolok ukur yang dapat digunakan adalah jumlah paten yang terdaftar. Data yang kami dapatkan dari tahun 2014 sampai dengan Mei tahun 2018 paten Inventor Indonesia sebanyak 4579 Paten pertumbuhannya terus kami dorong melalui berbagai program pendanaan riset. Selain itu kebijakan yang kami lakukan adalah mendorong hal lain selain paten yang terdaftar juga hasil riset yang termuat pada jurnal ilmiah Internasional dan Nasional, yang sampai tanggal 19 Juli 2018 jumlah hasil Publikasi Internasional sebanyak 14.459, hampir sama dengan jumlah publikasi dari negara Malaysia yaitu sebesar 14.952. (sumber: Ditjen Risbang Kemenristekdikti)
Riset teknologi di negara maju didukung penuh oleh para pelaku industri. Sedangkan di Indonesia, dukungan pelaku industri terhadap riset teknologi masih terus optimalkan. Di negara maju, anggaran riset iptek sebesar 80 persen industri, 20 persen pemerintah. Di Indonesia terbalik, 75 persen pemerintah, dan 25 persen industri. Berarti pengeluaran pemerintah masih relatif kecil, hanya 0,2 persen dari total APBN. Anggaran riset kita yang hanya 0,21 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) akan terus kita tingkatkan hingga mencapai kondisi ideal sejajar dengan negara maju lainnya. Hal ini secara langsung akan mengakselerasi tumbuhnya minat peneliti dan kemampuan mengadaptasi teknologi modern.
Pemerintah mendorong peran dan fungsi pendidikan tinggi dan lembaga litbang untuk meningkatkan proses inovasi teknologi melalui kelembagaan manajemen inovasi sebagai resultansi darai fungsi intermediasi, capacity building, program dan pendanaan riset dan inovasi. Fungsi-fungsi layanan perguruan tinggi dan lembaga litbang terus dikembangkan berupa: pelayanan data dan informasi hasil invensi; pendampingan teknis, konsultansi, sosialisasi, informasi dan promosi hasil riset dan pengembangan; komersialisasi hasil riset dan pengembangan; hak kekayaan intelektual, pelatihan, pengalihan hak atas paten, penerbitan lisensi, dan perumusan imbalan; pelayanan publikasi hasil riset dan pengembangan; pengembangan sumber daya manusia dan sertifikasi profesi; pembentukan konsorsium inovasi, pengembangan jaringan dan koordinasi antara perguruan tinggi dan industri; pembinaan dan pengembangan inkubasi kewirausahaan; sertifikasi dan standardisasi; dan fasilitasi akses pembiayaan.
Mendorong kolaborasi, peran dan sinergi para aktor inovasi teknologi quruple helix (ABG+C: pemerintah, pendidikan tinggi, industri/dunia usaha dan masyarakat) untuk mempercepat, mengakselerasi atau menghilirisasi hasil-hasil riset PT/Lembaga litbang agar dapat dimanfaatkan secara komersial untuk meningkatkan perekonomian, daya saing, dan kesejahteraan bangsa.
Peringatan Hakteknas senantiasa diadakan kegiatan ilmiah internasional baik dalam bentuk temu ilmiah, seminar, workshop maupun simposium yang dihadiri oleh perwakilan nagara-negara Asia, Eropa dan Afrika namun Hakteknas ke-24 di Bali, perspektif dan lingkup kegiatannya lebih modial dan global. Selain ingin berbagi informasi dan pengalaman empirik khususnya pengembangan jaringan linkage difusi dan transfer teknologi juga diharapkan terealisasinya nota kesepahaman baik bilateral maupun multilateral diantara negara-negara yang diundang, khsusnya di lingkup ASEAN.
Dalam lingkup ASEAN, Indonesia memiliki peran strategis dalam mewujudkan konsep kerjasama industri dan perdagangan bebas antar negara-negara ASEAN. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Comunity (AEC). MEA akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal yang membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi, mempercepat regional di sektor prioritas, memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan berbakat dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN sebagai langkah awal untuk mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN, dimana terbina prinsip-prinsip terbuka, berorientasi ke luar, inklusif, dan berorientasi pasar ekonomi yang konsisten dengan atural multilateral serta kepatuhan terhadap sistem dalam melaksanakan komitmen ekonomi yang efektif berbasis aturan.bali inspirasi.