KPEI Menyediakan Fasilitas Layanan Pinjam Meminjam Efek (PME) untuk Pelaku Pasar Modal

3

Bali Inspirasi.Denpasar-Bali,KPEI FASILITASI LAYANAN PINJAM MEMINJAM EFEK DI PASAR MODAL INDONESIA 26 September 2019

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan likuiditas pasar modal, KPEI menyediakan fasilitas layanan Pinjam Meminjam Efek (PME) untuk pelaku pasar modal. Layanan PME adalah kegiatan pinjam-meminjam suatu efek antara pemilik efek sebagai pemberi pinjaman (lender) dengan pihak yang membutuhkan efek sebagai penerima pinjaman (borrower), dimana KPEI akan berperan sebagai fasilitator dalam transaksi Pinjam Meminjam tersebut.

Fasilitas ini merupakan salah satu dari sembilan rekomendasi yang diajukan kelompok G30 sebagai metode yang perlu didukung untuk proses penyelesaian transaksi efek. Penyediaan layanan ini didasari adanya kebutuhan pilihan dalam menghindari kegagalan dalam penyelesaian transaksi bursa sebagaimana tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 26/POJK.O4/2014 tentang Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa.

 

Penggunaan jasa layanan Pinjam Meminjam Efek sebagai salah satu cara dalam menghindari kegagalan juga tercantum dalam Peraturan KPEI Nomor II-5 tentang Kliring Dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa Atas Efek Bersifat Ekuitas. Penjelasan lebih rinci mengenai layanan Jasa Pinjam Meminjam Efek sendiri dituangkan dalam Peraturan KPEI Nomor II-10 tentang Jasa Pinjam Meminjam Efek.

Layanan yang telah diluncurkan sejak tahun 2001 ini telah dimanfaatkan oleh Anggota Kliring (AK) dalam mendukung penyelesaian transaksi bursa.

 

AK berperan sebagai borrower dengan melakukan peminjaman saham untuk menghindari risiko tidak dapat menyerahkan saham pada tanggal penyelesaian. Untuk mengantisipasi kegagalan, borrower akan diminta untuk menyerahkan agunan sebagai jaminan atas efek yang dipinjamkan.

Sementara itu, AK yang bertindak sebaga’i lender dapat memperoleh manfaat, antara lain tambahan pendapatan dari efek yang berada dalam posisi idle dan mengurangi potential loss saat harga saham sedang turun. Selain itu, walaupun posisi efek sedang dipinjamkan, pihak lender tetap akan memperoleh pendapatan utama atas kepemilikan saham yaitu dividen (manufactured).

Melalui fasilitas layanan PME, KPEI memastikan seluruh proses transaksi yang dilakukan memenuhi standar yang berlaku dan menjamin proses pengembalian atas efek yang dipinjamkan. Jika sampai terjadi kegagalan dalam pengembalian efek, KPEI akan memberikan kompensasi kepada lender sebesar 125% dari nilai pinjaman. Dengan adanya dasar hukum yang kuat, KPEI memastikan transaksi dapat dilakukan secara efisien dan termonitor dengan baik.

Sebagai provinsi dengab jumlah Investor SID terbanyak ke-8, dengan jumlah 20.430 investor. Bali, menjadi salah satu area potensial untuk menggunakan pelayanan PME di Indonesia. Bagi Investor yang ingin memanfaatkan layanan ini, dapat menghubungi Anggota Kliring terkait.

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I, Lantai 5 1h. Jenderal Sudirman Kavling 52-53
Jakarta 12190 Indonesia
Telp: +62.21.515 5115; 515 5125
Fax: +62.21.515 5120
www.kpei.co.id

 


Sosialisasi KSEI di Denpasar Pengembangan dan Pencapaian KSEI .Denpasar. 26 September 2019 -Setelah sukses menyelenggarakan sosialisasi Fasilitas AKSes (Acuan Kepem‘ kan Sekuritas) di kota Banjarmasin dan Padang, PT Kustodian Sentral Efek Induma (KSEI) bekeljasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyelmggarakan rangkaian keglatan sosialisasi dengan menyambangi kota Denpasar.

Kegiatan ini bettujuan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKSes yang merupakan fasiitas ped‘ndungan investor Pasar Modal Indonesia juga memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur dan pencapaian KSEI.

Sesuai data KSEI per akhir Agustus 2019, Provinsi Bali menempati urutan ke-8 untuk jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia yaitu 20.430 investor. Dari jumlah tersebut temtat sebanyak 10.007 investor berdomisili di kota Denpasar. Adapun jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Agustus 2019, telah mencapai sekitar 2.123.283 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Amrizal An‘ef, Kepala Unit Pengembangan Layanan KSEI, dalam diskusi bersama Wartawan menjelaskan, ‘Beberapa pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia dan kami bemarap hal ini dapat meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi serta menan‘k minat investor baru untuk berinvestasi di pasar rnodal,‘ ungkap Amrizal.

Dalam sosialisasi kali ini. KSEI ingin memfokuskan mengenai Fasilitas AKSes Next Generation (AKSes Next-G) yang telah diimplementasikan. Pengembangan AKSes Next-G meliputi proses log-in yang mudah, cukup dengan menggunakan alamat email. Pengguna AKSes Next-G pun tidak terbatas pada investor saja tetapi juga masyarakat secara umum. Perubahan lain pada AKSes Next-G terdapat pada laman Beranda/Home yang Iebih dinamis dengan informasi yang Iebih menan‘k dengan menampilkan running trade, aktivitas pasar modal, dan headine berita/artikel terkait pasar modal.

Sebagai informasi. sepanjang tahun 2018 KSEI telah merampungkan beberapa pengembangan seperti implementasi C-BEST Next-G, sistem untuk aktivitas penyimpanan dan penyelesaian transaksi Efek di pasar modal, yang dikembangkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. Kapasitas sistem KSEI generasi terbaru tersebut meningkat 6 kali lipat dan mampu menangani hingga 3 juta investor.

KSEI juga mengambil peran penting dalam implementasi perubahan siklus penyelesaian transaksi yang sebelumnya 3 harl (T +3) menjadi 2 hari (T+2). yang mulai diterapkan pada perdagangan Bursa per tanggal 26 November 2018. Peran KSEI sangat penting dalam proses tersebut karena penyelesaian transaksi pada tanggal 28 November 2018 merupakan penyelesaian transaksi gabungan atas perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+3 hari terakhir. yaitu harl Jumat (23 November 2018) dan perdagangan dengan siklus Penyelesaian T+2 hari pertama pada hari Senin (26 November 2018). Double Settlement pada tanggal

28 November 20181elah sukses dllaksanakan KSEI tanpa kendala yang berarti.

Beberapa pengembangan Iain juga tengah dilakukan KSEII diantaranya inisiasi simpliflkasi pembukaan Rekening Efek (RE) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) sesuai dengan arah pengembangan sektor jasa keuangan Indonesia yang tercantum dalam master plan sektor jasa keuangan Indonesia tahun 2015-2019.

Tujuan program kerja ini dilakukan agar pembukaan RE dan RDN lebih mudah, cepat dan menjangkau lokasi yang lebih luas, sehingga investor dapat segera melakukan transaksi di pasar modal. KSEI telah memulai inisiatif ini sejak tahun 2016 dengan target awal adanya pedoman untuk penggunaan aplikasi elektronik dalam pembukaan rekening serta adanya pedoman untuk pembukaan RE agar dapat dilakukan melalui cabang-cabang Bank Administrator RDN. Tahap selanjutnya akan dilakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung mekanisme simplifikasi pembukaan RE dan RDN melalui AKSes Financial Hub di tahun 2019.

Saat ini, KSEI sedang mengkaji kemungkinan diterapkannya full dematerialisasi di pasar modal Indonesia. Untuk inisiatif strategis yang terakhir, berupa Layanan KYC Administrator Agent, KSEI telah memulai kajian pembuatan platform penyimpanan data KYC yang tersentralisasi dan dapat digunakan oleh Pelaku Jasa Keuangan (PJK) untuk sharing informasi KYC sehingga kualitas data nasabah menjadi lebih baik. Saat sini, masih terdapat pula pengulangan proses KYC untuk investor yang sama pada PJK yang berbeda.

Adapun insiatif KSEI yang lain yaitu e-proxy dan e-voting platform, yang dimana agar proses RUPS dapat berjalan eflsien dan efektif diantara pihak-pihak terkait, salah satunya memberikan kuasa untuk menghadiri RUPS dan memberikan hak suara melalui e-proxy dan e-voting platform. Untuk pengembangan tersebut, KSEI telah menunjuk Central Securities Depository (CSD) of Turkey MKK (Merkezi Kayit Kurulusu) sebagai mitra untuk melakukan pengembangan e-proxy and e-voting platform.

Dengan berbagai pencapaian dan pengembangan tersebut, KSEI kembali meraih Marquee Award sebagai The Best Central Securities Depository in Southeast Asia in 2018 versi Alpha Southeast Asia, yang sebelumnya juga pernah diraih di tahun 2016. Secara garis besar, tujuan rencana jangka panjang KSEI adalah membangun kapasitas dan kapabilitas perusahaan yang setara dengan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian di tingkat regional dalam menghadapi tantangan globalisasi, mendukung perkembangan industri pasar modal, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pemakai jasa KSEI.bali inspirasi