Kota Tua Jakarta Siap Jadi Warisan Budaya Versi UNESCO

2782

JAKARTA – Keunikan Wisata Kota Tua Jakarta menjadikan nya destinasi wisata yang siap dicanangkan sebagai warisan budaya versi UNESCO. Sebelumnya, dari sembilan item wisata yang diusulkan menjadi warisan budaya Indonesia versi UNESCO, Kota Tua berhasil bertengger di urutan pertama yang akan didaftarkan ke UNESCO. Hal itu disampaikan Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, M. Kadir.

“Satu-satunya ikon Jakarta yang mempunyai keunikan. Di mana keunikan itu karena adanya bangunan-bangunan bersejarah atau bangunan-bangunan cagar budaya yang memang unik (ada di semua wilayah Jakarta). Belum ada perubahan juga dari gedungnya, temboknya masih asli,” jelas Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, M. Kadir saat ditemui di Gedoeng Jasindo, Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (18/02).

Diakuinya, untuk menjadikan Kota Tua sebagai nominasi UNESCO world heritage site tidaklah mudah. Pihak Kota Tua yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melakukan revitalisasi sampai tahun depan agar berhasil ditetapkan di Tahun 2016 nanti.

“Untuk persiapannya kita juga harus memenuhi syarat, seperti gedung-gedung di sini harus bagus, pelayanan terhadap pengunjung harus maksimal, masyarakat juga mendukung, membuat sirkulasi kendaraan agar hanya kendaraan yang difasilitasi Kota Tua saja yang masuk dalam kawasan Kota Tua, seperti sepeda ontel,” papar Kadir.

Kadir menambahkan, awalnya revitalisasi sudah dilakukan sekitar Tahun 1997 yang dicanangkan dari menteri pariwisata. “Maka wajar kalau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan perhatian khusus sehingga diajukan ke UNESCO dan dengan harapan nanti tahun ke depan kita bisa berbenah, rapi melakukan revitalisasi, mulai dari zona inti (Kota Tua) dan kemudian berkembang sampai seluruh kawasan Kota Tua menjadi bagus sehingga wajar jika ditetapkan menjadi world heritage site UNESCO. Kerjasama yang kuat antara pemerintah pusat, swasta, dan masyarakat akan mempercepat revitalisasi itu,” tambahnya.

Revitalisasi yang dapat dilihat saat ini salah satunya adalah di Museum Fatahillah yang telah melakukan pembenahan, seperti penataan ruang yang lebih rapi, sampai peraturan yang mengharuskan pengunjung Museum Fatahillah melepas alas kaki jika masuk ke museum dan menggunakan sandal yang disediakan pihak museum.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menghadiri perayaan terpilihnya Kota Tua Jakarta sebagai nominasi UNESCO World Heritage Site di Batavia café, Kota Tua, Jakarta Barat Selasa (3/02) lalu menyatakan Kementerian Pariwisata terus memberikan dukungan terhadap Kota Tua Jakarta yang menjadi nominasi warisan budaya. Penetapan itu juga tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pariwisata (Kepmen) KM.02/PW.202/PM/2014.

“Kota Tua memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kami akan memberikan dukungan dengan mencanangkan Kota Tua sebagai daya tarik wisata utama Jakarta sekaligus groundbreaking Gedung Seni Pertunjukan,” ungkapnya.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau yang akrab disapa Ahok juga mengusulkan Kota Tua Jakarta masuk ke dalam nominasi world heritage site UNESCO. Ia menuturkan usulan tersebut sudah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, ia juga menggambarkan bahwa Kota Tua merupakan kawasan bersejarah yang patut meraih tempat di mata dunia.
“Sudah diusulkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tinggal tunggu langkah selanjutnya, kita akan bantu. Saya kira Kota Tua juga sudah lebih bersih, PKL (Pedagang Kaki Lima) juga sudah memakai tanda pengenal, ada toiletnya, buang sampah juga tidak sembarangan,” tuturnya.

Diharapkan dengan dicanangkannya Kota Tua Jakarta sebagai world heritage site UNESCO, para pengunjung memiliki rasa peduli terhadap wisata bersejarah ini, seperti menjaga kebersihan, keamanan, dan keasrian tempat wisata yang berada di zona inti ini.Nisa/BI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here