Konservasi Penyu Pulau Serangan

1774

Konservasi penyu Taman Penyu Pulau Serangan ini memiliki 3 jenis penyu yang diselamatkan, yaitu; penyu sisik, penyu hijau dan penyu lekang. Selain itu, ditempat ini juga terdapat ruang edukasi tentang pelesatarian satwa laut serta areal perkemahan.

Taman Penyu ini didirikan di tahun 2004 yang kemudian tahun 2006 diresmikan oleh Gubernur Bali Dewa Bratha dan dikelola oleh Desa Adat Serangan dengan 9(sembilan) orang petugas.

“Telur penyu yang ditemukan di pinggir pantai ditetaskan disini. Sebab jika dibiarkan menetas seacara liar dikuwatirkan tidak akan bisa menetas semua.” Kata Made Karsa salah satu petugas konservasi.

Tidak hanya dari sekitar Serangan saja telur yang ditetaskan ditempat ini, telur yang ditemukan di Kuta, Sanur hingga Candi Dasa Karangasem juga dititipkan disini.

“Kalau sudah menetas, tukik akan diambil lagi dan dilepaskan ditempat telur ditemukan, dengan harapan jika sudah menjadi penyu akan kembali bertelur ditempat tukik dilepaskan.”Jelas Karsa.

Biasanya penyu bertelur atau musimnya pada bulan Mei sampai dengan September. Telur penyu akan menetas kurang lebih 50 hari. Dan setelah menetas, tukik(anak penyu) dikarantina selama kurang lebih atau minimal 3(tiga) bulan sebelum dilepasliarkan.

“Selama dikarantina, tukik diberi pakan rumput laut dan ikan segar.” Ujar Karsa.

Tukik yang dilepasliarkan oleh wisatawan yang berkunjung di Taman Penyu ini dengan sistem adopsi dengan uang penganti untuk biaya pakan.

Taman Penyu ini juga sebagai tempat rehabilitasi yang ditemukan terkena jaring nelayan atau yang ditemukan terdampar oleh wisatawan.

Di tempat konservasi ini juga sebagai tempat penelitian oleh mahasiswa dari luar negeri. Dan saat ini ada 5(lima)orang mahasiswa dari Jerman, Amerika, Francis dan Belgia.

“Saya di Bali 3 bulan. Dan di Serangan saya belajar belajar kehidupan masyarakat disini dan juga tentang penyu selama 3 minggu.” Kata Kathleen mahasiswa dari California Amerika.

Kathleen juga sangat mengagumi agama, budaya dan seni masyarakat Bali. Dan sangat senang terhadap masyarakat Bali yang ramah dan penuh persahabatan.

“saya suka pantai Serangan, dimana suasananya sangat nyaman.” Ujarnya.

Wisatawan yang berkunjung ke Taman Penyu ini tidak dipungut biaya, pengunjung dipersilahkan untuk menyumbang secara sukarela yang untuk donasi pakan serta kebutuhan operasional.(Alt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here