Konjen RRT Hadirkan Tiga profesor Ahli Traditional Chinese Medicine

1194

Konjen RRT Hadirkan Tiga Profesor Ahli Traditional Chinese Medecine

Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok(RRT) dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia(PSMTI) Provinsi Bali adakan bicang sehat “Metode Pengobatan Tradisional Tiongkok”, di ballroom hotel Sanur Paradise Plaza. Minggu(15/11).

Dalam acara yang dihadiri kurang lebih 200 peserta ini, Konjen RRT menghadirkan tiga  profesor pakar pengobatan Traditional Chinese Medecine(TCM) yang datang langsung dari Tiongkok sebagai narasumber.

Adapun ketiga profesor tersebut, yakni: Prof. Pan Min Juan, sepsialis bidang geriatri TCM, yang sekarang menjadi Direktur Bagian TCM di Affliliated Hospital, Chengdy University of Traditional Chinese Medecine. Dia juga mengajar medis dan riset pengobatan vertigo, bagian dada, batuk pilek, pembengkakan paru-paru, sakit lambung, diabetes, stroke, insomnia, hiperhidrosis, dan penyakit lainnya. Profesor wanita ini juga berpartisipasi dalam pelatihan profesional konselor tingkat provinsi, khusus penyakit psikosomatik.

Prof. Tian Li bertugas di Departemen THT, dosen dan peneliti selama 26 tahun. Bekerja menangani pengobatan rhinitis alergi fase serangan terutama dalam pengobatan rhinitis alergi, sinusitis, polip pita suara, nodul pita suara, tinnitus dan tuli. Ia juga mahir dalam mendiagnosa dan terapi penyakit-penyakit THT, menangani kasus gawat darurat, memiliki kemampuan pengobatan Chinese medecine tinggi. Selain itu, dia juga dosen pembingbing calon spesialis dokter Chinese medecine bagian THT.

Prof. Chen Ming Ling, ahli bidang Chinese Medecine dan Chinese Western Medecine dalam hal pengobatan penyakit kulit, seperti; jerawat, melisme, vitiligo, alopecia, eksim, dertitis, psoriasis, lupus, dermatomyositis, scleroderma dan penyakit kulit umum lainnya serta penyakit kulit yang tidak lazim. Dalam kurun lima tahun ini, profesor ini meneliti penelitian spesialistik sebanyak 20 buah. Dia juga membantu menuliskan tesis untuk departemen kesehatan negara.

Konjen RRT, Mr. Hu Yinquan menyampaikan bahwa kegiatan ini berawal saat ia bertemu dengan seorang temannya di Bali dan menceritakan tentang pengobatan RRT.

“Kami ingin teman-teman di Bali maupun Indonesia lebih mengenal metode pengobatan tradisional Tiongkok.” Kata Konjen.

Sementara Ketua PSMTI Hendra A. Waskita, ST menyampaikan bahwa kegiatan ini, kedepan akan ditingkatkan lagi kerjasama antar dua negara ini, dengan cara yaitu; masuk kebudayaan dua negara tentang pengobatan tradisional herbal yang ada bukan hanya di Tiongkok saja tetapi di Indonesia juga dikenal sistem pengobatan ini.

“Hanya saja di Tiongkok ada universitas tentang pengobatan herbal sedangkan di Indonesia tidak. Sehingga di Indonesia pengobatan tradisional dianggap out of the ring atau lebih dikenal dengan dukun. Karena tidak dibina oleh pemerintah untuk diakademikan.” kata Hendra.

Lebih lanjut menyampaikan, bahwa dengan kerjasama dua negara ini, berharap metode pengobatan herbal di Indonesia lebih ditingkatkan pemahamannya, agar menjadi lebih riil dan diakui.

“Ini merupakan gagasan dari Pemerintah Tiongkok, yang ingin membagi pengetahuan secara resmi melalui konjennya ini. Kita harus sambut dengan baik, dengan harapan praktisi-praktisi herbal di Indonesia ini belajar ke Tiongkok untuk saling bertukar ilmu herbal sehingga pertukaran ini menghasilkan manfaat besar bagi kita di Indonesia.”

Sebelum acara tersebut, jauh hari sebelumnya, PSMTI telah melakukan kegiatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur di medan pertempuran dengan melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Margarana Tabanan.

IMG_0828 (1280x853)“Selain kegiatan tersebut, kami juga mengadakan pasar murah, serta bakti sosial berupa pengobatan gratis, donor darah dan juga pentas seni barongsai di Vhihara Dharma Ratna tepatnya di jalan Ngurah Rai Nomor 1 Klungkung”. Akhir Hendra.ALT