Komitmen PHRI Badung Mewujudkan Pariwisata yang Berkualitas dan Berkelanjutan

3

Mengangkat tema “Optimalisasi Peran Strategis PHRI dalam Pembangunan Industri Pariwisata Badung”, PHRI BPC Badung melaksanakan rapat kerja cabang (Rakercab) 2020 bertempat di ruang Sapta Pesona, Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Badung pada hari Rabu, 22 Januari 2020.

                Penasehat dan Pengurus PHRI BPC Badung berphoto bersama Kadisparda Badung

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Ir. I Made Badra,MM dalam sambutannya menyampaikaN bahwa, tahun ini Pemkab Badung akan lebih fokus mensukseskan program pariwisata melalui peningkatan infrastruktur. Untuk itu, peranan stakeholders termasuk dari PHRI sangatlah dibutuhkan. “Perlu peranan stakeholders dari PHRI karena industri ini merupakan pundi-pundi pendapatan pariwisata. Pemkab Badung merancang untuk memperbaiki infrastruktur penunjang pariwisata yakni jalan melingkar di selatan. Disamping itu melengkapi infrastruktur jalan shorcut yang tembus ke Tanah Lot lewat Canggu dan perbaikan-perbaikan trotoar serta perbaikan kualitas jalan,” kata Badra. Lebih lanjut disampaikan Badra bahwa sekarang ini pemkab Badung kembali menganggarkan dana promosi pariwisata yang dapat dialokasikan ke event-event strategis sesuai market segment yang ditargetkan.

Sidang Pleno Rakercab 2020

Kunjungan wisman ke Pulau Dewata tahun 2020 diharapkan mampu menembus angka 7 juta orang. Hal ini mengingat tahun 2019 target wisatawan asing ke Bali belum sesuai harapan hanya mencapai 6,3 juta wisman. Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya mengatakan jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sekitar 6 juta wisatawan mancanegara (wisman), tahun 2019 kunjungan wisman ke Bali menunjukkan pertumbuhan yang melambat sekitar 3%. “Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tahun 2019 di bawah target. Mudah-mudahan target 2019 yang 7 juta ini bisa tercapai di 2020,” harap Rai yang juga menjabat posisi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung. Ia pun mengajak seluruh stakeholders pariwisata untuk lebih solid, bersatu membangun kepariwisataan Bali sesuai dengan 4 pilar kepariwisataan Indonesia meliputi destinasi, industri, pemasaran, dan kelembagaan. PHRI Badung juga terlibat dalam merancang Ranperda mengenai tata kelola penyelenggaraan usaha pariwisata untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Melalui perbaikan destinasi dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan wisatawan maka hal ini akan mendukung program dari visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk menuju Bali Era Baru dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana,” imbuhnya.

Rakercab PHRI Badung tahun 2020 turut dihadiri sejumlah asosiasi-asosiasi pariwisata, termasuk perwakilan dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua Bali. Sebagian besar para wakil ketua bidang menyampaikan pandangan terhadap program kerja 2019 lalu dan optimis dengan program kerja yang jauh lebih baik di 2020. Rangkuman hasil Rakercab disampaikan kepada PHRI BPD Bali untuk dibawakan pada kegiatan Rakernas BPP PHRI di Jakarta pada Februari mendatang. PHRI Badung memprioritaskan perekrutan anggota baru untuk hotel dan restoran yang belum menjadi anggota sebagaimana diamanatkan kedepannya sesuai Pergub Bali bahwa semua usaha pariwisata wajib menjalankan usahanya sesuai standarisasi yang telah ditentukan dan wajib pula menjadi anggota asosiasi yang sesuai dengan bidang bisnisnya.