Keterhubungan Seniman Lukis Dari Berbagai Daerah Di Indonesia

1

Bali Inspirasi.Sanur-Griya Santrian Conferensi pers dalam rangka pembukaan Pameran Seni Rupa ‘Connectedness’ atau keterhubungan mengadirkan 22 karya seni lukis dengan media cat akrilik di atas kanvas dan cat air di kertas.

Program kurasi ini adalah bagian dari program Gurat Institute (GI) yang telah secara rutin menyelanggarakan even-even seni rupa di Bali maupun di luar daerah Bali.

“Selama lebih dari lima tahun kami terlibat dalam penyelenggaraan berbagai event seni rupa, mulai dari tataran mengagas program hingga pelaksanaan. Menimbang cukup seringnya kami terlibat di dalam penyelenggaraan berbagai even dan sejalan dengan upaya penataan tata kelola kelembagaan GI, tahun 2019 ini kami secara resmi meluncurkan divisi Gurat Art Project dengan hadirkan sebuah logo baru di dalam payung kelembagaan GI,” jelas Yoga Kurator dalam pameran itu, Rabu, 8 Mei 2019.

Guest Institute adalah sebuah divisi yang dapat menjalankan program-program seni rupa yang meliputi: pameran, workshop, art commission, hingga mercandise, singkat kata divisi ini diharapkan dapat mengewantahkan misi Artpreneur yang telah lama kami canangkan.

Program Gurat Art Project 2019 menjalin kerjasama dengan lembaga seni budaya baik di Bali dan luar daerah Bali. Sebagaimana halnya kerjasama dengan Santrian Galeri Sanur, yang telah kami jalin secara intensif sejak awal tahun 2019.

GI kembali diberikan amanat untuk menyelenggarakan program pameran selepas program Arc Reloaded 2019 lalu, pameran kali kedua ini kami mengangkat tema ‘keterhubungan’.

Judul ini, menurut Yoga, beranjak dari pemikiran sederhana, yaitu niatan untuk menghubungkan berbagai praksis seni rupa dari berbagai wilayah di Indonesia. Merupakan pengalaman pribadi setelah sekian lama berinteraksi dan menjalin komunikasi dengan pegiat seni rupa dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Itu membuat kami tergerak untuk lebih intens mengangkat makna dari sebuah hubungan/keterhubungan. Connectedness (keterhubungan) berbagai entitas praksis seni rupa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dipertemukan untuk apresiasi dalam medan seni rupa Bali,” jelasnya.

Dirinya selaku kurator menghubungi beberapa teman perupa dari berbagai daerah mulai dari Bali, Jawa Timur, Sulawesi dan Kalimantan, menawarkan untuk mengikuti pameran bersama yang akan dilaksanakan tgl. 10 Mei – 21 Juni 2019.

Akhirnya beberapa teman perupa setuju untuk turut bergabung, menghadirkan karya-karya di Santrian Galeri Sanur Bali.

Komunikasi dalam mempersiapkan pameran ini cukup singkat, tetapi sangat intensif. Proses tersebut tentu tidak terjadi secara serta merta begitu saja, tetapi merupakan proses yang panjang. Menjalin komunikasi sungguh menyimpan nilai-nilai yang menarik untuk diungkap.

Sehingga terbesit sebuah gagasan untuk mengkaji makna keterhubungan. Apa yang melatarbelakangi lahirnya sebuah keterhubungan? Hal yang mendasar, tentu ada rasa saling percaya dan mungkin rasa persaudaraan yang mengikat secara tak langsung, meskipun berbeda secara suku bangsa dan lintas kebudayaan.

Perbedaan bukannya membatasi, justru menjadi landasan kesadaran untuk memahami satu dengan yang lainnya. Even ini menghadirkan para perupa terhubung satu dengan yang lain, dalam sebuah ruang pameran melalui karyanya.

Ketakhadiran perupa juga tidak menjadi halangan, karena kehadiran karya justru adalah hal yang utama.

“Mungkin pameran ini belum bisa sepenuhnya merepresentasikan pemaknaan tema secara mendalam, pun juga dalam intepretasi penciptaan karya-karya perupa. Tetapi setidaknya gagasan ini sudah diluncurkan. Pemaknaan atas keragaman perupa dan karyanya, serta keragaman lokus yakni dari Sulawesi, Kalimantan Selatan, Jawa Timur dan Bali akan menjadi sebuah diorama keberagaman kita yang terikat dalam sebuah keterhubungan Nusantara,” ujarnya.bali inspirasi