Jelang Konferensi ITO, Chairman Made Ramia Ajak Pelaku Pariwisata Percaya Diri Hadapi Perubahan

10
I Made Ramia Adnyana S.E.,M.M., CHA.,

Indonesia Tourism Outlook (ITO) Conference 2019 akan digelar di Ayodya Resort Bali, Kawasan ITDC Nusa Dua, Jumat 23 November 2018. Konferensi tahunan ini akan memproyeksikan dan memprediksi tren perkembangan industri pariwisata selama setahun ke depan baik dari sisi peluang maupun tantangannya.

“Kami ajak para pelaku industri pariwisata percaya diri menatap tahun depan dan menghadapi perubahan,” kata Chairman of ITO I Made Ramia Adnyana S.E.,M.M., CHA., saat ditemui di Hotel Sovereign Kuta, Senin (5/11) sore.

ITO Conference 2019 yang merupakan event tahunan keempat kalinya ini mengangkat tema “Cutting Edge Approach to Marketing and Operating Sustainable Tourism Experience.” ITO lahir dari sebuah idealisme Estepers (Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata-STP Nusa Dua).

“Tujuannya untuk memberikan sumbangsih kepada industri pariwisata di Indonesia yang dituangkan ke dalam sebuah wadah dan event dalam bentuk annual seminar yang menyajikan informasi, data dan gambaran terkini dan masa datang tentang perkembangan industri pariwisata (tourism industry),” terang Ramia Adnyana yang juga Wakil Ketua Umum IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association).

ITO Conference 2019 akan menghadirkan sejumlah pembicara kaliber nasional dan internasional baik dari kalangan pelaku atau praktisi industri pariwisata, akademisi, organisasi riset pemasaran pariwisata serta pihak Kementerian Pariwisata dan stakeholder terkait lainnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya dijadwal membuka acara ini dan menjadi keynote speaker.

Sejumlah pembicara lainnya diantaranya Prof. I Gede Pitana Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani, ekonom Faisal Basri, Peter Semone selaku Founder dan President of The Strategic Advisory Destination Human Capital Limited.

Ada pula Christy Megawati Business Development Manager STRGreater Jakarta Area Indonesia, pakar manajemen perubahan dan guru besar Universitas Indonesia Prof. Rhenald Kasali serta Campbell Wilson selaku SVP Sales & Marketing Singapore Airlines.

Ramia Adnyana yang juga caleg DPRD Bali dapil Karangasem nomor urut 3 dari PDI P itu menambahkan ITO 2019 akan menjadi acuan dengan pemaparan analisis data-data dan insight untuk meramalkan (forecating) perkembangan industri pariwisata tahun depan dengan melibatkan semua stakeholder pariwisata.

Konferensi ini, kata Ramia yang juga General Manager (GM) Hotel Sovereign Kuta itu, juga menjadi indikator penting di Bali dan Indonesia untuk memaparkan gambaran atau prediksi peta bisnis dan perencanaan tahun mendatang. Harapannya para pelaku industri pariwisata memperoleh arah terhadap strategi bisnis usahanya dan cepat merespon berbagai perubahan pasar yang ada.

Di sisi lain tahun depan diprediksi tetap ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali dan Indonesia secara umum. Pada 2019 ditargetkan ada 7 juta orang wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

“Perkembangan pariwisata secara global juga menunjukkan trend positif jika kita lihat dari data UNWTO dan data perkembangan pariwisata ASEAN juga sangat menggembirakan. Untuk Indonesia kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkatkan di angka 8-10 persen,” beber Ramia yang juga Commisioner of Global Hospitality Expert (GHE). (*)