Jaring Anak Berbakat untuk Olah Vocal hingga Acting

1130
Foto: Aksi panggung anak-anak dari kalangan pelajar, Senin (27/7) malam begitu memukau di acara mini presentation Summer Musical Theatre Camp di Pregina Art Point,  Sanur

Baliinspirasi.com — Apa jadinya jika seseorang yang belum berpengalaman dan memiliki  dasar teknik olah vokal, akting dan tari pentas  di atas panggung ? Meski minus pengalaman, 14 orang anak-anak dari kalangan pelajar, Senin (27/7) malam tampil memukau di acara mini presentation Summer Musical Theatre Camp di Pregina Art Point,  Sanur.

Pelajar yang terdiri dari tingkat SD- SMA tersebut menyuguhkan lagu-lagu yang dinyanyikan penuh energik, yang dipadupadankan dengan olah vocal, acting dan permainan musik. Acara berlangsung 3 kali penampilan yang kemudian diisi dengan kolaborasi apik yang dibawakan cukup sempurna.

Acara yang digagas oleh pusat pelatihan vokal dan seni pertunjukan,  StaccatoBali ini merupakan  tindak lanjut dari camp yang sebelumnya yang digelar pada 20-26 Juli 2015. Heny Janawati director StaccatoBali mengatakan Musical Theatre Camp tidak sekadar mengajarkan olah vocal dan akting semata. Melainkan kemampuan soft skill seperti  leadership, teamwork dan confidence lewat klas olah vokal, seni akting dan tari.

Lebih jauh kata dia  Camp kali ini diakhiri dengan mini presentation dengan mengundang para orang tua dan keluarga untuk menyaksikan hasil ilmu yg didapat selama mengikuti pelatihan tak kurang dari  seminggu tersebut. “Anak-anak yang bergabung di dalam Camp yang bertajuk “Summer Musical Theatre Camp” rata-rata belum mempunyai dasar teknik olah vocal dan seni panggung. Bahkan ada dari mereka yang mempunyai kesulitan untuk mengungkapkan pendapat dalam pergaulan dan tidak percaya diri di panggung,”aku perempuan yang berpengalaman manggung di kawasan Amerika Utara dan Eropa ini  menilai.

 Namun dibawah sentuhan tangan dingin Heny dalam waktu 6 X 3 jam StaccatoBali berhasil menyulap anak-anak ini menjadi percaya diri untum bernyanyi, berakting dan menari di depan penonton. “Kami juga menekankan kepada mereka untuk belajar kesetaraan, walau pun mereka datang dari berbagai latar belakang  yang berbeda, tapi saat mereka bergabung dalam Camp ini mereka harus menghormati satu sama lain yang tentunya tetap dalam suasana fun,” tegas Heny Janawati.

Salah satu peserta Gung Ami mengaku baru pertama tampil. Sebelumnya, ia tak percaya bahwa dirinya bisa menyanyi dan memainkan alat musik biola hanya dalam kurun  waktu seminggu. “Agak  grogi sih, tapi plong saat tampil,”ucapnya tersipu malu. (IKAW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here