Investasi 2 Triliun PT. Padma Energi Indonesia Luncurkan Terminal LNG di Celukan Bawang Buleleng

2266

header_padmaUntuk mendorong percepatan pembangunan berbasis  Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dalam program  Indonesia sebagai poros Maritim Dunia,PT.Padma Energi Indonesia,anak perusahaan dari PT.Titis Sampurna yang didirikan guna menyediakan infrastuktur gas bumi, Kamis ( 11/2) disela Bali Clean Energy Forum di Nusa Dua,meluncurkan Pembangunan Proyek Terminal Penerima dan Distribusi Liquefied Natural Gas (LNG)

Peluncuran Proyek Terminal, dihadiri Sekda Kab.Buleleng, Ir.Ketut Puspaka, ditandai dengan menandatanganan ( MoU ),kerjasama pengembangan energi bersih yang akan digunakan pada pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).antara PT. Padma Energi Indonesia, diwakili General Manager, Budi Indrianto dengan PT. Ceria Nugraha Indotama, PT.Pembangkitan Jawa – Bali,Mulyo Adji, dan PT. Titis Sampurna, diwakili Kadek Sarjana.

General manager PT.Padma Energi Indonesia Budi Indrianto mengatakan,proyek berinvestasi sekitar Rp 2 Triliun ini,  pembangunan infrastuktur terminal penerima dan distribusi LNG di Bali utara  merupakan proyek vital  pendukung pengembangan energi bersih di Bali dan kawasan timur indonesia khususnya Nusa Tenggara dan Sulawesi.
“Proyek ini dapat memenuhi ketersediaan energi berbasis gas bagi industri kelistrikan maupun non kelistrikan serta transportasi darat dan laut guna mendorong industri maritim guna mendukung program Indonesia sebagai poros maritim dunia.” Jelasnya,seraya mendukung program Pemrov.Bali dalam  “ Bali Clean and Green Province.
Menurutnya, pembangunan proyek terminal penerima dan distribusi LNG dicelukan bawang telah diawali dengan pemancangan pertama kontruksi dermaga pada  15 Desember 2015 oleh PT.Pelindo III cabang celukan bawang dan keseluruhan proyek tersebut dijadwalkan selesai pada kwartal I 2017, “ Saat ini kesiapan kita sudah memasuki tahap pembanguan Tiang pancang, diatas areal seluas sekitar 2,5  hektar..
” Nantinya terminal ini, difokuskan  memenuhi kebutuhan kelistrikan smelter plant di Kolaka Sulawesi Tenggara, dan salah satu proyek percontohan dan sinergi kerjasama antara pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemkab. Kolaka, Sulawesi Tenggara.” Jelas Budi, menambahkan Terminal Penerima ini, diharapkan mampu memebuhi kebutuhan energy bersih bagi  Industri kelistrikan, kelautan ( kapal pesiar, penumpang, kapal pengangkut komoditas maupun nelayan, tranportasi darat, industri pariwisata ,dan rumah tangga melalui jaringan gas kota.

“ Kami memilih Pelabuhan Celukan Bawang untuk proyek ini, karena lokasinya yang strategis dekat dengan Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi, juga kebutuhan akan energy LNG semakin meningkat baik di Bali, maupun daerah lainnya di Kawasan Timur, “ jelas Budi. ( Nani )