International Flower Competition di Bali sebagai Inspirasi Kesadaran Menjaga dan Melestarikan Lingkungan Alam Semesta

1

Bali Inspirasi.Ubud-Bali,Bunga merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki tingkat polusi udara yang saat ini sangat memprihatinkan dibanyak kota diberbagai negara maju.Lain hal itu bunga juga mampu menjadi pemandangan yang indah untuk siapapun dan dimanapun,sebagaimana demikian dengan di Bali saat ini yang sedang menggalakan penanaman bunga diberbagai tempat dimana kita tinggal .Salah satunya dengan telah digelarnya International Flower Competition (IFC)  2019 ,hal ini diselenggarakan untuk kelestarian alam bagi kehidupan masyarakat.

Nir (berbaju putih)sebagai founder International Flower Competition di Bali,bersama para peraih juara pemenang lomba International Flower Competition 2019 di Bali

Gagasan diadakannya kompetisi ini berawal dari keprihatinan terhadap tingginya sampah
plastik di Bali dan akan semakin mengkhawatirkan jika tidak dibatasi penggunaan plastik untuk semua
masyarakat.

Dari 185 peserta, hanya 10 finalis saja yang lolos ke Grand Final. Ke-10 finalis yaitu :
Juara 1 : Nyoman Hendrawan.
Juara 2 : Wayan Sanglah.
Juara 3 : Agus Wisnu.
Juara 4 : Ketut Swastawa.
Juara 5 : Ketut Ragawa.
Juara 6 : Ketut Juniarta.
Juara 7 : Astiti Rahayu.
Juara 8 : Made Barto.
Juara 9 : Komang Winda.
Juara 10 : Putu Desi.

Adapun pemenang utama acara ini, Nyoman Hendrawan, mendapatkan hadiah utama
sebesar Rp 1 Milyar. Pemenang 2-10 mendapatkan uang tabungan sebesar hingga 5 juta.

Dalam acara jumpa pers di Hanging Garden berlokasi di Desa Buahan, Payangan, Ubud, Gianyar degan suasana santai mengundang 10 finalis tetapi cuma 5 finalis yang bisa datang. (Senin, 22/07)

Owner Hanging Garden Nir Peretz mengatakan setelah sukses pada IFC pertama nanti akan ada lagi IFC kedua yang lebih besar lagi dimana kompetisi tersebut dengan peserta dari seluruh Indonesia dan juga internasional. Sampai anak-anak sekolahpun juga bisa mengikuti dan mendaftar lewat website IFC.

Berbagai jurnalis media yang mendukung International Flower Competition di Bali

Dalam kompetensi IFC nanti mengikutsertakan anak-anak sekolah dengan pertimbangan  bahwa anak anak sebenarnya genius dan bisa menyalurkan kreatifitasnya dengan memberikan motifasi untuk pelestarian alam dan lingkungan dengan cara menanam bunga.

” Program IFC mengikutsertakan pemerintah juga dan program ini sesuai dengan program pemerintah Pergub no 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbunan sampah plastik sekali pakai.Ini program pertama didunia ” jelas Nir Peretz selaku founder IFC sekaligus owner Hanging Garden Ubud Bali.

Dasar diselenggarakan IFC sesuai dengan sumbernya ada dua yakni edukasi mengerti fungsi menjaga lingkungan dan alam sekitar dan begaimana cara memberantas sampah plastik juga megurangi pemakaian plastik baik dari penggunaanya dan daur ulang, tetapi hal ini sering dikeluhkan yang dikarenakan biayanya mahal .Yang perlu digarisbawahi bagaimana cara mengurangi penggunaan plastik.

Tujuan penting yang ingin disampaikan kepada semua orang ,bukan hanya kepada beberapa orang saja untuk bagaimana menjaga lingkingan dan alam sekitar.

Ide IFC terpikirkan sejak 5 tahun lalu ,tapi baru sekarang ini terlaksana.
Melalui IFC ini masyarakat  sadar menjaga lingkungan dan alam sekitar lewat bunga.

” Ide IFC murni dari Indonesia agar dunia mengetahuinya dan hadiah uang 1 miliar itu dari uang pribadi saya ” terang Nir Peretz.

Sementara Nyoman Hendrawan yang meraih juara pertama mendapatkan hadiah Rp. 1 miliar menjelaskan  IFC merupakan satu ide brilian dan   terobosan kalau masyarakat tidak menyadari bahwa lingkungan sudah rusak dan perlu diperbaiki.

IFC merupakan langkah luar biasa untuk menjaga lingkungan dan apa yang bisa diperbuat dan juga dukungan kepada Pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan hidup.

Nyoman Hendrawan menambahkan dirinya  mengikuti IFC dengan pemikiran Bali perlu segera dapat merehabilitasi lingkungan dan lebah madu merupakan ciri kelestarian lingkungan.
Dengan dipadu peternakan lebah ada bunga itu suatu lingkungan yang indah dan terjaga kelestarian nya.

“Sekecil apapun yang diperbuat lakukan sungguh -sungguh untuk Bali kedepannya ” terangnya.

Kedepan dengan mengajak seluruh warga masyarakat dibanjarnya  akan menata lingkungan tetap terjaga asri dan melestarikannya lewat tanaman bunga.

Hadiah uang satu milyar ini sebagian akan dinonasikan untuk kebersamaan yang ada di banjar desa Buahan, Payangan Ubud Bali.

” Pelestarian lingkungan dimulai dari diri sendiri kalau bukan kita sendiri siapa lagi ” ungkap Nyoman Hendrawan.bali inspirasi