Hingga Oktober 2017 BPJS Kes.Bali Nusra Realisasikan Dana Pelayanan Kesehatan Rp.1,57 Triliun

39

Meski mengalami devisit anggaran untuk membiayai pelayanan Kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan JKN – KIS, Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan ( BPJS ) Wilayah Bali Nusa Tenggara Barat (NTB ) dan Nusa Tenggara Timur ( NTT) terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan cakupan Peserta Capai .
Kita memang mengalami devisit anggaran, karena antara jumlah kepesertaan dengan anggaran yang dikeluarkan untuk pembiayaan pengobatan kesehatan tidak seimbang, “ Kendati demikian, kita tidak akan berhenti untuk mensosialisasikan Program BPJS sampai 100 % masyarakat tercover dalam JKN – Kis, “ ungkap Deputi Direksi BPJS Kes- Wilayah Bali, NTB dan NTT Army Adrian Lubis.
Termasuk, katanya mensosialisasikan program bersama media dengan menggelar media gathering bersama seluruh wartawan media cetak, elektronik dan online, Selasa ( 21/1) di Gianyar,” Saya ingin menjalin keakraban dengan jurnalis di Bali, karena lewat media masyarakat banyak mengetahui BPJS , “ jelas Army, mantan Jurnalis ini.
” Kami menyadari tanpa media program yang kami jalankan tidak akan sampai di masyarakat. Sekarang inilah waktunya kita berkumpul dan saling mengenal,” ujar Army Adrian Lubis.
Asisten Deputi BIdang SDM Umum dan Komunikasi, Agung Priyono, menjelaskan, ketidak seimbangan pendanaan BPJS, dirasa masih wajar dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan pelayanan, karena pemerintah sudah menjamin dengan dana Negara yang disiapkan, “ Namun partisipasi peserta melakukan pembayaran iuaran juga diharapkan lebih disiplin, jangan sampai menunggak, terutama peserta Mandiri,” harapnya.
Ia mengatakan, Indonesia termasuk Negara yang paling cepat dibading Negara lain seperti Jerman, Belgium,Austria,Luxsembrug, Costa Rica,Jepang dan Korea Selatan, mendapatkan jumlah peserta yang tinggi, dalam waktu 4 tahun sejak BPJS diluncurkan, tingkat kepesertaan seluruh Indonesia sampai 1 Nopember 2017,mencapai sebesar 183.759.066 juta jiwa atau 85% dari populasi Indonesia. Untuk wilyahan Bali- NTB – NTT,cakupan Kepesertaan ( UHC) mencapai 10.523.004 jiwa, dari jumlah penduduk 15. Juta lebih.
Agung Priyono menjelaskan, biaya pelayanan kesehatan berdasarkan azas Kegotong Royongan ini, menjadikan kita optimis program JKN – Kis bisa berjalan dengan baik, dengan skema pembiayaan I pasien DBD dibiayai 80 peserta sehat, 1 pasien operasi Caisaria dibiayai 135 peserta sehat dan 1pasien kanker dibiayai 1.253 peserta sehat, “ Kalau semua ini berjalan lancer, dengan segala kemudahan pelayanan BPJS lewat IT dan Digital, maka JKN- KIS menjadi sebuah program yang sangat membanggakan.

Untuk daerah Bali, kata Triwidhi Hastuti Puspitasari,Asisten Deputi Bidang Monitoring dan Evaluasi BPJS- Kes.Bali, NTB, NTT menyebutkan,Kab.Jembrana dan Karangasem, Bali berada di tingkat kepesertaan paling rendah, “ Dua wilayah itu akan terus mendapatkan sosisalisasi program jaminan kesehatan BPJS, karena masyarakat berpenghasilan tetap (karyawan) prosentasenya berbeda dengan wilayah lain. Itu yang mempengaruhi,” jelas Triwidhi.
Di Kab. Jembrana, jumlah peserta BPJS Kes.sebanyak 43 persen. Sedangkan di Kab. Timur Bali, Karangasem, 51 persen, “ Dari seluruh peserta,BPJS Bali menerima iuran perbulan sebesar Rp 776 milyar, sedengkan realisasi pembiayai pelayanan keaehatan hingga Oktober 2017 mencapai Rp 1,57 trilyun,” jelas Triwidhi .

Penerapan Biayan Pelayanan mengacu pada tarif yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI..Formulasi tarif disesuaikan dengan kelas-kelas yang dipilih oleh peserta,dan rujukan Rumah Sakit.Pemerintah atau swasta, yang tingkat layanan juga berbeda, “ Seharusnya pelayanan RSU lebih baik dari swasta, sehingga tidk menimbulkan protes bagi pasien , “ tandas Triwidhi. ( Nani )