Hadapi MEA Koperasi di Bali Dituntut Lebih Kreatif Pasarkan Produk Lintas Negara

824

Dengan diberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), seluruh Koperasi di Bali dituntut harus mampu bersaing tidak hanya sebatas lintas wilayah, namun sudah mencapai lintas negara.

Harapan disampaikan Wagub. Bali I Ketut Sudikerta mewakili Gubernur Bali Made Mangku Pastika,saat Pembukaan Bulan RAT (Rapat Akhir Tahunan) Koperasi Tahun 2016 dan Penyerahan Badan Hukum Koperasi di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur, Selasa (12/1).

Pastika menegaskan,dalam era persaingan lebih kompetitif, dana investasi dan SDM dengan mudahnya masuk ke Indonesia khususnya Bali, maka dari itu koperasi harus lebih kreatif mengembangkan usahanya,“Ke depan saya harap koperasi harus mengembangkan usahanya dengan mendayakan sumber daya lokal namun tetap memenuhi kebutuhan pasar,” sarannya.

Selain itu, mutu produk barang dan jasa juga harus terus diperhatikan demi menjaga kepercayaan konsumen. Penguatan jaringan usaha dan juga penguatan kualitas SDM Pengurus, Pengawas, dan karyawan harus terus ditingkatkan, maka persaingan yang dihadapi akan lebih baik lagi.

Ia mengapresiasi koperasi di Bali menjadi percontohan bbgai daerah lain, karena mampu menyerap tenaga kerja sebanayak 22.033 orang, baik manajer maupun karyawan dengan jumlah rekrutan 1.457 karyawan per tahun, “ Saya apresiasi koperasi mampu menekan angka pengangguran terutama di tingkat desa, sehingga masyarakat tidak berbondong-bondong lagi ke kota mencari pekerjaan,” tambahnya.

Selain itu, apresiasi atas partisipasi Gerakan Koperasi di Bali yang menyisihkan dana sosial untuk membantu program pemerintah membangun bedah rumah. “Saya minta aksi peduli sosial seperti ini agar terus dilakukan untuk membantu warga miskin kita di Bali, demi mempercepat terwujudnya visi misi Bali Mandara,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub. Bali menambahkan,ada 4 kendala klasik yang menghambat koperasi, diantaranya Pengelolaan Managemen Koperasi,SDM, Permodalan dan Akses pasar, “  untuk permodalan, Pemerintah Bali siap memfasilitasi untuk menambah modal, yakni lewat BRI dan BPD Bali dengan KUR nya, BUMN dengan program CSR, dan Jamkrida yang bisa memberikan Jaminan kredit, “ Kalau pengelola koperasi mau, kita akan memfasilitasi asalkan memenuhi syarat dengan mengajukan  profosal, “ tandas Wagub, seraya menambahkan,agar  anggota koperasi di Bali, mejaga transparansi dan pengelolaan yang akuntabel demi eksistensi koperasi ke depan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH, MH menjelaskan,harapan Gubernur terus ditindak lanjuti dengan melaksanakan pengawasan dan pelatihan manajerial yakni Kompetensi bagi Manager Koperasi,” Saat ini dari 4.846 koperasi sudah 900 ( 78,5 % ) Manager memiliki Sertifikasi Uji Kompetensi, “ jelas Patra.

Dalam satu tahun, kata Dewa Patra pihaknya melaksanakan pelatihan Uji Kompetensi, kedapan jadwal akan terus dtingkatkan.Namun keterbatasan dana,ia berharap agar koperasi yang sudah mandiri bisa melaksanakan Sertifikasi bagi pengelola Koperasi mereka.

Pelaksaan RAT bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada  anggota koperasi untuk mewujud pengelolaan yang transparan dan akuntabel, ” Di tahun 2015 jumlah koperasi mencapai 4.846 baik berupa koperasi binaan maupun koperasi mandiri. Jumlah itu naik 6,01% dari tahun sebelumnya, dan mampu menyerap 1,450 orang tenaga kerja, “ tandas. Dewa Patra..

RAT merupakan amanat Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, tentang kewajiban bahwa setiap badan hukum koperasi harus melaksanakan RAT sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setahun.

Untuk MEA, Dewa Patra menjelaskan,telah melakukan  menyediakan akses pasar kepada koperasi binaan untuk memasarkan produk-produknya.Diharapkan mampu mendistribusikan produk-produk koperasi dengan lebih mudah.Selain itu bekerjasama dengan tim independen dalam pelatihan untuk SDM dan pengujian kompetensi di tingkat manajer.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan sertifikat Koperasi Berkualitas, Badan Hukum Koperasi, dan Sertifikat Ijin Usaha Simpan Pinjam oleh Wagub Sudikerta. Acara dihadiri Asisten II bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Setda Bali, Ketut Wija, Kepala kanwil BRI Bali dan Nusra, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan wilayah Bali dan NusraPu, ( Bali – NTB , NTT dan Papua ),Kadis yang membidangi Koperasi dan UKM Kabupaten/Kota beserta para pengurus dan anggota koperasi seluruh Bali. ( Nani )RAT Koperasi