Gubernur Pastika Minta OJK Lebih Tegas Tindak Investasi Bodong

33
Gubernur Bali, bersama FLJK Bali, saat pembukaan Bali FINEF 2017

Banyaknya investasi bodong yang sering kali merugikan banyak masyarakat merupakan salah satu permasalahan keuangan yang terus berulangkali terjadi terjadi sampai saat ini. Kurangnya pemahaman tentang keuangan menjadi salah satu penyebab banyaknya masyarakat yang menjadikorban.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengharapkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa lebih tajam dan tegas dalam menanggulangi permasalahan tersebut. Hal itu, ia tegaskan saat membuka Bali Financial Experience Festival 2017 dilaksanakan OJK di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Minggu (29/10).
“Saya mendengar saat ini banyak ada investasi bodong, jadi saya minta OJK bisa lebih tajam dan tegas, kita harus melindungi masyarakat kita bila perlu mencegah agar tidak ada korban,”tegas Pastika,menyatakan hal tersebut merupakan tanggung jawabnya dan OJK sebagai otoritas keuangan kepada masyarakat.
Pastika mengaku,pihaknya tidak bisa begitu saja menyalahkan masyarakat jika terjerumus dalam investasi bodong,karena kurangnya pemahaman tentang investasi dan keuangan. Oleh karena itu, pemberian pemahaman dan literasi mengenai investasi dan keuangan sangat perlu dilakukan sehingga mampu memberikan pemahaman pada masyarakat agar terhindar dari hal yang merugikan secara finansial .
“Ini adalah salah satu upaya nyata dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat Bali, saya mengapresiasi kegiatan ini, kedepan msayarakat menjadi lebih paham tentang keuangan,” imbuh Pastika.Ia berharap kegiatan dilakukan berkelanjutan,“ Saya kira ini perlu untuk terus dilaksanakan tapi harus lebih tajam suapaya masyarakat itu tahu, jelas dan mengerti,”pungkasnya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah mengatakan kegiatan merupakan kerjasama OJK dengan lembaga jasa keuangan di Bali, tujuannya memberikan pemahaman dan pengertian tentang keuangan dan investasi, “ Hal ini dilakukan sebagai langkah mencegah masyarakat untuk tidak mudah terjerumus dalam permasalahan keuangan seperti investasi bodong.
Bulan Oktober ditetapkan sebagai Bulan Inklusi Keuangan sejak tahun 2016 inisiatif OJK dan industri jasa keuangan di Indonesia,diharapkan LJK melaksanakan kegiatan meningkatkan tingkat inklusi dan literasi keuangan di daerah.Kegiatan diisi berupa pameran, sosialisasi, pemasaran produk jasa keuangan dikemas menarik dan berbeda dari biasanya.
Data survey nasional, tahun 2013 hanya 21,84% penduduk Indonesia yang tergolong memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang LJK serta produk dan fitur, manfaat serta risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan. Angka meningkat di tahun 2016 menjadi 29,66%, dengan indeks inklusi atau pemanfaatan produk dan jasa keuangan sebesar 59,74% di tahun 2013, meningkat menjadi 67,82% di tahun 2016.
Untuk Bali sendiri tingkat literasi dan inklusi di Bali lebih tinggi dari rata-rata nasional. Tingkat inklusi di Bali tahun 2016 mencapai 76% sedangkan tingkat literasi mencapai 37,45%.Salah satu tujuan dari Bali FINEF 2017 adalah lebih mendekatkan produk-produk LJK melalui platform digital seperti uang elektronik.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara; Hizbullah menyampaikan bahwa meskipun tingkat inklusi masyarakat di Bali lebih tinggi dari pada tingkat inklusi nasional, namun tingkat literasi atau tingkat pemahaman masyarakat Bali terhadap sektor jasa keuangan masih tergolong rendah.Tercermin masih maraknya kasus investasi bodong di Bali.
SWI Kembali Hentikan 14 Operasional Enititas / Investasi Ilegal
Satgas Waspada Investasi ( SWI ) telah merilis 14 entitas baru yang termasuk dalam kategori investasi illegal, yakni sejak 17 Oktober 2017 menghentikan kegiatan usaha mereka , yaitu: 1. PT Dunia Coin Digital; 2. PT Indo Snapdeal; 3. Questra World/ Questra World Indonesia; 4. PT Investindo Amazon; 5. Dinar Dirham Indonesia/ www.dinardirham.com; 6. Wujudkan Impian Bersama (WIB)/ PT Global Mitra Group; 7. Ahmad Zulkhairi Associates LLP (AZA)/ www.azafund.com; 8. PT Mahakarya Sejahtera Indonesia/ PT Multi Sukses Internasional; 9. PT Azra Fakhri Servistama/ Azrarent.com; 10. Tractoventure/ Tracto Venture Network Indonesia; 11. PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin/ SPS Coin.co; 12. Komunitas Arisan Mikro Indonesia/K3 Plus; 13. PT Mandiri Financial/ investasi saham mandiri.blogspot.co.id; dan 14. Seven Star International Investment.
Dengan adanya investasi yang telah dihentikan usahanya, Made Mangku Pastika minta agar OJK bersama SWI memberikan sanksi yang lebih tegas kepada pelaku investasi ilegal yang merugikan. ( Nani )