Gong Laut Memulai Jejaknya Sebagai Art Forum Internasional di Singaraja

7

Beragam masalah lingkungan yang terjadi di masyarakat secara
tidak langsung menjadi teror yang memiliki efek negatif yang dapat membahayakan hidup kita.
Berbagai kegiatan pun telah dicanangkan untuk mencegah terjadinya hal buruk.

Dari seluruh aktifitas advokasi yang ada, hanya seni dapat menjadi alat yang kuat untuk mendukung pergerakan demi mengubah dunia menjadi lebih baik. Untuk menyebarkan pesan sosial ini, Gong Laut yang diselenggarakan oleh Manik Bumi dan IDKA berinisiatif untuk mengadakan
sebuah forum seni yang melibatkan 16 seniman dari berbagai negara di dunia untuk menampilkan karya seni kolaborasi membawakan pesan-pesan positif kepada masyarakat dan sekaligus menjadi sebuah wakeup call untuk melindungi lingkungan.

Acara tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober hingga 4 November di Singaraja, Bali Utara. Serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan terutama yang
berhubungan dengan kelautan akan dilaksanakan di acara ini. Gong Laut mengundang 16 seniman dari berbagai latar belakang dan negara untuk membuat komitmen baru demi mencapai gol yang meluas secara global.

Nama-nama tersebut termasuk Afrizal Malna (Indonesia), Ayu Laksmi (Indonesia), Carolyn Forché (Amerika Serikat), Cok Sawitri (Indonesia),
Di Lu Galay (Myanmar), Flukeminimix (Indonesia), Guy Helminger (Luxembourg), Hagar Peeters (Belanda), Indra Wussow (Afrika Selatan/Jerman), Made Bayak (Indonesia), Michael Augustin (Jerman), Samar Gantang (Indonesia), Sujata Bhatt (Jermany/India), Tania Haberland
(Maurisius), dan pembicara khusus: Helga Trupel (Belgia/Jerman), seorang politisi asal Jerman yang juga adalah anggota parlemen Eropa mewakili Partai Hijau.

Tujuan utama dari acara yang dilaksanakan selama 8 hari ini adalah untuk menciptakan sebuah forum seni yang mendiskusikan masalah-masalah lingkungan yang terjadi di dunia, untuk memotivasi masyarakat demi terciptanya lingkungan yang lebih baik.

“Salah satu tujuan kami untuk melaksanakan acara ini adalah karena kami ingin menghubungkan seniman-seniman Indonesia untuk menciptakan sebuah kerja sama yang berarti di masa depan. Kami memang sudah menjalin kerjasama dengan beberapa institusi budaya di negara-negara di Eropa mulai dari Jerman, Afrika Selatan hingga Amerika”, terang
Dr. Silke Behl, representatif divisi Hubungan Internasional Gong Laut.

Forum seni ini kemudian melibatkan kegiatan seni seperti diskusi dan workshop untuk menghubungkan berbagai lapisan masyarakat, menciptakan sebuah karya seni kolaborasi yang membawa pesan lingkungan. Dalam pengadaan diskusi dan workshop Undiksha (Universitas Pendidikan Ganesha) juga ikut terlibat dalam pelaksanaan.