Home Berita GELIAT BATU AKIK DI PULAU DEWATA

GELIAT BATU AKIK DI PULAU DEWATA

3404

Batu panca warna dari Garut yang memiliki keunggulan warna yang kuat kini terkenal di dunia. Setelah batu jenis ini diberikan sebagai cideramata kepada masing-masing kepala negara yang ikut dalam Konfrensi Asia Afrika(KAA).
Di Bali sendiri, terdapat batu batu panca warna dengan keunikannya yakni memiliki kandungan logam sehingga jika didekatkan dengan magnet dia akan menempel. Jenis batu ini bisa dijadikan sebagai pengobatan alternatif untuk memperlancar peredaran darah.

Hal ini disampaikan oleh Bpk. Abehamdi The Doctor of Gemstone saat pameran batu dan permata di Ramadha Bintang Bali Kuta.

“Jadi, setiap batu yang dekat dengan gunung, memiliki kandungan besi, lebih tepatnya mangan yang nantinya berubah menjadi timah hitam. Sangat bagus untuk memperlancar perdaran darah.”

Abe menjelaskan, batu-batu timah hitam yang dibuat gelang, biasanya datang dari Korea yang berfungsi untuk memperlancar peredaran darah, itu sebenarnya dari Indonesia, cuma yang itu sintetisnya atau buatan.

“Masing-masing daerah memiliki keunggulan batu tersendiri. Di Bali batu panca warna sudah sejak lama ditemukan namun publikasinya kurang. Mudah-mudahan dengan event ini, pengunjung yang datang tahu bahwa Bali memiliki batu panca warna dengan keunikannya.”

Sementara terkait batu bacan yang disukai oleh negara-negara tetangga, Abe memaparkan batu jenis ini memiliki keunikan perubahan warna yang cepat ketika digunakan untuk cincin maupun liontin.

“Dari titik hitam yang ada di bacan akan hilang menjadi hijau. Karena perubahan cepat, bacan dianggap oleh sebagian orang, hidup dan ada penghuninya. Sebenarnya semua bebatuan bisa bertranspormasi atau berubah. Namun ada yang prosesnya cepat dan lambat. Kebetulan bacan perubahannya cepat.”

Saat ini trend batu yang lagi booming dan paling digemari yakni Bacan, panca warna Garut, Sungai Dareh, Aceh, Raflesia, biru langit Baturaja, sisik naga Bengkulu, Red Baron Kalimantan dan banyak lagi yang lainnya.

Sedangkan terkait batu bergambar, itu dikatagorikan dengan gambar yang terdapat pada batu, seperti; gambar orang, ikan, pemandangan, bintanga dan lain sebagainya. Untuk gambar pemandangan itu perlu dimensi besar sebab ada gunung, pohon dan juga sungai. Begitupun dengan gambar orang, ada yang utuh serta gambar setengah badan.

“Tergantung dari alam dan ngak harus besar batunya. Sebab semakin kecil ukuran dan semakin identik dengan gambar harganya akan semakin mahal.” Ujar Abe.

Boy, salah satu peserta pameran dari Aswad Atjeh Permata Gemstone mengungkapkan bahwa di Kabupaten Aceh terdapat 142 jenis giok yang sudah terpublikasi dan diminati oleh berbagai negara. Seperti negara tirai bambu China, Malasya dan Singapura.

“Masih ada 362 jenis giok asal Aceh yang belum terpublikasi. Dan dengan diminatinya giok Aceh oleh warga negara asing, saya ingin Presiden mengakui serta mengklaim bahwa giok dengan kualitas terbaik di dunia berasal dari Aceh”. Ujar Boy yang dalam pameran kali ini, ia mebawa beberapa koleksinya. Seperti; Nephrite Jade, Army Black, Lumut Aceh, Solar, Kembang Jati, Aswad Atjeh. Dengan harga berkisar dari Rp. 200 ribu sampai Rp.1 juta.

Dalam pameran ini, Boy saya juga tetap memberi pelajaran terhadap para konsumen agar lebih mengenali karakter batu. Sebab banyak beredar barang palsu alias tipuan atau masakan.
Boy juga menerangkan tentang Aswad Atjeh yang dia bawa seraya mempratekan keunggulan dari batu jenis ini. Gelas berisi air bening dituangi obat luka, air pun menjadi keruh, lalu dimasukan batu Aswad Atjeh. Dalam hitungan detik air yang keruh berubah bening dan Boy pun langsung meminumnya.

“Ini menandakan batu Aswad Aceh memiliki kegunaan untuk anti toksin(racun). Selain itu, batu ini juga bisa dipakai untuk memperlancar peredaran darah.” Terang Boy yang membuka stand gemstones-nya di samping Stasiun Tebet tepatnya di Jalan Tebet Timur Dalam III M no. 15 Jakarta Selatan.

Tips bagi kolektor pemula.

Untuk yang baru memulai mengoleksi batu, sebaiknya jangan yang mahal dulu. Dan belilah batu yang berasal dari Indonesia agar lebih murah.

Seandainya pun ingin membeli batu atau permata, tanyalah pada teman atau para ahli yang sudah paham betul tentang batu.

Karena permata atau batu dibeli bukan berdasarkan, tapi karena pandangan pertama, sebaiknya tanyalah kepada pedagang tentang keaslian batu dan buat perjanjian atau pernyataan tertulis dengan pedagang berisi “jika batu tidak asli, saya kembalikan dan uang dikembalikan”.

Jangan juga terlalu percaya dengan sertifikat sebab banyak beredar batu palsu atau masakan yang disertai sertifkat.(ALT)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here