Garap Pasar Jepang Untuk Bali, BPPD Badung Menggandeng Bali Rasa Sayang

11
BPPD Badung & Bali Rasa Sayang Meeting
BPPD Badung & Bali Rasa Sayang Meeting

Masih rendahnya rata rata tingkat hunian hotel di Bali berkisar 62% . memacu BPPD Badung melirik semua pasar wisatawan termasuk pasar jepang yang pernah booming ke Bali sebelum Japan Airlines (JAL) menghentikan penerbangannya ke Bali di tahun 2010. Jika dibandingkan dengan jumlah kedatangan wisatawan jepang sebelum tahun 2010 yang mencapai 350 ribu turun 100 ribuan dibandingkan dengan jumlah kedatangan di tahun 2017 maupun 2018.

Perkembangan kedatangan wisatawan tersebut diatas disampaikan oleh ketua Bali Rasa Sayang (BRS) Makiko Iskandar dalam business meeting dengan anggotanya (29/6) di Swiss belhotel Tuban, dengan mengundang ketua BPPD Badung sebagai pembicara tunggal. Agung Ode salah seorang pengurus BRS mengatakan bahwa dari sekitar 18 juta out bound traveler Jepang, Bali hanya kebagian 1.34% sampai 1.4% saja. Yang menarik adalah share 1.4% tersebut berbanding lurus dengan dinamika jumlah outbound Jepang. Yang menandakan bahwa promosi Bali pada khususnya. termasuk Indonesia masih kalah dengan negara pesaing kita. Mengemuka dalam pertemuan ini bahwa salah satu halangan Bali dan Indonesia adalah kurangnya intensitas penerbangan sejak JAL tidak lagi terbang ke Bali. “dikatakan salah satu penyebabnya adalah kemungkinan mahalnya biaya parkir di airport”

Bapak Rai Suryawijaya , Ketua BPPD Badung berjanji akan meneruskan wacana ini kepada pihak pemerintah terkait. sekaligus agar usaha pendekatan kepada pihak JAL terus dicoba dan mengharapkan bahwa pertemuan ini dalam waktu dekat bisa dilanjutkan dengan diakusi marketing strategi yang cocok untuk mengembalikan minimal 350 ribu wisatawan seperti di tahun 2007 an. Dalam diskusi mendatang diharapkan akan ada pembuktian angka yang lebih valid dari pihak terkait. misalnya dari pihak Airlines (JAL pada khususnya), pihak Angkasa Pura dan beberapa wholeseller Jepang.

Mangku Sulasa Jaya menyampaikan dalam presentasinya agar pelaku industri dan pemerintah bisa saling bergandengan tangan menangani paser Jepang ini pada khususnya. tentunya juga pasar lain. bukan saja menyangkut promosi namun juga dalam pembangunan kepariwisataan Bali secara menyeluruh dimana satu dengan yang lain harus saling menguatkan. Ini adalah tuntutan zaman global dimana pekerjaan apapun harus dilakukan bersama sama.

BPPD Badung dan Bali Rasa Sayang akan berkolaborasi dalam promosi ke Jepang di bulan Oktober mendatang. sebelum itu diharapkan akan ada diskusi diskusi untuk meningkatkan efektifitas dan kualitas promosi, termasuk untuk pasar pasar yang lainnya. Rai Suryawijaya mengatakan bahwa ini merupakan tugas dan fungsi BPPD Badung pada khususnya untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Bali dan sekaligus sebagai bagian usaha meningkatkan tingkat hunian hotel dan kunjungan ke obyek wisata didaerah. (RAM/BI)