Fokus Pelayanan Penumpang Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Raih Sertifikasi ISO 9001 ; 2008

759

Bandar Udara ( Bandara ) Internasional Ngurah Rai, Bali, semakin dipercaya memiliki kualitas pelayanan yang baik dan modern. Hal itu terbukti dengan diserahkankan Sertifikasi Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 untuk Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara dari United Register of Systems (URS) Services Indonesia.

“Proses untuk mendapatkan Sertifikat ISO,melewati jalan panjang selama 3 tahun ini kami mulai sejak tahun 2013, dengan survei berbagai pihak serta komponen yang dilakuan URS, sebuah lembaga survei terpercaya, “ jelas GM PT. Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Trikora Harjo, disela penyerahan Sertifikat ISO 9001- 2008 Jum,at ( 29/7 ) lalu di Kuta.

“ Sertifikasi pelayanan jasa penumpang pesawat udara, wujud keseriusan Angkasa Pura I dalam perbaikan sistem dan menjamin kualitas mutu pelayanan kepada pengguna jasa yakni penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, “ imbuh Trikora Harjo.
URS akhirnya memberikan Sertifikasi  Pelayanan jasa penumpang di Bandara Ngurah Rai baik di terminal internasional maupun domestik sekarang sudah tersertifikasi dengan standar internasional.Penyerahan dilakukan Perwakilan URS Indonesia Franklin Samuel kepada Human Capital and General Affair Director Angkasa Pura I Adi Nugroho.

Pelayanan jasa penumpang pesawat udara atau PJP2U memiliki cakupan meliputi fasilitas pelaporan penumpang, imigrasi, dan bea cukai. Kemudian pemeriksaan keamanan, pelayanan bagasi, informasi jadwal penerbangan, kebersihan, ketersediaan fasilitas umum hingga kesejukan ruang terminal.

“ Untuk mendapatkan sertifikat itu memerlukan proses yang cukup panjang dengan memulai pendokumentasian semua prosedur yang berkaitan dengan pelayanan dan pendukung kemudian audit internal. Hasil audit itu kemudian dievaluasi hingga proses audit oleh URS Indonesia, “  Jelas Adi Nugroho.

Senior Auditor URS Services Indonesia, Franklin Samuel mengatakan, pihaknya melakukan proses pra audit Maret 2016 lalu, dilanjutkan dengan “preassessment” dalam penelusuran data dan dokumen. “Audit sertifikasi ini untuk menentukan apa sistem manajemen bisa berlaku secara internasional atau tidak,” tandas Samuel..

Saat pemeriksaan dan penelusuran dokumen, prosedur dan laporan yang dibuat, juga mewawancarai operator dan manajemen serta observasi di lapangan baik area kerja dan penumpang. ” Pengecekan mendalam aspek operasion terkait, kami simpulkan  Angkasa Pura I Bandara I Gusyi Ngurah Rai sudah bisa mendapat pengakuan internasiona untuk sistem manajemen mutunya,” jelas Franklin Samuel,. Standar internasional itu otomatis juga diakui kantor pusat Lembaga URS di Inggris.Nani