Festival Semarapura : Tampilkan Parade Budaya Lintas Agama

1595

Baliinspirasi.com — Peringatan Hari Puputan Klungkung ke-107 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarapura ke-23 tahun 2015 ini tergolong istimewa. Pasalnya, berbarengan dengan peringatan kedua hari bersejarah itu, dirangkai dengan digelarnya Festival Semarapura I dan juga Klungkung jadi tuan rumah Silaturahmi Nasional (Silatnas) raja-raja se-nusantara dan bangsawan luar negeri.

Melalui berbagai event tersebut, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta berambisi membangun branding Klungkung agar cepat dikenal baik regional maupun mancanegara. “Kita harus bangun branding Klungkung secara terus menerus. Kalau ingin dikenal dan maju harus memiliki branding. Soal biaya besar tidak masalah,” tegas Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta kepada media menjelang peringatan Hari Puputan Klungkung ke107 dan HUT Kota Semarapura ke 23, di Klungkung. 

Sementara Festival Semarapura I yang digelar pada Sabtu (26/4)  dikemas menarik. Festival yang baru pertama kalinya digelar ini menampilkan parade kesenian dan kebudayaan lintas agama di Klungkung. Parade dibawakan duta masing-masing Kecamatan. Mulai kesenian Rudat, Tari Barong Sai, Sang Hyang Gerodog, Sang Hyang Jaran, Tari Baris Jangkang dan kesenian lainnya di Klungkung. Meski berlangsung dibawah guyuran hujan, namun antusias peserta dan penonton tetap tinggi mengikuti jalannya parade.

Festival kali ini mengambil tema “Tri Semaya yakni Atita, Nagata, Wartamana” yang bermakna bercermin kegemilangan masa lalu, semangat perjuangan hari ini, untuk merengkuh kesuksesan masa depan yakni Klungkung Unggul Sejahtera.

festival semarapura 1

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menyebut melalui Festival Semarapura I akan memunculkan semua potensi seni dan budaya di Kabupaten Klungkung. “Kita harapkan semua potensi akan muncul melalui kegiatan ini,” ujarnya. Mengingat baru pertama kali digelar, Bupati menyatakan akan selalu melakukan evaluasi sebagai bahan dalam pagelaran di tahun berikutnya.

Festival Semarapura I yang hampir seratus persen menampilkan seni dan budaya lintas agama di Klungkung ini adalah sebagai bentuk penghormatan akan kebhinekaan yang ada di Kabupaten Klungkung. Selama kegiatan berlangsung akan disuguhkan berbagai hiburan, mulai kesenian tradisional Bali maupun hiburan nasional.

Parade budaya diawali dari Kecamatan Klungkung kemudian Kecamatan Nusa Penida, Dawan dan Banjarangkan. Penampilan dari Kecamatan Nusa Penida nampak tampil all out. Peserta parade nampak menggunakan pakanan kas Nusa Penida yakni Rang Rang yang memang sedang ngetop sekarang ini. Selain itu Nusa Penida juga nampak tampil dengan beberapa tarian dan pementasan sakral. Diantaranya Tari Baris Jangkang dari Banjar Pelilit, Jukutan. Ada juga penampilan Sanghyang Gelodog dari Lembongan Nusa Penida. Sementara Dawan dengan tari Barong dari Desa Gunaksa, Dawan.

Sementara itu Kecamatan Dawan dengan penampilan Rudat dari Kampung muslim, Kusamba. Rudat termasuk tari sakral yang merupakan tarian perang dari kampung muslim. Selain Kampung Kusamba, Kampung Muslim Gelgel juga dikenal dengan kesenian Rudatnya. Sementara beberapa desa di Klungkung menampilkan parade ogoh – ogoh. Festival Semarapura ini diharapkan mampu membangkitkan potensi seni budaya di Klungkung dan mampu mengangkat citra Klungkung di mata dunia. “Kita akan dokumentasikan semua kegiatan ini untuk bahan promosi di luar negeri,” tegas Bupati Suwirta yang tak pernah kehilangan ide untuk memperbaiki Klungkung. IKAW

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here